- Ukuran sepatu yang pas tidak hanya ditentukan oleh nomor sepatu.
- Panjang kaki, lebar kaki, dan ruang untuk jari perlu diperhatikan sebelum membeli.
- Simak 7 cara memilih ukuran sepatu jalan agar lebih nyaman dipakai setiap hari.
Suara.com - Banyak orang mungkin pernah membeli sepatu jalan dengan ukuran yang ternyata terasa lebih sempit atau malah kebesaran saat dipakai berjalan cukup lama. Akibatnya, kaki terasa pegal, lecet, hingga kurang nyaman meski model sepatunya sudah sesuai.
Menyadur dari New Balance, memilih ukuran sepatu yang pas tidak cukup hanya berpatokan pada nomor sepatu yang biasa dipakai. Panjang kaki, lebar kaki, serta ruang untuk jari juga perlu diperhatikan agar sepatu terasa nyaman digunakan.
Karena setiap merek memiliki standar ukuran yang bisa berbeda, mengukur kaki dan mencocokkannya dengan size chart sebelum membeli dapat membantu mengurangi risiko salah pilih ukuran. Berikut beberapa cara memilih ukuran sepatu jalan yang pas.

1. Ukur panjang kaki terlebih dahulu
Langkah pertama adalah mengukur panjang kaki dari tumit hingga ujung jari kaki terpanjang. Pengukuran paling akurat dilakukan saat berdiri karena berat badan akan membuat telapak kaki sedikit melebar.
Caranya, berdiri di atas selembar kertas, tandai bagian tumit dan ujung jari kaki terpanjang, lalu ukur jaraknya menggunakan penggaris. Setelah itu, cocokan hasil pengukuran dengan tabel ukuran dari merek sepatu yang dipilih.
2. Perhatikan lebar kaki
Selain panjang, lebar kaki juga menentukan kenyamanan saat memakai sepatu jalan. Sepatu yang terlalu sempit dapat menekan sisi kaki, sedangkan yang terlalu lebar membuat kaki mudah bergeser saat melangkah.
Beberapa merek menyediakan pilihan lebar sepatu, seperti standar dan wide. Jika bagian samping kaki sering terasa sesak, model dengan lebar yang lebih besar bisa menjadi pilihan.
3. Pastikan ada ruang untuk jari kaki
Bagian depan sepatu atau toe box sebaiknya tidak terlalu sempit. Jari-jari kaki perlu memiliki ruang untuk bergerak secara alami saat berjalan.
Idealnya, terdapat jarak sekitar setengah hingga satu sentimeter antara ujung jari kaki terpanjang dengan bagian depan sepatu. Ruang ini membantu mengurangi risiko jari tertekan dan lecet saat digunakan dalam waktu lama.
4. Cek apakah tumit terasa pas
Sepatu jalan yang baik mampu menahan tumit dengan nyaman tanpa membuatnya mudah bergeser. Saat mencoba sepatu, berjalanlah beberapa langkah untuk memastikan tumit tidak naik turun.
Jika tumit terlalu longgar, gesekan yang terjadi saat berjalan bisa memicu lecet. Sebaliknya, tumit yang terlalu terjepit juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
5. Coba sepatu pada sore atau malam hari
Ukuran kaki biasanya sedikit membesar setelah digunakan beraktivitas sepanjang hari. Karena itu, sore atau malam hari menjadi waktu yang lebih ideal untuk mencoba sepatu.
Dengan cara ini, ukuran yang dipilih cenderung tetap nyaman dipakai meski kaki mengalami sedikit pembengkakan setelah banyak berjalan.
6. Pilih ukuran yang lebih besar jika berada di antara dua ukuran
Hasil pengukuran kaki terkadang berada di antara dua nomor sepatu. Dalam kondisi seperti ini, New Balance menyarankan memilih ukuran yang lebih besar agar kaki memiliki ruang yang cukup saat bergerak.
Kenyamanan nantinya masih bisa disesuaikan dengan penggunaan kaus kaki atau mengatur kekencangan tali sepatu.
7. Gunakan kedua sepatu saat mencobanya
Ukuran kaki kanan dan kiri tidak selalu sama. Pada sebagian orang, salah satu kaki bisa sedikit lebih panjang atau lebih lebar.
Gunakan kedua sepatu saat mencobanya dan pilih ukuran yang mengikuti kaki yang lebih besar. Cara ini membantu memastikan kedua kaki tetap nyaman saat berjalan.