-
Taiwan Buka Beasiswa Mandarin satu tahun untuk lulusan SMA asal Indonesia.
-
Penerima Taiwan Buka Beasiswa berhak memperoleh uang saku bulanan Rp15 juta.
-
Pendaftaran Taiwan Buka Beasiswa dibuka TETO setiap periode Februari hingga Maret.
Suara.com - Taipei Economic and Trade Office (TETO) membuka beasiswa bahasa Mandarin dan kesempatan belajar langsung di Taiwan selama satu tahun bagi pelajar Indonesia. Beasiswa ini sudah mencakup uang saku serta biaya hidup di Taiwan.
Pengumuman ini disampaikan oleh Education Division TETO Indonesia, Meichi Shih, saat konferensi pers pameran pendidikan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Meichi mengatakan Pemerintah Taiwan setiap tahun membuka peluang beasiswa bahasa Mandarin bagi lulusan SMA atau sederajat dengan mendaftar langsung melalui TETO.
"Beasiswa ini bisa langsung daftar melalui TETO, periode Februari sampai Maret setiap tahun," papar Meichi.
Menurut Meichi, syarat memperoleh beasiswa ini terbilang sederhana, yakni berusia minimal 18 tahun, memiliki ijazah SMA atau sederajat, serta menulis surat motivasi untuk mendaftar beasiswa. Bahkan, kesempatan ini tetap terbuka bagi pelajar yang belum menguasai bahasa Mandarin.
![Education Division TETO Indonesia, Meichi Shih, saat konferensi pers pameran pendidikan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 Jakarta. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/28/22463-education-division-teto-indonesia-meichi-shih-saat-konferensi-pers-pameran-pendidikan-thefi-2026.jpg)
"Tidak perlu bisa bahasa Mandarin. Namun setelah menyelesaikan program belajar bahasa Mandarin selama satu tahun, penerima beasiswa wajib mengikuti tes TOCFL (Test of Chinese as a Foreign Language) dan lulus minimal level Band B," terang Meichi.
Tidak hanya itu, setelah dinyatakan sebagai penerima beasiswa, pelajar Indonesia juga akan menerima uang saku bulanan sebesar 28.000 NTD (dolar Taiwan).
"Melalui beasiswa bahasa Mandarin selama satu tahun ini, pelajar akan menerima 28.000 NTD atau sekitar Rp15 juta hingga Rp16 juta setiap bulan. Dana tersebut sudah mencakup biaya belajar dan biaya hidup," tambah Meichi.
Ia menambahkan, program beasiswa bahasa Mandarin ini juga mewajibkan peserta mengikuti perkuliahan di pusat-pusat bahasa yang berada di berbagai universitas di Taiwan.
"Ada juga peraturan bahwa setiap minggu peserta harus mengikuti kelas minimal 15 jam. Lokasi belajar bahasa Mandarin tersebar di berbagai universitas di Taiwan yang memiliki pusat bahasa," ujar Meichi.
Sebagai catatan, Taiwan juga menawarkan berbagai program beasiswa jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor di sejumlah perguruan tinggi. Pada tahun ajaran 2025, jumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Taiwan mencapai 13.957 orang.
Berbagai informasi mengenai beasiswa maupun program studi unggulan di Taiwan dapat diperoleh para orang tua dan pelajar dengan mengunjungi Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI).
THEFI 2026 akan digelar di lima kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Pameran di Jakarta akan berlangsung di Pullman Central Park Hotel pada 1 Agustus, Bandung di Hilton Hotel pada 2 Agustus.
Selanjutnya, pameran di Semarang akan digelar di Summerset Hotel pada 4 Agustus, Surabaya di Sheraton Hotel pada 6–7 Agustus, dan Medan di Grand Mercure Hotel pada 9 Agustus 2026.
Sebanyak 65 perguruan tinggi dari Taiwan dipastikan berpartisipasi dalam pameran pendidikan ini dengan menghadirkan lebih dari 180 delegasi, yang terdiri atas rektor, wakil rektor, dekan, dosen, direktur, hingga pejabat divisi hubungan internasional dari masing-masing universitas.