- Pensil alis Viva dijual seharga Rp40 hingga Rp50 ribuan karena dianggap sangat awet dan ekonomis bagi penggunanya.
- Tekstur padat dan pigmentasi baik membuat produk ini bertahan berbulan-bulan meski digunakan setiap hari oleh konsumen Indonesia.
- Produk ini tetap menjadi pilihan utama para makeup artist profesional karena konsistensi kualitasnya untuk berbagai riasan wajah.
Suara.com - Di tengah banyaknya produk kecantikan lokal dengan harga terjangkau, ada satu fenomena yang kerap membuat netizen bertanya-tanya kenapa pensil alis Viva mahal?
Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan. Jika dibandingkan dengan produk-produk Viva lainnya seperti milk cleanser, face tonic, pelembap, atau air mawar yang rata-rata dibanderol di bawah Rp20 ribu, harga pensil alis Viva memang tampak mencolok. Satu batangnya kini dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribuan.
Padahal, Viva selama ini dikenal sebagai merek kosmetik legendaris yang identik dengan produk murah meriah dan ramah di kantong.
Lalu, apa yang membuat pensil alis Viva seolah menjadi "anak emas" dengan harga lebih tinggi dibanding saudara-saudaranya sendiri?

Kecil Tapi Tak Kunjung Habis
Bagi pengguna setia pensil alis Viva, harga Rp40 ribuan justru dianggap sangat masuk akal. Alasannya sederhana: produk ini terkenal luar biasa awet.
Tak sedikit orang mengaku satu pensil alis bisa bertahan selama berbulan-bulan, bahkan lebih dari setahun meski digunakan hampir setiap hari.
Fenomena ini begitu sering muncul di media sosial dan kolom ulasan marketplace, "Sudah tinggal seujung jari, tapi masih sayang dibuang."
Kalimat-kalimat seperti itu menjadi bukti bahwa daya tahan pensil alis Viva sudah berubah menjadi semacam legenda tersendiri di dunia kecantikan Indonesia.
Bahkan ketika ukurannya sudah tinggal seujung jari, banyak orang masih rela merautnya pelan-pelan demi memaksimalkan sisa isi produk. Rasanya terlalu sayang untuk dibuang sebelum benar-benar habis.
Keawetan pensil alis Viva bukan sekadar sugesti. Teksturnya yang cenderung padat membuat isi pensil tidak mudah terkikis setiap kali digunakan.
Pigmentasinya juga cukup baik sehingga pengguna tidak perlu berkali-kali menggoreskan produk untuk mendapatkan bentuk alis yang diinginkan.
"Pensil alisnya memang sebagus itu. Dia itu mudah diaplikasikan ke alis, hasilnya tebal dan warnanya juga pekat. Selain itu dia empuk tidak seperti pensil alis lain yang murah yang justru membuat rontok rambut alis dan tidak mudah luntur," kata pengguna lainnya.
Selain itu, desainnya yang berupa pensil kayu memungkinkan hampir seluruh isi produk digunakan hingga tuntas. Berbeda dengan beberapa produk alis modern yang sering kali masih menyisakan isi di dalam kemasan tetapi sudah sulit dipakai.
Kalau dihitung dari sisi biaya penggunaan, pensil alis Viva sebenarnya sangat ekonomis.
Misalnya, jika satu batang dibeli seharga Rp45 ribu dan digunakan selama 10 bulan, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp150 per hari. Nilai tersebut tentu terasa sangat kecil dibanding kepuasan menggunakan produk yang sudah terbukti kualitasnya.
Dipakai MUA dengan Rate Card Jutaan Rupiah
Hal lain yang membuat pensil alis Viva begitu istimewa adalah reputasinya di kalangan makeup artist.
Di tengah maraknya produk premium dan kosmetik impor, pensil alis Viva tetap punya tempat di dalam beauty case para MUA profesional.
"Enggak habis-habis. Ini tuh pensil alis sejuta umat. Bahkan rias pengantin aja masih sering pake," kata Ainurrosyidah salah seorang pengguna.
Bahkan, bukan rahasia lagi bahwa ada MUA dengan tarif makeup jutaan rupiah yang masih mengandalkan pensil alis legendaris ini.
Alasannya pun masuk akal. Hasilnya konsisten, teksturnya mudah dikendalikan, warnanya natural, dan cocok digunakan untuk berbagai jenis makeup, mulai dari riasan wisuda, lamaran, hingga pengantin.
Banyak MUA senior juga sudah terbiasa menggunakan pensil alis Viva sejak awal karier mereka. Setelah bertahun-tahun bekerja dengan produk tersebut, mereka merasa belum menemukan alasan kuat untuk berpindah.
Fenomena ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas hasil riasan tidak selalu ditentukan oleh harga produk yang fantastis.
Tak jarang seorang MUA menggunakan foundation premium, setting spray mahal, tetapi tetap setia dengan pensil alis Viva.
Hero Product yang Melampaui Generasi
Jika milk cleanser Viva identik dengan ibu-ibu era 1990-an dan air mawar menjadi andalan remaja, maka pensil alis Viva berhasil menjangkau semua generasi.
Ia diwariskan dari kakak ke adik, dari ibu ke anak, bahkan dari MUA senior ke generasi makeup artist berikutnya.
Popularitas yang bertahan selama puluhan tahun membuat produk ini naik kelas dari sekadar kosmetik murah menjadi cult favorite. Produk yang dipercaya karena kualitasnya, bukan karena tren sesaat.