- Retinol dan niacinamide merupakan kandungan skincare populer yang membantu mengatasi tanda penuaan dan warna kulit tidak merata.
- Banyak orang ragu me-layer kedua serum karena khawatir memicu iritasi atau mengurangi efektivitasnya.
- Berikut panduan dokter mengenai apakah retinol dan niacinamide boleh digunakan bersamaan serta cara melayernya dengan aman agar manfaatnya optimal.
Suara.com - Retinol dan niacinamide merupakan kandungan skincare yang populer karena bisa membantu mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari tanda penuaan hingga warna kulit yang tidak merata.
Namun, masih banyak orang yang ragu apakah kedua serum ini boleh digunakan secara bersamaan dalam satu rutinitas skincare.
Sebagian pengguna khawatir me-layer serum retinol dan niacinamide dapat memicu iritasi atau mengurangi efektivitas salah satu kandungan tersebut.
Akibatnya, tak sedikit yang memilih menggunakan keduanya secara terpisah tanpa mengetahui panduan yang tepat.
Kira-kira, bolehkah serum retinol dan niacinamide di-layer dalam satu waktu dan bagaimana cara menggunakannya dengan aman?
Berikut panduan skincare dari dokter berikut agar Anda dapat memperoleh manfaat maksimal tanpa meningkatkan risiko iritasi pada kulit.
Serum Retinol dan Niacinamide Boleh Dilayer?

Menurut Dokter Estetika, dr. Kamila Jaidi, MARS, Dipl. AAAM, retinol dan niacinamide umumnya dapat digunakan dalam rutinitas yang sama alias di-layer.
dr. Kamila Jaidi menyebut bahwa gabungan dua bahan ini merupakan combo skincare malam yang akan membuat kulit glowing dan cerah.
"Ini (niacinamide dan retinol) campuran paling ampuh untuk kamu di malam hari. Retinol akan meregenerasi kulit kamu dan menstimulasi sel-sel yang ada di bawah kulit kamu," jelas dr. Kamila Jadili dalam TikToknya, dilansir pada Senin, 20 Juli 2026.
"Sedangkan niacinamide dia akan mencerahkan dan menyamarkan bekas jerawat. Jadi kebayang kan kalau dua bahan ini digabungin gimana bagusnya. Hasilnya? Kulit halus, cerah, bebas bekas jerawat, dan glowing," lanjutnya.
Lebih lanjut, dr. Kamila Jaidi menjabarkan cara menggunakan serum retinol dan niacinamide secara bersamaan. Kira-kira, yang dipakai retinol atau niacinamide dulu?
Menurut panduan dari dr. Kamila Jaidi, produk yang lebih dulu dipakai adalah retinol. Lalu dilanjutkan dengan niacinamide agar hasil lebih optimal.
Panduan sedikit lebih lengkap diberikan dr. Claudia Christin, MBBS, Ph.D. (Dermatology). Ia menjelaskan urutan pemakaian retinol dan niacinamide bisa berbeda setiap orang, tergantung tujuannya.
"Kalau misalnya kalian mau efek anti aging-nya lebih maksimal, kalian pakai retinolnya duluan. Kalau mau efek soothing (dan) calming-nya lebih besar, kalian pakai niacinamide duluan. Jadi sesuai dengan kebutuhan kulit kalian masing-masing," jelas dr. Claudia Christin.
Apa Kandungan yang Gak Boleh Digabung dengan Retinol?

Retinol merupakan salah satu bahan aktif yang efektif untuk membantu mengatasi tanda penuaan, jerawat, dan hiperpigmentasi.
Namun, karena sifatnya yang cukup kuat, retinol sebaiknya tidak dipakai bersamaan dengan beberapa kandungan skincare lain dalam satu rutinitas agar tidak memicu iritasi atau mengurangi efektivitasnya.
Merangkum Good Housekeeping dan Verywell Health, berikut beberapa kandungan yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan retinol:
1. AHA (Alpha Hydroxy Acid)
AHA, seperti glycolic acid dan lactic acid, bekerja mengangkat sel kulit mati melalui eksfoliasi kimia. Jika digunakan bersamaan dengan retinol pada waktu yang sama, kombinasi ini dapat meningkatkan risiko kulit menjadi kering, kemerahan, mengelupas, dan iritasi karena keduanya sama-sama mempercepat regenerasi kulit. Sebaiknya gunakan AHA dan retinol pada malam yang berbeda atau secara bergantian.
2. BHA (Beta Hydroxy Acid)
BHA, seperti salicylic acid, juga termasuk eksfoliator yang dapat membuat kulit lebih sensitif bila dipadukan dengan retinol dalam satu waktu.
Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan bersamaan berisiko menyebabkan over-exfoliation, sehingga lebih aman dipakai pada hari atau waktu yang berbeda.
3. Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide merupakan bahan aktif untuk mengatasi jerawat, tetapi penggunaannya bersamaan dengan retinol tidak dianjurkan.
Selain berpotensi membuat kulit sangat kering dan iritasi, benzoyl peroxide juga dapat mengurangi efektivitas retinol karena dapat mengoksidasinya.
Jika keduanya diperlukan, gunakan benzoyl peroxide pada pagi hari dan retinol pada malam hari atau sesuai anjuran dokter kulit.
4. Vitamin C (terutama L-ascorbic acid)
Vitamin C dan retinol sama-sama merupakan bahan aktif yang kuat. Banyak ahli menyarankan untuk tidak melayer keduanya dalam satu rutinitas, terutama bagi pemula atau pemilik kulit sensitif, karena dapat meningkatkan risiko iritasi.
Cara yang lebih aman adalah menggunakan vitamin C pada pagi hari sebagai antioksidan, sedangkan retinol digunakan pada malam hari.
5. Produk eksfoliasi lain (scrub atau peeling)
Selain AHA dan BHA, hindari menggunakan scrub wajah atau peeling eksfoliasi bersamaan dengan retinol. Kombinasi terlalu banyak bahan yang mengangkat sel kulit mati dapat merusak skin barrier, membuat kulit terasa perih, mengelupas, dan lebih sensitif terhadap sinar matahari.
6. Retinoid lain
Hindari menggunakan dua produk yang sama-sama mengandung retinoid, seperti retinol, retinal, tretinoin, atau adapalene, dalam satu rutinitas kecuali atas anjuran dokter.
Penggunaan bersamaan tidak selalu meningkatkan hasil, tetapi justru dapat memperbesar risiko iritasi, kulit kering, dan kemerahan.