Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani

Bimo Aria Fundrika

Senin, 22 Juni 2026 | 14:09 WIB
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani
Finukhu: Pengetahuan yang Dibungkus Daun, Warisan yang Dijaga dari Dapur Sentani. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Mama adat di Kampung Sereh, Sentani, melestarikan tradisi Finukhu, yakni papeda yang dibungkus menggunakan daun Fotefea khusus.
  • Teknik pembungkusan ini merupakan warisan pengetahuan leluhur untuk menjaga kualitas pangan secara alami selama beberapa hari.
  • Generasi muda Sentani didorong mempelajari pembuatan Finukhu untuk mempertahankan identitas budaya di tengah arus modernisasi makanan.

Suara.com - Di sudut Kampung Sereh, Distrik Sentani, tangan-tangan seorang mama adat bergerak pelan namun terampil. Di hadapannya, papeda yang baru selesai diolah dibentuk, lalu dibungkus satu per satu menggunakan lembaran daun hijau. Gerakan itu dilakukan berulang, seolah tubuhnya sudah hafal urutan pekerjaan yang diwariskan sejak lama.

Bagi orang yang baru melihat, aktivitas itu mungkin tampak sederhana: membungkus makanan. Namun bagi Masyarakat Adat Sentani, proses tersebut menyimpan sesuatu yang lebih besar—pengetahuan, ingatan, dan cara hidup yang dijaga lintas generasi.

Makanan itu bernama Finukhu, atau papeda bungkus.

Dinche Felle, mama adat dari Sentani, menjelaskan bahwa papeda tidak dibungkus dengan sembarang daun. Mereka menggunakan daun khusus bernama Fotefea, daun yang juga kerap hadir dalam berbagai festival budaya Papua. Demikian seperti dikutip dari situs Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN). 

Daun ini ditanam dan dijaga sendiri oleh masyarakat karena memiliki fungsi penting: menjaga papeda tetap dingin dan membuatnya dapat bertahan selama beberapa hari tanpa bahan tambahan.

“Di balik proses sederhana ini terdapat pengetahuan lokal yang lahir dari hubungan panjang antara manusia dan alam yang mereka jaga,” kata Dinche di sela kesibukannya membungkus papeda di rumahnya, 5 Juni 2026.

Di tangan Dinche, Finukhu bukan sekadar makanan yang siap dibawa pulang. Ia adalah hasil dari rangkaian pengetahuan yang dimulai jauh sebelum papeda tersaji, dari mengenali sagu, mengolahnya, memilih daun, hingga memahami cara menyimpan makanan tanpa merusak kualitasnya.

Karena itu, menurut Dinche, tidak semua orang bisa membuat Finukhu. Ada ketelitian, kesabaran, dan pengalaman yang hanya bisa dipelajari melalui praktik dan kedekatan dengan tradisi.

“Anak-anak muda perlu belajar supaya tradisi ini tidak hilang,” ujarnya.

baca juga

Sagu, identitas yang diuji arus modernisasi

Bagi Masyarakat Adat Sentani, sagu tidak pernah dipahami sekadar sebagai bahan pangan. Di dalamnya ada hubungan dengan tanah, hutan, dan nilai kebersamaan yang selama ini menopang kehidupan adat. Dari hutan sagu, masyarakat belajar bagaimana mengambil secukupnya, mengolah bersama, dan menjaga keberlanjutannya.

Namun hari ini, hubungan itu mulai diuji. Makanan cepat saji dan pilihan konsumsi yang semakin praktis perlahan mengubah kebiasaan generasi muda. Proses panjang yang dibutuhkan untuk mengolah pangan lokal kerap kalah oleh makanan yang dapat diperoleh hanya dalam hitungan menit.

Perubahan itu juga pernah dirasakan oleh Carol Victorya Ibo, perempuan adat dari Kampung Sereh yang akrab disapa Elo.

Ia mengaku sempat terbiasa dengan makanan instan karena kemudahannya. Namun semakin jauh dari pangan lokal, semakin ia menyadari bahwa yang hilang bukan hanya rasa makanan, melainkan cara pandang terhadap hidup.

Menurut Elo, Finukhu mengajarkan sesuatu yang tidak bisa ditemukan dalam makanan instan: tentang proses, kesabaran, dan kerja yang dimulai sejak mengambil sagu hingga menjadi makanan siap santap.

Ia melihat papeda bungkus sebagai bukti bahwa leluhur Sentani telah memiliki pengetahuan pangan yang maju jauh sebelum konsep penyimpanan modern dikenal luas. Finukhu dapat bertahan selama beberapa hari tanpa pengawet dan tetap aman dikonsumsi.

“Finukhu menjadi bukti bahwa leluhur kami punya pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dari alam yang mereka jaga,” ujarnya.

Menjaga Finukhu, menjaga hubungan manusia dan alam

Bagi Elo, hilangnya kebiasaan mengonsumsi pangan lokal bukan sekadar perubahan menu makan. Yang dipertaruhkan adalah hilangnya sebagian identitas budaya.

Di tengah arus modernisasi, ia percaya menjaga pangan lokal tidak berarti menolak perubahan. Justru sebaliknya—menghidupkan kembali tradisi bisa menjadi cara agar generasi muda tetap memiliki pijakan saat menghadapi masa depan.

Belajar membuat Finukhu, mengenal daun Fotefea, atau kembali menikmati papeda bersama keluarga mungkin terdengar sederhana. Namun dari tindakan kecil itu, sebuah pengetahuan yang telah hidup berabad-abad bisa terus berlanjut.

Sebab bagi Masyarakat Adat Sentani, Finukhu bukan sekadar papeda yang dibungkus daun.

Ia adalah cara leluhur menitipkan hubungan antara manusia, alam, dan adat—agar tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu

Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu

Foto | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:30 WIB

Banjir Akibat Danau Sentani Meluap

Banjir Akibat Danau Sentani Meluap

Foto | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:00 WIB

Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani

Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 20:47 WIB

Terkini

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:25 WIB

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:24 WIB

Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong

Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 14:23 WIB

Parfum Melati Viva Cocok Dipakai Kapan? Ini Waktu yang Pas untuk Memakainya

Parfum Melati Viva Cocok Dipakai Kapan? Ini Waktu yang Pas untuk Memakainya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:20 WIB

Cara Mengatasi Bintik Karat Pada Bodi Mobil yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Cara Mengatasi Bintik Karat Pada Bodi Mobil yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 14:17 WIB

Wamendag Soroti Kopi Indonesia yang Lebih Dikenal sebagai Java hingga Sumatra

Wamendag Soroti Kopi Indonesia yang Lebih Dikenal sebagai Java hingga Sumatra

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 14:15 WIB

6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan

6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:14 WIB

350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?

350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 14:12 WIB

Review Film Unabomber: Masa Lalu Ted Kaczynski yang Dibongkar dari Dua Arah

Review Film Unabomber: Masa Lalu Ted Kaczynski yang Dibongkar dari Dua Arah

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:10 WIB

5 Kesalahan Menyimpan Makeup yang Bikin Produk Cepat Rusak, Jangan Sepelekan!

5 Kesalahan Menyimpan Makeup yang Bikin Produk Cepat Rusak, Jangan Sepelekan!

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:10 WIB

×