- Direktur Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyatakan bahwa kesuksesan bisnis jangka panjang membutuhkan kebiasaan harian yang konsisten.
- Pengusaha harus menetapkan prioritas harian, terus belajar, membangun hubungan tulus, menjaga konsistensi, serta menghargai setiap kemajuan kecil.
- Penerapan kebiasaan sederhana tersebut membantu pengusaha mempertahankan keberhasilan bisnis di tengah dinamika dunia kewirausahaan yang berkembang pesat.
Suara.com - Kesuksesan dalam membangun bisnis tidak selalu lahir dari keputusan besar atau strategi yang rumit. Justru, pertumbuhan jangka panjang kerap dimulai dari kebiasaan sederhana yang dijalankan secara konsisten.
Mulai dari menetapkan tujuan setiap pagi, terus belajar, hingga menjaga hubungan dengan pelanggan dan rekan kerja, disiplin sehari-hari menjadi modal penting bagi seorang pengusaha.
Direktur & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan dunia kewirausahaan kini berkembang pesat.
Banyak orang mulai mengubah passion menjadi peluang bisnis sekaligus mencari kebebasan untuk menentukan masa depan sendiri. Namun, menurutnya, optimisme saja tidak cukup.
“Para pengusaha yang berhasil adalah mereka yang mampu menerjemahkan tujuan besar menjadi disiplin yang dilakukan setiap hari. Inilah kebiasaan yang berulang kali saya lihat pada orang-orang yang tidak hanya mampu memulai dengan baik, tetapi juga mampu mempertahankan keberhasilan mereka,” ujar Oktrianto.
Berikut lima kebiasaan yang dapat membantu pengusaha membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
1. Memulai Hari dengan Prioritas yang Jelas
Kesibukan sering membuat pengusaha kehilangan fokus. Karena itu, menentukan tujuan sejak awal hari menjadi langkah penting. Oktrianto menyarankan untuk menuliskan tiga prioritas utama sebelum mulai bekerja.
“Kemudian berkomitmen untuk menyelesaikannya sebelum tengah hari,” jelasnya.
Cara sederhana ini dapat membantu pengusaha menghindari distraksi dan memastikan energi digunakan untuk pekerjaan yang benar-benar mendukung tujuan bisnis.
2. Jangan Pernah Berhenti Belajar
Perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan persaingan bisnis menuntut pengusaha untuk terus beradaptasi. Rasa ingin tahu menjadi salah satu kunci agar seseorang tidak tertinggal.
Menurut Oktrianto, proses belajar dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari mengikuti pelatihan, belajar dari mentor, membaca, hingga mendengarkan ide baru. Ia menyarankan menyediakan waktu khusus, bahkan sekitar 30 menit setiap minggu, untuk mempelajari sesuatu yang dapat memperkuat bisnis.
3. Bangun Hubungan, Bukan Sekadar Transaksi
Bisnis yang sehat tidak hanya bergantung pada produk atau penjualan, tetapi juga kepercayaan. Karena itu, pengusaha perlu membangun hubungan yang tulus dengan pelanggan, mitra, dan tim.
“Ketika kita mengutamakan hubungan sebelum transaksi, kita membangun loyalitas yang dapat bertahan jauh lebih lama daripada satu kali penjualan,” kata Oktrianto.
Ia menyarankan pengusaha meluangkan waktu untuk sekadar menghubungi klien, mitra, atau rekan kerja. Percakapan sederhana dapat memperkuat hubungan sekaligus membangun komunitas yang saling mendukung.
4. Tetap Konsisten Saat Situasi Sulit
Setiap bisnis pasti menghadapi masa naik dan turun. Penjualan dapat melambat, kepercayaan diri menurun, atau rencana yang telah dibuat harus berubah.
Oktrianto menekankan bahwa konsistensi bukan berarti bekerja tanpa henti. Konsistensi berarti tetap memenuhi komitmen dan melanjutkan langkah meskipun situasi terasa tidak nyaman.
Ia menyarankan pengusaha mencatat aktivitas mingguan, seperti komunikasi dengan calon pelanggan, pertemuan, maupun pencapaian tertentu. Dengan begitu, fokus tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan upaya yang telah dilakukan.
5. Hargai Setiap Kemajuan Kecil
Pengusaha sering terlalu fokus pada target besar hingga lupa melihat perkembangan yang telah dicapai. Padahal, mengapresiasi kemajuan kecil dapat menjaga motivasi dan menumbuhkan rasa syukur.
Pada akhir pekan, pengusaha dapat mencatat satu pencapaian dan satu pelajaran yang diperoleh. Kebiasaan tersebut membantu melihat perjalanan bisnis secara lebih utuh.
Menurut Oktrianto, pengusaha masa kini semakin beragam, melek teknologi, dan memiliki tujuan yang kuat. Namun, fondasi kesuksesan jangka panjang tetap sama.
“Konsistensi, rasa ingin tahu, dan kemampuan membangun hubungan bukan sekadar strategi bisnis, tetapi merupakan fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang,” pungkasnya.
Pada akhirnya, kesuksesan bisnis tidak dibangun dalam sehari. Kemajuan lahir dari langkah-langkah kecil yang terus dilakukan dengan tujuan yang jelas.