- Umat Islam menyambut 1 Muharram sebagai momen istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan melakukan introspeksi diri secara mendalam.
- Berbagai amalan positif seperti berdoa, bersedekah, menjalin silaturahmi, serta membaca Al-Qur'an dianjurkan untuk mengisi pergantian tahun Hijriah tersebut.
- Puasa sunnah menjadi amalan yang paling dianjurkan di bulan Muharram berdasarkan landasan hadis yang kuat dari Rasulullah.
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa amalan yang paling jelas dasar hadisnya pada bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)
Puasa sunnah dapat dilakukan pada hari-hari di bulan Muharram, terutama puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.
Mana Amalan yang Paling Dianjurkan?
Pendakwah seperti Buya Yahya pernah menjelaskan bahwa membaca Yasin, Ayat Kursi, atau surat-surat Al-Qur'an lainnya pada malam Tahun Baru Islam tidak masalah selama diniatkan sebagai ibadah membaca Al-Qur'an dan tidak diyakini sebagai amalan wajib atau memiliki fadhilah khusus yang pasti dari Rasulullah SAW.
Buya Yahya mengatakan, "Adapun soal membaca Ayat Kursi dan sebagainya, kalau ada orang mengatakan, 'Wahai santriku bacalah Yasin 16 kali,' itu tidak ada masalah."
Jika merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW, amalan yang paling kuat anjurannya selama bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah.
Namun, umat Islam juga dianjurkan mengisi malam dan hari 1 Muharram dengan berbagai amal saleh lainnya seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, bersedekah, dan bermuhasabah.
Dengan demikian, baca Surat Yasin hingga bermuhasabah dapat menjadi pilihan amalan untuk mengisi Tahun Baru Islam, selama dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak meyakini adanya keutamaan khusus tanpa dasar yang jelas.
Tahun baru Hijriah pun dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah sepanjang tahun.