Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya

Nur Khotimah

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:48 WIB
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya
Hari Anak Nasional 2026. (Instagram/kemenpppa)
baca 10 detik
  • Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli, dan pada tahun 2026 jatuh pada Kamis, 23 Juli 2026.
  • Meski diperingati setiap tahun pada tanggal yang sama, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa 23 Juli dipilih sebagai Hari Anak Nasional.
  • Simak penjelasan mengenai sejarah penetapan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional beserta makna penting di balik peringatannya.

Suara.com - Hari Anak Nasional (HAN) merupakan salah satu peringatan penting di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Pada tahun 2026, Hari Anak Nasional jatuh pada Kamis, 23 Juli 2026, dan kembali menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap pemenuhan hak serta perlindungan anak.

Meski diperingati setiap tahun pada tanggal yang sama, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa 23 Juli dipilih sebagai Hari Anak Nasional.

Di balik penetapan tanggal tersebut, terdapat sejarah dan pertimbangan penting yang berkaitan dengan upaya perlindungan serta kesejahteraan anak di Indonesia.

Memahami sejarah Hari Anak Nasional tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu masyarakat memahami makna peringatan tersebut.

Dengan mengetahui latar belakangnya, diharapkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak dapat terus ditingkatkan.

Sejarah Hari Anak Nasional, Kenapa Tanggal 23 Juli?

Hari Anak Nasional 2026. (Instagram/kemenpppa)
Hari Anak Nasional 2026. (Instagram/kemenpppa)

Lantas, kenapa Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli? Sejarah Hari Anak Nasional tidak lepas dari lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan tanggal pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang kemudian ditetapkan secara resmi sebagai Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984.

Sejak ditetapkannya Hari Anak Nasional, pemerintah terus mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak melalui berbagai kegiatan setiap tahunnya.

baca juga

Dalam Pedoman Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kemen PPPA menegaskan bahwa peringatan ini menjadi momentum nasional untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak.

Tujuannya, agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Tema dan Logo Hari Anak Nasional 2026

Logo Hari Anak Nasional 2026. [kemenpppa.go.id]
Logo Hari Anak Nasional 2026. [kemenpppa.go.id]

Tema dan logo Hari Anak Nasional (HAN) 2026 telah ditetapkan secara resmi oleh Kemen PPPA sebagai identitas peringatan HAN ke-42.

Keduanya menjadi pedoman bagi pemerintah, sekolah, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak serta perlindungan anak.

Pada tahun 2026, Kemen PPPA mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".

Tema ini mengandung pesan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.

Melalui tema tersebut, pemerintah juga menggaungkan Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak.
Gerakan ini mengintegrasikan berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, mulai dari pencegahan kekerasan, penguatan peran keluarga, keamanan di ruang digital, hingga peningkatan partisipasi anak dalam kehidupan bermasyarakat.

Logo Hari Anak Nasional 2026 juga sarat makna.

Elemen utama berupa tiga anak yang memegang Bendera Merah Putih melambangkan bahwa setiap anak Indonesia, termasuk anak penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk bermimpi, berkembang, dan meraih masa depan dengan dukungan keluarga, masyarakat, serta negara.

Warna merah dan putih pada logo merepresentasikan semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong dalam mewujudkan Indonesia yang ramah anak.

Sementara itu, garis-garis pada logo menggambarkan perjalanan tumbuh kembang anak yang membutuhkan perlindungan, pendampingan, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat agar mereka dapat berkembang secara optimal.

Melalui tema dan logo Hari Anak Nasional 2026, Kemen PPPA berharap peringatan HAN tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan semakin banyak ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hak Anak Tak Hanya Pendidikan dan Gizi, Ruang Bermain Aman Juga Penting

Hak Anak Tak Hanya Pendidikan dan Gizi, Ruang Bermain Aman Juga Penting

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:36 WIB

Apa Tema dan Logo Hari Anak Nasional 2026? Simak Filosofi dan Makna di Baliknya

Apa Tema dan Logo Hari Anak Nasional 2026? Simak Filosofi dan Makna di Baliknya

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 11:57 WIB

Kapan Hari Anak Nasional 2026? Ini Tanggal dan Sejarah Peringatannya

Kapan Hari Anak Nasional 2026? Ini Tanggal dan Sejarah Peringatannya

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×