- Kaki lebar membutuhkan sepatu dengan ruang yang lebih lega.
- Perhatikan ukuran, toe box, dan bahan sepatu sebelum membeli.
- Simak tips memilih sepatu jalan yang nyaman berdasarkan rekomendasi ahli kesehatan.
Suara.com - Kaki yang terasa sesak, jari mudah lecet, atau telapak cepat pegal saat berjalan sering kali disebabkan oleh ukuran sepatu yang kurang sesuai. Masalah ini cukup umum dialami pemilik kaki lebar yang memakai sepatu dengan ukuran yang kurang sesuai.
Memilih sepatu jalan untuk kaki lebar tidak cukup hanya melihat nomor ukuran. Bentuk sepatu, lebar toe box, hingga material bagian atas juga perlu diperhatikan agar kaki tetap nyaman saat digunakan berjalan.
Menyadur dari Healthline, sepatu yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berlebih pada kaki dan meningkatkan risiko kapalan, bunion, hingga perubahan bentuk jari kaki. Oleh karenanya, memilih sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan kaki.

Cara Memilih Sepatu Jalan yang Cocok untuk Kaki Lebar
1. Ukur panjang dan lebar kaki terlebih dahulu
Langkah pertama adalah mengetahui ukuran kaki secara akurat. Jangan hanya mengandalkan ukuran sepatu yang biasa dipakai karena bentuk kaki dapat berubah seiring bertambahnya usia, perubahan berat badan, maupun kondisi kesehatan.
Jika mengukur sendiri di rumah, ukur kedua kaki karena salah satunya bisa memiliki ukuran yang sedikit berbeda.
2. Pilih sepatu dengan opsi ukuran wide
Banyak merek kini menyediakan pilihan Wide (W) atau Extra Wide (2E/4E). Model seperti ini dirancang dengan ruang yang lebih lega di bagian depan sehingga jari-jari kaki tidak saling berhimpitan.
Setiap merek memiliki bentuk sepatu yang berbeda, jadi ukuran wide pada satu merek belum tentu sama dengan merek lainnya. Oleh karena itu, selalu coba terlebih dahulu bila memungkinkan.
3. Pastikan toe box cukup luas
Toe box adalah bagian depan sepatu tempat jari-jari kaki berada. Untuk kaki lebar, pilih toe box yang berbentuk lebih membulat atau cenderung kotak agar jari bisa bergerak lebih bebas.
Disarankan agar masih tersedia ruang sekitar 1–1,5 cm antara jari kaki terpanjang dengan ujung sepatu. Ruang ini membantu mengurangi tekanan saat berjalan.
4. Jangan memaksakan sepatu yang terasa sempit
Banyak orang berharap sepatu akan melar setelah dipakai beberapa kali. Padahal, jika sejak awal terasa sempit atau menekan sisi kaki, kemungkinan besar sepatu tersebut memang tidak cocok.
Sepatu yang terlalu sempit dapat meningkatkan risiko lecet, kapalan, bunion, hingga hammer toe jika digunakan terus-menerus.
5. Pilih bahan upper yang fleksibel
Selain ukuran, material bagian atas sepatu juga penting. Bahan mesh, knit, atau kulit yang lentur umumnya lebih mudah mengikuti bentuk kaki dibanding material yang sangat kaku.
Material yang fleksibel juga membantu mengurangi titik tekanan pada sisi kaki ketika digunakan berjalan jauh.
6. Perhatikan bantalan dan penyangga kaki
Sepatu jalan yang baik sebaiknya memiliki bantalan empuk sekaligus penyangga yang stabil. Kombinasi ini membantu menyerap benturan ketika kaki menapak sehingga berjalan terasa lebih nyaman.
Sepatu yang mendukung bentuk alami kaki dapat membantu meminimalkan rasa tidak nyaman, terutama bagi pemilik kaki lebar.
7. Coba sepatu sambil berjalan
Jangan hanya mencobanya dalam posisi berdiri. Berjalan beberapa langkah dapat membantu mengetahui apakah tumit terasa stabil, jari memiliki ruang gerak yang cukup, dan tidak ada bagian sepatu yang menekan kaki.
Jika muncul rasa tidak nyaman sejak pertama kali dicoba, sebaiknya cari model lain daripada berharap sepatu akan terasa lebih longgar setelah dipakai.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa kebiasaan berikut justru membuat kaki cepat pegal meski ukuran sepatu terlihat pas.
- Memilih sepatu hanya berdasarkan panjang kaki.
- Menggunakan sepatu dengan ujung depan yang sempit.
- Membeli sepatu yang terasa sesak dengan harapan akan melar.
- Tidak mengukur kedua kaki sebelum membeli.
- Mengutamakan desain dibanding kenyamanan.