Gaya Hidup Berkelanjutan Mulai Dilirik, Brand Ramah Lingkungan Punya Peluang Besar di Indonesia

Dinda Rachmawati

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Gaya Hidup Berkelanjutan Mulai Dilirik, Brand Ramah Lingkungan Punya Peluang Besar di Indonesia
Gaya Hidup Berkelanjutan Mulai Dilirik, Brand Ramah Lingkungan Punya Peluang Besar di Indonesia (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Blibli Tiket Action menggelar Langkah Membumi Market 2026 untuk mempertemukan konsumen dengan produk ramah lingkungan.
  • Riset Katadata Insight Center mencatat 37 persen konsumen Indonesia belum membeli karena produk berkelanjutan sulit ditemukan.
  • Penyelenggaraan acara tahun lalu mencatat peningkatan nilai transaksi hingga dua kali lipat dari lebih empat puluh tenant.

Suara.com - Kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan perlahan mulai mengubah cara orang memilih produk. Jika sebelumnya pertimbangan harga, fungsi, dan tren menjadi faktor utama saat berbelanja, kini semakin banyak konsumen yang mulai melihat cerita di balik sebuah produk, termasuk bagaimana produk tersebut dibuat dan dampak yang ditinggalkannya terhadap lingkungan.

Fenomena ini ikut mendorong munculnya berbagai brand yang membawa prinsip keberlanjutan dalam produk mereka. Mulai dari fesyen berbahan daur ulang, peralatan rumah tangga dengan material ramah lingkungan, hingga produk yang mengusung konsep ekonomi sirkular.

Namun, ketertarikan terhadap produk berkelanjutan ternyata belum selalu berujung pada transaksi. Riset Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan, 37 persen konsumen Indonesia belum pernah membeli produk berkelanjutan. Salah satu persoalannya bukan karena mereka tidak peduli terhadap lingkungan, melainkan karena produk-produk tersebut masih relatif sulit ditemukan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tantangan industri keberlanjutan bukan semata bagaimana membuat masyarakat tertarik, tetapi juga bagaimana mempertemukan konsumen dengan produk yang sesuai dengan nilai yang mereka yakini.

Bagi konsumen, pengalaman melihat dan berinteraksi langsung dengan sebuah brand juga menjadi bagian penting. Mereka bisa mengetahui cerita di balik produk, memahami proses pembuatannya, sekaligus melihat nilai yang ingin dibawa oleh sebuah usaha.

Ruang temu seperti ini kemudian menjadi semakin relevan. Melalui Langkah Membumi, Blibli Tiket Action kembali menghadirkan Langkah Membumi Market (LMM) pada 2026. Kehadirannya menjadi salah satu ruang yang mempertemukan responsible brands dengan konsumen, komunitas, kreator, media, hingga mitra strategis.

Konsep tersebut tidak hanya menawarkan tempat bagi brand untuk memperkenalkan produknya. Berbagai kegiatan seperti workshop dan talkshow juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi.

Bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang keberlanjutan, kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi penting untuk membangun pemahaman mengenai produk mereka.

Hal itu dirasakan Joko Santoso, CEO dan Co-Founder Ulur Wiji, salah satu brand yang pernah berpartisipasi dalam Langkah Membumi. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan visi brand yang dibangunnya.

baca juga

"Kami happy sekali karena acara Langkah Membumi ini selaras dengan visi kami di Ulur Wiji. Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, akan semakin aware terhadap isu-isu lingkungan, global warming, dan sampah," ujar Joko.

Ulur Wiji sendiri menjadi salah satu contoh brand yang membawa isu lingkungan lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Di ekosistem yang sama, terdapat pula sejumlah brand dengan pendekatan berbeda, seperti Dopper yang menghadirkan tumbler berbahan recycled material, ChopValue yang mengolah sumpit bekas menjadi perabot dan interior, serta Demibumi dengan produk-produk yang dikurasi untuk mengurangi penggunaan plastik.

Ada pula 180 Degrees yang menghadirkan lini pakaian berbahan daur ulang hingga Pala Nusantara yang memanfaatkan bahan alam dan material hasil daur ulang sampah plastik untuk produk aksesori jam tangan.

Kehadiran beragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup berkelanjutan tidak harus selalu identik dengan sesuatu yang rumit. Pilihan sehari-hari seperti pakaian, perlengkapan rumah, aksesori, hingga barang yang digunakan berulang kali pun dapat menjadi bagian dari perubahan.

Pengalaman Langkah Membumi Market sebelumnya juga memperlihatkan adanya minat terhadap produk-produk tersebut. Tahun lalu, lebih dari 40 tenant terkurasi ikut ambil bagian dan nilai transaksi tercatat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlahan mulai bergerak dari sekadar wacana menuju keputusan konsumsi.

Pada akhirnya, perjalanan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan memang tidak harus dimulai dari perubahan besar. Bisa saja berawal dari keputusan sederhana untuk mengenal, menemukan, kemudian memilih produk yang nilai dan prosesnya terasa lebih bertanggung jawab.

Ketika semakin banyak brand berani menawarkan solusi dan semakin mudah masyarakat menemukan pilihan tersebut, gaya hidup berkelanjutan pun berpeluang menjadi bagian yang lebih natural dari keseharian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jualan Online Sepi? Pakai 4 Strategi 'Grilya' Ini Biar Laris Manis di E-Commerce

Jualan Online Sepi? Pakai 4 Strategi 'Grilya' Ini Biar Laris Manis di E-Commerce

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Buttonscarves hingga Benang Jarum Diserbu! Simak Kesuksesan Modinity Warehouse Sale 2026

Buttonscarves hingga Benang Jarum Diserbu! Simak Kesuksesan Modinity Warehouse Sale 2026

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×