“Kami menemukan bahwa rumah tangga dengan diet kaya akan daging juga cenderung lebih bereaksi terhadap tampilan label karbon, menunjukkan bahwa informasi lebih lanjut kepada kelompok ini tentang dampak emisi dari pilihan makanan mereka dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan,” ungkap Peneliti dari Universitas Trento, Dr. Carlo Frezzi.
Perlu digarisbawahi bahwa sektor pangan menyumbang lebih dari sepertiga total emisi gas rumah kaca secara global, meliputi proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen.
Karena itulah, penting sekali untuk mengubah perilaku konsumen melalui pelabelan dan kebijakan harga. Dengan langkah ini dinilai efektif untuk menekan emisi dari sektor pangan.
Penulis: Chairunisa