Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia

Dinda Rachmawati

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:57 WIB
Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia
Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Troya merupakan situs warisan dunia UNESCO di kawasan Aegea Utara, Turkiye, yang menyimpan jejak sejarah peradaban selama 5.000 tahun.
  • Pameran artefak internasional di Colosseum, Roma, sejak 11 Juni mempertegas status Troya sebagai situs bersejarah penting bagi peradaban dunia.
  • Wisatawan dapat mengunjungi reruntuhan kota kuno di Desa Tevfikiye serta Museum Troya yang menampilkan koleksi artefak hasil penggalian arkeologi.

Suara.com - Bagi pencinta sejarah, sastra, maupun budaya, Troya adalah nama yang tak pernah kehilangan pesonanya. Kisah tentang Perang Troya, Kuda Troya, hingga tokoh-tokoh legendaris dalam Iliad dan Odyssey karya Homer telah melintasi ribuan tahun dan terus menginspirasi berbagai karya sastra, film, seni, hingga penelitian akademis. 

Namun, tak banyak yang menyadari bahwa kota legendaris tersebut benar-benar ada dan dapat dikunjungi di kawasan Aegea Utara, Turkiye. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Troya menjadi salah satu destinasi budaya paling ikonis di Turkiye. 

Popularitasnya bahkan terus meningkat melalui berbagai kegiatan internasional. Salah satunya adalah pameran besar yang digelar di Colosseum, Roma, sejak 11 Juni lalu. 

Pameran tersebut menghadirkan 221 artefak dari 19 museum di Turkiye serta 80 artefak dari museum-museum di Italia, memperlihatkan kekayaan arkeologi Troya sekaligus mempertegas statusnya sebagai warisan budaya dunia.

Selain di Italia, kisah Troya juga diperkenalkan melalui berbagai program budaya dan akademik di New York serta Belanda. Meski demikian, tidak ada cara yang lebih berkesan untuk memahami sejarahnya selain mengunjungi langsung kota kuno tersebut.

Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia (Dok. Istimewa)
Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia (Dok. Istimewa)

Troya berada sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Canakkale, sebuah kota di gerbang utara kawasan Aegea yang menghadap Selat Dardanella. Kota ini menawarkan beragam pengalaman wisata yang memadukan sejarah, alam, dan budaya. 

Wisatawan dapat menikmati pantai-pantai yang indah, olahraga air, jalur bersepeda, kawasan berkemah, hingga wisata anggur butik yang berkembang di wilayah tersebut.

Canakkale juga menjadi pintu gerbang menuju berbagai destinasi bersejarah lainnya, seperti kawasan Pertempuran Gallipoli, lokasi bangkai kapal Perang Dunia I di dasar laut, Gunung Ida yang sarat legenda, kawasan kuno Assos, hingga pulau-pulau cantik Bozcaada dan Gokceada.

Meski memiliki banyak daya tarik, Troya tetap menjadi permata utama kawasan ini. Sebuah kuda kayu raksasa yang berdiri di pusat Kota Canakkale seolah menjadi pengantar sebelum wisatawan benar-benar memasuki dunia yang selama ini hanya dikenal melalui buku dan layar lebar.

baca juga

Berada di Desa Tevfikiye, kawasan arkeologi Troya menyimpan sekitar 5.000 tahun sejarah permukiman manusia. Para arkeolog menemukan sedikitnya sepuluh lapisan peradaban yang berasal dari Zaman Perunggu Awal hingga era Romawi Timur atau Bizantium. 

Setiap lapisan memperlihatkan bagaimana kota ini terus berkembang dan dihuni selama ribuan tahun. Perjalanan dimulai dari Kuda Troya kayu berukuran monumental di pintu masuk situs. 

Dari sana, pengunjung dapat menyusuri tembok-tembok batu kuno, jalan-jalan bersejarah, hingga sisa benteng yang dipercaya pernah menjadi bagian dari kota yang menginspirasi kisah epik Homer.

Reruntuhan Odeon dan Bouleuterion peninggalan era Romawi turut memperlihatkan bagaimana Troya berkembang jauh melampaui kisah Perang Troya.

Troya juga memiliki hubungan erat dengan legenda berdirinya Kekaisaran Romawi. Dalam Aeneid karya Virgil, Pangeran Aeneas dikisahkan melarikan diri setelah jatuhnya Troya untuk mencari "Troya Baru". 

Perjalanannya mengikuti jalur yang kini dikenal sebagai Aeneas Route, sebuah Rute Budaya yang diakui oleh Dewan Eropa. Menurut legenda, perjalanan tersebut berakhir di pesisir Latium, tempat keturunannya kemudian mendirikan Kota Roma pada 753 SM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia dan Masa Lalunya: Benarkah Sejarah Kita Terlalu Jawa-Sentris?

Indonesia dan Masa Lalunya: Benarkah Sejarah Kita Terlalu Jawa-Sentris?

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:00 WIB

Ketika Mitologi Islam Bertemu Thriller Modern: Ulasan Mendalam Novel Tembok Yakjuj Makjuj

Ketika Mitologi Islam Bertemu Thriller Modern: Ulasan Mendalam Novel Tembok Yakjuj Makjuj

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:52 WIB

Bisakah Komedi Menggantikan Buku Sejarah? Ini Pendapat Saya Setelah Menonton Serial Larry David

Bisakah Komedi Menggantikan Buku Sejarah? Ini Pendapat Saya Setelah Menonton Serial Larry David

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Beda Kandungannya dengan Beras Biasa

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Beda Kandungannya dengan Beras Biasa

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:55 WIB

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

Weton Ketemu 24 Artinya Apa Menurut Primbon Jawa? Ini Maknanya dalam Hubungan

Weton Ketemu 24 Artinya Apa Menurut Primbon Jawa? Ini Maknanya dalam Hubungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:45 WIB

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 10:42 WIB

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:39 WIB

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:32 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

×