Sepatu Nike Pegasus 41 Cocok Buat Lari Apa? Pelari Tokyo Marathon Ungkap Pengalamannya

Farah Nabilla

Senin, 31 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Sepatu Nike Pegasus 41 Cocok Buat Lari Apa? Pelari Tokyo Marathon Ungkap Pengalamannya
Sepatu Nike Pegasus 41 (Nike)
baca 10 detik
  • Nike Pegasus 41 adalah sepatu daily trainer non-carbon serbaguna yang dirancang untuk mendukung berbagai jenis latihan lari harian.
  • Pelari Nathania Lukman menyatakan sepatu berbobot sekitar 297 gram ini sangat nyaman digunakan untuk easy run hingga speed session.
  • Sepatu ini dilengkapi dengan midsole ReactX foam serta dua unit Air Zoom guna memberikan kenyamanan dan responsivitas optimal.

Sebagai daily trainer non-carbon, Pegasus 41 tidak dibuat hanya untuk mengejar performa saat lomba. Justru karakter serbagunanya membuat sepatu ini dapat digunakan dalam rutinitas latihan.

Nike membekali Pegasus 41 dengan full-length ReactX foam dan dua Air Zoom unit. Nike mengklaim ReactX memberikan responsivitas lebih tinggi dibandingkan teknologi React sebelumnya.

Nathania juga menilai sepatu ini ringan ketika digunakan berlari.

"Light weight," ujarnya singkat saat menggambarkan salah satu hal yang ia rasakan dari Pegasus 41.

Perlu dicatat, bobot resmi Nike untuk Pegasus 41 pria ukuran UK 9 adalah sekitar 297 gram. Jadi, istilah "light weight" dalam pengalaman Nathania sebaiknya dipahami sebagai sensasi ringan ketika dipakai berlari, bukan berarti sepatu ini termasuk salah satu model paling ringan di pasaran.

3. Speed Session
Menariknya, Nike Pegasus 41 juga bisa digunakan untuk speed session.

Hal ini menjadi salah satu poin yang disoroti Nathania. Ia mengatakan Pegasus 41 mampu "ngangkat" dan mengikuti cadence-nya ketika melakukan sesi lari cepat.

"Pas speed session juga bisa ngangkat dan ngikutin cadence aku," kata Nathania.

Karakter ini didukung oleh kombinasi ReactX foam dan Air Zoom pada Pegasus 41. Nike menyebut perpaduan tersebut menghasilkan responsive ride untuk lari di jalan.

baca juga

Namun, kemampuan melakukan speed session bukan berarti Pegasus 41 merupakan sepatu khusus untuk lomba atau race day. Karakter utamanya tetap sebagai daily trainer.

Bahkan, sejumlah pengujian independen memberikan catatan berbeda mengenai kemampuan Pegasus 41 saat dipakai untuk mengejar pace tinggi. Doctors of Running menemukan sepatu ini terasa lebih baik pada pace mudah dan lari panjang, sedangkan bobot dan konstruksinya dapat membuatnya terasa kurang gesit ketika pace dinaikkan.

Artinya, pengalaman setiap pelari bisa berbeda. Bagi Nathania, Pegasus 41 cukup responsif untuk mengikuti cadence ketika melakukan speed session, tetapi pelari lain mungkin lebih menyukai sepatu yang memang dirancang khusus untuk latihan kecepatan.

4. Long Run
Nike Pegasus 41 juga masih bisa digunakan untuk long run, terutama bagi pelari yang menyukai sensasi pijakan yang tidak terlalu lembek.

Doctors of Running menemukan Pegasus 41 terasa baik ketika digunakan untuk lari yang lebih mudah dan panjang. Namun, peningkatan bobot dibandingkan generasi sebelumnya membuat sepatu ini kurang ideal untuk sesi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Karakter tersebut membuat Pegasus 41 lebih cocok ditempatkan sebagai sepatu latihan serbaguna daripada sepatu khusus long run dengan bantalan maksimal.

5. Lari 5K dan 10K
Untuk pelari yang sedang mempersiapkan 5K atau 10K, Nike Pegasus 41 juga dapat digunakan sebagai sepatu latihan.

Sepatu ini bisa menemani easy run, daily run, hingga beberapa sesi latihan dengan pace lebih tinggi. Fleksibilitas tersebut membuat pelari tidak selalu harus berganti sepatu setiap kali jenis latihannya berubah.

Untuk lomba sendiri, keputusan kembali pada preferensi pelari. Jika target utamanya adalah mengejar waktu terbaik, sepatu dengan konstruksi yang lebih berorientasi pada race day bisa memberikan karakter yang berbeda.

Nike Pegasus 41 Bukan Sepatu Carbon Plate

Salah satu hal yang menarik dari pengalaman Nathania adalah penyebutan "daily trainer non-carbon". Nike Pegasus 41 memang bukan sepatu lari dengan carbon plate. Konstruksinya mengandalkan ReactX foam dan Air Zoom unit di bagian forefoot serta heel. 

Hal ini membuat Pegasus 41 berada pada kategori yang berbeda dari sepatu super shoe yang umumnya dirancang untuk membantu performa pada pace lomba.

Keuntungan sepatu non-carbon seperti Pegasus 41 adalah karakter penggunaannya yang lebih fleksibel untuk latihan sehari-hari. Pelari dapat menggunakannya untuk membangun volume latihan tanpa harus selalu memakai sepatu khusus lomba.

Lace Nike Pegasus 41 Mudah Dipakai

Selain karakter foam dan performa ketika berlari, Nathania juga menyoroti bagian tali sepatu. Menurutnya, lace Nike Pegasus 41 tidak ribet ketika menggunakan runner's knot.

"Lace-nya juga nggak ribet kalau pakai runner knot," ujar Nathania.

Runner's knot atau heel lock merupakan teknik mengikat tali sepatu yang dapat membantu mengunci tumit agar tidak mudah bergerak di dalam sepatu.

Bagi pelari yang terbiasa menggunakan teknik tersebut, sistem tali yang mudah disesuaikan tentu menjadi nilai tambah karena membantu mendapatkan lockdown sesuai kebutuhan.

Nike sendiri menggunakan sistem Dynamic Midfoot Fit pada Pegasus 41, dengan tali yang terhubung ke bagian internal yang membungkus area tengah kaki untuk membantu memberikan rasa aman ketika digunakan berlari.

Spesifikasi Nike Pegasus 41

Sebagai gambaran, berikut beberapa spesifikasi utama Nike Pegasus 41:

Kategori: sepatu road running/daily trainer
Midsole: ReactX foam
Air unit: Dual Air Zoom pada forefoot dan heel
Upper: engineered mesh
Outsole: Waffle-inspired rubber
Heel-to-toe drop: 10 mm
Bobot: sekitar 297 gram untuk ukuran pria UK 9
Carbon plate: tidak ada

Nike menyebut upper engineered mesh pada Pegasus 41 dibuat lebih ringan dan breathable. Sementara outsole Waffle-inspired dirancang untuk memberikan traksi sekaligus fleksibilitas ketika digunakan di jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

6 Sepatu Lari Stylish untuk Nongkrong, Cocok Dipadukan dengan Berbagai Outfit

6 Sepatu Lari Stylish untuk Nongkrong, Cocok Dipadukan dengan Berbagai Outfit

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:10 WIB

5 Sepatu Lari dengan Grip Outsole Terbaik agar Tidak Licin di Aspal Basah

5 Sepatu Lari dengan Grip Outsole Terbaik agar Tidak Licin di Aspal Basah

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Nike Pegasus Vs Adidas Ultraboost, Mana yang Lebih Mantap untuk Lari?

Nike Pegasus Vs Adidas Ultraboost, Mana yang Lebih Mantap untuk Lari?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:16 WIB

5 Sepatu Lari Lokal dengan Midsole Empuk untuk Daily Run, Ada yang Bisa Meningkatkan Pace

5 Sepatu Lari Lokal dengan Midsole Empuk untuk Daily Run, Ada yang Bisa Meningkatkan Pace

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×