- Saat hujan jarang turun dan terjadi kekeringan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan ikhtiar, salah satunya melalui salat Istisqa untuk memohon hujan.
- Salat Istisqa memiliki ketentuan waktu dan tata cara tertentu yang dalam beberapa bagian menyerupai salat Idulfitri.
- Muncul pertanyaan apakah salat Istisqa harus dilakukan berjamaah atau boleh sendiri. Artikel ini membahas hukum dan tata caranya.
Suara.com - Ketika hujan jarang turun dan kondisi mulai terasa kering, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa serta melakukan ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT.
Salah satu bentuk ibadah yang dikenal dalam Islam untuk memohon turunnya hujan adalah salat meminta hujan atau salat Istisqa.
Salat Istisqa biasanya dilakukan ketika terjadi kekeringan atau sumber air mulai berkurang sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air semakin mendesak.
Pelaksanaannya juga memiliki sejumlah ketentuan, mulai dari waktu hingga tata cara salat yang menyerupai salat Idulfitri dalam beberapa bagian.
Namun, muncul pertanyaan apakah seseorang yang ingin memohon hujan harus mengikuti salat Istisqa secara berjamaah atau boleh melakukannya seorang diri.
Lantas, apakah salat Istisqa boleh dilakukan sendiri dan bagaimana tata cara salatnya? Berikut penjelasannya.
![Ribuan Pelajar di Aceh Besar Salat Istisqa. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/07/83932-salat-istisqa.jpg)
Apa Arti Istisqa dan Apa Saja Macamnya?
Secara bahasa, istisqa berarti meminta air, sedangkan secara istilah syariat berarti permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar diturunkan hujan ketika membutuhkannya, misalnya saat terjadi kekeringan panjang atau sumber air berkurang.
Istisqa tidak selalu berarti melaksanakan salat khusus. Dalam penjelasan NU Online, terdapat tiga cara melakukan istisqa, yaitu sebagai berikut:
1. Berdoa Meminta Hujan
Cara pertama adalah berdoa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Doa ini dapat dilakukan sendirian maupun secara berjamaah serta tidak dibatasi oleh tempat dan waktu tertentu.
Dengan demikian, seseorang yang berada di rumah pun tetap dapat melakukan istisqa dalam bentuk doa tanpa harus pergi ke lapangan untuk mengikuti salat berjamaah.
2. Berdoa Setelah Salat
Cara kedua adalah memanjatkan doa meminta hujan setelah melaksanakan salat, baik salat wajib maupun salat sunnah. Doa istisqa juga dapat disampaikan dalam kesempatan seperti khutbah Jumat.
3. Salat Istisqa Disertai Doa
Cara ketiga adalah melaksanakan salat Istisqa, yaitu salat sunnah khusus untuk memohon hujan yang disertai doa dan khutbah. Cara ketiga ini disebut sebagai bentuk istisqa yang paling utama dalam penjelasan Rumah Fiqih.
Apakah Salat Istisqa Boleh Dilakukan Sendiri?
Salat Istisqa pada dasarnya disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah, bahkan NU Online menjelaskan bahwa salat ini hendaknya dilaksanakan bersama masyarakat di lapangan. Hukumnya disebut sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.
Namun, hal tersebut berbeda dengan doa istisqa. Memohon hujan dengan berdoa saja boleh dilakukan secara sendirian, baik di rumah maupun di masjid, sehingga orang yang tidak mengikuti pelaksanaan salat Istisqa berjamaah tetap dapat memohon hujan kepada Allah SWT.
Jadi, jika yang dimaksud adalah salat Istisqa secara khusus, pelaksanaannya lebih utama dilakukan berjamaah.
Sementara jika seseorang ingin melakukan istisqa dalam bentuk doa, hal tersebut boleh dilakukan sendiri dan tidak terikat tempat maupun waktu tertentu.
![Ustad Abu Bakar Baasyir dan ribuan santri Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo saat menggelar salat istisqa, Kamis (12/10/2023). [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/10/12/79678-salat-istisqa.jpg)
Kapan Waktu Pelaksanaan Salat Istisqa?
Mengenai waktunya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada pendapat yang menyamakannya dengan waktu salat Idulfitri, yaitu sejak matahari terbit hingga masuk waktu Zuhur, ada yang memperpanjang hingga masuk waktu Asar, dan ada pula pendapat yang tidak membatasi salat Istisqa pada waktu tertentu.
Menurut NU Online, pendapat yang menyatakan salat Istisqa boleh dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, kecuali waktu-waktu yang dimakruhkan.
Meski demikian, pelaksanaan salat Istisqa secara umum dianjurkan dilakukan pada siang hari dan secara berjamaah di tempat terbuka.
Tata Cara Salat Istisqa
Merangkum laman resmi Kementerian Agama RI dan BAZNAS, salat Istisqa dikerjakan dua rakaat dan tata caranya menyerupai salat Idulfitri.
Dalam pendapat mazhab Syafi'i dan Hanbali, terdapat tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah.
Berikut tata caranya:
- Rakaat Pertama
- Berniat salat Istisqa karena Allah SWT.
- Melakukan takbiratul ihram.
- Membaca takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca Al-Fatihah.
- Membaca Al-Fatihah, kemudian membaca surah Al-Qur'an.
- Melanjutkan gerakan salat seperti biasa hingga rakaat pertama selesai.
- Rakaat Kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Membaca takbir sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah.
- Membaca Al-Fatihah, kemudian membaca surah Al-Qur'an.
- Melanjutkan gerakan salat hingga salam.
Panduan di laman Rumah Fiqih menjelaskan bahwa bacaan imam dalam salat Istisqa dilakukan dengan suara jahr atau dikeraskan. Setelah salat, terdapat anjuran untuk menyampaikan khutbah dan memperbanyak doa meminta hujan.
Dalam pelaksanaan yang mengikuti pendapat Syafi'iyah, khutbah dapat dilakukan dua kali, dengan istighfar sebagai bagian pembuka khutbah dan memperbanyak doa pada khutbah kedua.
Khatib juga dianjurkan menghadap kiblat dan membalikkan selendang ketika berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam sumber-sumber fikih tersebut.
Bacaan Niat Salat Istisqa
Niat salat Istisqa dapat dilafalkan sebagai berikut:
Ushalli sunnatal istisqa’i rak‘ataini imaman/makmuman lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku menyengaja salat sunnah minta hujan dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah SWT."
Doa Meminta Hujan Setelah Salat Istisqa
Menurut panduan Rumah Fiqih, salah satu doa yang diriwayatkan dalam pelaksanaan istisqa adalah:
Allahummasqina ghaitsan mughitsan, mari'an thabaqan, mari'an ghadaqan, 'ajilan ghaira raits
Artinya: "Ya Allah berilah kami hujan yang menolong, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman dan segera tanpa ditunda-tunda."
Doa tersebut merupakan salah satu doa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW dalam konteks memohon hujan. Selain itu, terdapat beberapa doa istisqa lain yang dapat dipanjatkan sesuai tuntunan yang digunakan.
Dengan demikian, salat Istisqa lebih utama dilaksanakan secara berjamaah, sedangkan memohon hujan melalui doa dapat dilakukan sendiri.