- Salah cara mencukur bulu ketiak bisa menyebabkan iritasi hingga kulit menghitam.
- Ahli kulit menyarankan eksfoliasi dan membasahi ketiak dengan air hangat sebelum mencukur.
- Gunakan krim cukur serta pisau tajam yang bersih untuk mencegah iritasi, luka sayat, dan risiko infeksi bakteri.
Ganti pisau cukur Anda secara rutin, idealnya setiap 5-7 kali pemakaian atau jika sudah terlihat berkarat/tumpul.
Pisau cukur yang kotor atau tumpul dapat membawa bakteri ke dalam pori-pori yang terbuka saat mencukur, yang kemudian memicu folikulitis atau infeksi pada folikel rambut.
5. Cukur ke Berbagai Arah
Berbeda dengan bulu kaki yang tumbuh searah, bulu ketiak tumbuh ke berbagai arah (acak). Oleh karena itu, mencukur hanya ke bawah atau ke atas saja tidaklah cukup.
Cara yang benar adalah dengan menarik kulit ketiak agar kencang, lalu cukur dengan gerakan ringan ke atas, ke bawah, dan ke samping. Hindari menekan pisau cukur terlalu keras ke kulit.
6. Bilas dan Keringkan dengan Lembut
Setelah selesai, bilas ketiak dengan air dingin untuk menutup pori-pori dan menenangkan kulit. Saat mengeringkan, jangan menggosok ketiak dengan handuk secara kasar.
Cukup tepuk-tepuk pelan hingga kering guna menghindari gesekan yang memicu kemerahan.
7. Gunakan Pelembap dan Hindari Deodoran Langsung
Setelah mencukur, kulit ketiak cenderung lebih sensitif karena lapisan atas kulit ikut terkikis sedikit. Oleskan pelembap tanpa pewangi atau aloe vera gel untuk menenangkan kulit.
Penting juga untuk memberikan jeda sebelum menggunakan deodoran.
"Hindari penggunaan deodoran atau antiperspiran langsung setelah mencukur, terutama yang mengandung alkohol tinggi, karena dapat menyebabkan rasa terbakar dan iritasi hebat pada pori-pori yang baru terbuka," saran praktisi kesehatan di Mayo Clinic.
Tips tambahan, waktu terbaik untuk mencukur ketiak adalah di malam hari sebelum tidur. Hal ini memberikan waktu bagi kulit untuk beregenerasi dan pulih semalaman tanpa gesekan pakaian yang ketat atau paparan keringat yang berlebih di siang hari.