- Marshall adalah petugas lapangan yang memastikan keamanan dan ketertiban rute selama event lari berlangsung di Indonesia.
- Tugas utama mereka meliputi pengarahan peserta, pengawasan kepatuhan aturan, serta penanganan situasi darurat di sepanjang lintasan lomba.
- Penyelenggara memberikan honor bervariasi antara Rp100 hingga Rp300 ribu atau fasilitas bagi relawan tergantung skala acara.
Suara.com - Di balik ramainya peserta yang berlari menuju garis finis, ada banyak petugas yang bekerja memastikan perlombaan berlangsung aman dan tertib. Salah satu sosok penting tersebut adalah marshall.
Belakangan, profesi ini mulai banyak dilirik, terutama seiring menjamurnya event lari di Indonesia. Tak sedikit yang penasaran, apa itu marshall dalam lari? Apa saja tugasnya? Apakah marshall mendapatkan gaji?
Apa Itu Marshall dalam Lari?
Marshall dalam lari adalah petugas lapangan yang bertugas mengawasi jalannya perlombaan serta membantu memastikan seluruh peserta mengikuti rute dan aturan yang telah ditetapkan penyelenggara.
Mereka menjadi "mata dan telinga" panitia di lintasan. Kehadiran marshall sangat penting untuk menjaga keselamatan peserta, mengarahkan pelari, hingga menjadi penghubung apabila terjadi keadaan darurat.
Peran ini bahkan mendapat perhatian khusus dari World Athletics, badan internasional yang mengatur cabang olahraga atletik.
Dalam World Athletics Road Running Manual, dijelaskan, "It is crucial that course marshals are used throughout the length of the course to give active direction to runners. They have great advantages over other means of course control."
World Athletics juga menambahkan bahwa marshall dapat memberikan peringatan dini kepada pelari dan menyampaikan informasi tambahan, seperti lokasi pos bantuan di depan lintasan.
Dengan kata lain, marshall bukan sekadar penunjuk arah, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan sebuah event lari.
Apa Tugas Marshall dalam Event Lari?
Tugas marshall dapat berbeda tergantung posisi penempatannya. Namun, secara umum mereka memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
1. Mengarahkan Pelari
Marshall ditempatkan di titik-titik rawan, seperti persimpangan jalan, putaran balik, atau area yang berpotensi membingungkan peserta. Mereka memastikan pelari tetap berada di jalur yang benar.
2. Menjaga Keamanan Peserta
Mereka membantu meminimalkan risiko kecelakaan dengan mengingatkan pelari terhadap potensi bahaya di lintasan.
3. Memberikan Informasi
Marshall kerap menjadi sumber informasi tercepat bagi peserta, mulai dari lokasi water station, jarak tempuh yang tersisa, hingga kondisi rute.
4. Membantu Situasi Darurat
Apabila ada peserta yang mengalami cedera atau masalah kesehatan, marshall akan segera melapor kepada tim medis atau koordinator lapangan.
5. Mengawasi Kepatuhan Aturan
Marshall juga memastikan peserta tidak melakukan pelanggaran, seperti memotong rute (cutting course) atau tindakan tidak sportif lainnya.
6. Memberikan Dukungan Moral
Tak jarang marshall turut menyemangati para pelari, terutama ketika mereka mulai kelelahan menjelang finis.
Menurut World Athletics, "They can shout or point to give advance warning, and they can provide additional information such as location of aid stations ahead."
Artinya, marshall dapat berteriak atau menunjuk untuk memberikan peringatan dini sekaligus memberikan informasi tambahan, misalnya lokasi pos bantuan di depan.
Jenis-jenis Marshall dalam Lari
Dalam event lari berskala besar, marshall biasanya dibagi berdasarkan area kerja masing-masing.
1. Course Marshall
Jenis marshall yang paling sering ditemui. Mereka ditempatkan di sepanjang rute lomba untuk mengarahkan peserta.
2. Start Marshall
Bertugas mengatur peserta sebelum aba-aba dimulai agar proses start berlangsung tertib.
3. Finish Marshall
Membantu mengatur arus pelari setelah melewati garis finis serta memastikan area finis tetap aman.
4. Water Station Marshall
Mengelola titik pembagian air minum dan memastikan distribusi berjalan lancar.
5. Lead Marshall
Bertugas membuka jalan bagi pelari terdepan serta memastikan kondisi lintasan di depan tetap steril.
6. Sweeper Marshall
Berada di bagian belakang rombongan peserta untuk memastikan tidak ada pelari yang tertinggal atau membutuhkan bantuan.
7. Crowd Marshall
Mengatur penonton agar tidak memasuki lintasan dan mengganggu jalannya perlombaan.
Berapa Gaji Marshall dalam Event Lari?
Tidak ada standar internasional mengenai gaji atau honor marshall dalam event lari.
Besaran honor biasanya bergantung pada beberapa faktor, seperti skala acara, lokasi penyelenggaraan, durasi kerja, hingga statusnya sebagai relawan atau tenaga harian.
Pada sejumlah event komunitas, marshall sering direkrut sebagai volunteer sehingga tidak menerima gaji tetap. Sebagai gantinya, mereka memperoleh fasilitas berupa kaus panitia, konsumsi, sertifikat, atau merchandise.
Sementara itu, pada event yang dikelola event organizer profesional, marshall umumnya mendapatkan honor harian.
Berdasarkan sejumlah unggahan rekrutmen panitia lomba dan pengalaman marshall di berbagai event lari di Indonesia, kisaran honor yang diterima berada di rentang sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per hari tugas.
Nominal tersebut dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing penyelenggara. Semakin besar skala event dan tanggung jawab yang diemban, honor yang diterima juga berpotensi lebih tinggi.
Siapa Saja Bisa Menjadi Marshall?
Pada dasarnya, siapa pun dapat menjadi marshall selama memenuhi persyaratan dari penyelenggara.
Biasanya, calon marshall diharapkan memiliki sikap disiplin, mampu bekerja dalam tim, komunikatif, serta siap berdiri dalam waktu lama di area lintasan.
Pengalaman mengikuti atau memahami dunia lari menjadi nilai tambah, tetapi tidak selalu menjadi syarat utama. Sebelum bertugas, marshall umumnya akan mengikuti briefing mengenai rute perlombaan, prosedur keselamatan, hingga alur komunikasi di lapangan.
Meski jarang mendapat sorotan seperti para pelari di garis finis, marshall merupakan salah satu kunci sukses terselenggaranya sebuah ajang lari dengan aman dan tertib.