Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Nur Khotimah, Rezza Dwi Rachmanta

Minggu, 21 Juni 2026 | 16:11 WIB
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026. (YouTube/ BPS Kabupaten Mojokerto)
baca 10 detik
  • Petugas BPS mendatangi rumah warga untuk pendataan Sensus Ekonomi 2026.
  • Sensus Ekonomi 2026 kini menyasar pelaku usaha digital dan influencer.
  • Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026 meliputi data aset hingga pendapatan tahunan.

Suara.com - Netizen di media sosial ramai membahas mengenai Sensus Ekonomi 2026. Lantas, apa saja daftar pertanyaan Sensus Ekonomi 2026? Apa saja saja yang harus dipersiapkan?

Mengutip laman resmi Badan Pusat Statistik, program 'Mencatat Ekonomi Indonesia' terbagi menjadi dua tahap yaitu pengisian kuesioner SE2026 online 1 Mei hingga 31 Juli 2026 serta pendataann lapangan (Door to Door) 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

"Bagi semua usaha/perusahaan yang belum memperoleh WhatsApp (WA)/email untuk pengisian secara mandiri, maka pendataan akan dilakukan secara langsung oleh petugas SE2026. Pada periode ini juga dilakukan pendataan ke setiap keluarga untuk mendapatkan data usaha yang berada di rumah tangga dan sekaligus memutakhirkan data ekonomi keluarga," bunyi keterangan di laman resmi BPS.

Nantinya, terdapat petugas BPS yang mendatangi rumah warga untuk melakukan pendataan.

Pelaku usaha akan ditanya menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Petugas yang melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dilengkapi dengan tanda pengenal, rompi, dan surat tugas dari Badan Pusat Statistik.

Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026. (YouTube/ BPS Kabupaten Mojokerto)
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026. (YouTube/ BPS Kabupaten Mojokerto)

Sektor ekonomi kreatif, influencer, hingga afiliator kini masuk dalam radar pendataan BPS untuk menangkap realitas ekonomi modern.

Secara nasional, lebih dari 251 ribu petugas dikerahkan untuk melakukan pendataan lapangan.

Berbeda dengan satu dekade lalu, SE 2026 kini mencakup sektor pertanian, kehutanan, perikanan, hingga pelaku ekonomi digital yang sering kali tidak memiliki kantor fisik.

baca juga

Pemerintah akan melakukan pemeriksaan langsung dari rumah ke rumah demi mendata seluruh pelaku usaha digital, termasuk bisnis yang tidak memiliki papan nama atau aktivitas fisik yang terlihat dari luar.

Langkah ini juga melibatkan kerja sama dengan asosiasi dan platform digital.

Mengutip kanal YouTube BPS, terdapat beberapa kategori utama yang akan dilakukan pendataan terkait Sensus Ekonomi 2026.

Deretan kategori mencakup Keterangan Usaha/Perusahaan, Kegiatan dan Produk Utama, Ketenagakerjaan, Struktur Finansial, dan Karakteristik Operasional.

Keterangan Usaha/Perusahaan meliputi data mengenai nama usaha, alamat, status badan hukum, dan tahun mulai beroperasi.

Detail pertanyaan setiap status badan hukum mempunyai perbedaan sehingga pelaku usaha diharapkan dapat mengikuti instruksi dari petugas BPS.

Akun @unegrakyatindo dan @satriaamp telah membagikan sebagian daftar pertanyaan petugas sensus yang mendatangi setiap rumah. Berikut sebagian pertanyaan pada Sensus Ekonomi 2026:

Nama Kepala Keluarga :
No HP atau WhatsApp :
Alamat :
Nomor KK :
Jumlah Penghuni Rumah :
Nama Anggota Keluarga, Hubungan dengan Kepala Keluarga dan Pekerjaan :

Nama | Pekerjaan | Gaji | Ijazah | Rekening | Status Tinggal

Jenis Usaha yang dimiliki
Tahun Mulai Usaha :
NIB :
Biaya Produksi/Pembelian :
Pembeli WNA :
Upah Pegawai per bulan :
Pendapatan per tahun :

DATA TOKO


Alamat/Lokasi :
Luas Tempat :
Biaya Produksi per tahun :
Biaya Non Operasional :
Jenis Barang dagangan utama/jumlah dan jenis ikan/jumlah dan jenis ternak :
Pendapatan per tahun :

ASET DAN KONDISI RUMAH TANGGA

Usaha lain yang dimiliki :
Biaya produksi usaha lain :
Nilai aset tanah dan bangunan :
Nilai aset selain tanah & bangunan :
Rumah lain yang dimiliki :
Harga sewa rumah per bulan :
Luas bangunan tempat tinggal :
Luas yang digunakan usaha :
Sumber air minum :
ID PLN :
Daya :
Biaya listrik/bulan :
Biaya wifi/paket data/bulan :
Biaya makan per hari :
Pengeluaran rutin/bulan :
Pengeluaran tahunan :
Jumlah tabung gas 3kg :
Jumlah tabung gas 5,5kg :
Kulkas :
AC :
Komputer/Laptop :
Jumlah Motor :
Harga Beli Motor :
Jumlah Mobil :
Harga Beli Mobil :
Kepemilikan Emas (gram) :
Riwayat Penyakit Keluarga :
Disabilitas Keluarga :

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:41 WIB

Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026

Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:34 WIB

Diam-diam Pertamina Kerek Harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Diam-diam Pertamina Kerek Harga Pertamax dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 06:45 WIB

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB

Terkini

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 16:14 WIB

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Spesial untuk Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Spesial untuk Pendidikan Anak di Sequoia School

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:07 WIB

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Jatim | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

×