Apa Penyebab Rem Hidrolik Sepeda Gunung Blong? Ini 8 Cara Bleeding

Ruth Meliana

Kamis, 03 September 2026 | 11:35 WIB
Apa Penyebab Rem Hidrolik Sepeda Gunung Blong? Ini 8 Cara Bleeding
ilustrasi sepeda gunung (magnific)
baca 10 detik
  • Rem hidrolik sepeda gunung dapat mengalami blong akibat udara, minyak terkontaminasi, kebocoran, atau keausan komponen.
  • Proses bleeding dilakukan untuk mengeluarkan udara dan mengganti minyak rem agar sistem pengereman berfungsi optimal.
  • Perawatan berkala dan penggantian minyak rem setiap satu hingga dua tahun mencegah kerusakan sistem pengereman.

Suara.com - Rem hidrolik sepeda gunung sering menjadi andalan para rider karena daya pengereman yang kuat dan responsif. Namun, banyak yang mengalami masalah saat tuas rem terasa empuk atau “blong”, di mana pengereman jadi kurang maksimal bahkan berbahaya di jalur menanjak atau menurun.

Kondisi tersebut bisa muncul tiba-tiba setelah perjalanan jauh atau setelah sepeda disimpan cukup lama. Masalah rem blong tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan.

Rem hidrolik bekerja dengan prinsip tekanan cairan di dalam sistem tertutup. Ketika tekanan tersebut terganggu, performa pengereman langsung menurun drastis. Oleh karena itu, memahami penyebabnya menjadi langkah penting sebelum melakukan perbaikan.

Di kalangan komunitas sepeda gunung, keluhan rem blong termasuk yang paling sering dibahas di forum dan grup sosial media.

Banyak rider yang langsung panik dan ingin mengganti seluruh set rem, padahal masalahnya seringkali bisa diselesaikan dengan perawatan sederhana. Mengetahui akar masalahnya justru bisa menghemat biaya dan waktu.

Artikel ini akan mengupas secara lengkap berbagai penyebab rem hidrolik sepeda gunung menjadi blong serta panduan langkah demi langkah cara melakukan bleeding yang benar.

Penyebab Rem Hidrolik Sepeda Gunung Blong

ilustrasi sepeda gunung (pexels.com/Jan Kopiva)
ilustrasi sepeda gunung (pexels.com/Jan Kopiva)

 

Berikut beberapa penyebab paling umum:

1. Adanya udara di dalam sistem hidrolik

Udara adalah musuh utama sistem rem hidrolik. Karena udara dapat dikompresi, tekanan yang dihasilkan menjadi tidak stabil sehingga tuas rem terasa empuk. Udara biasanya masuk saat ada kebocoran kecil, setelah penggantian minyak, atau karena pemasangan yang kurang sempurna.

baca juga

2. Minyak rem terkontaminasi atau sudah tua

Minyak rem hidrolik bersifat higroskopis, artinya mudah menyerap kelembapan dari udara. Seiring waktu, kandungan air meningkat dan titik didih minyak turun. Saat digunakan intensif, minyak mudah mendidih dan menghasilkan gelembung udara yang membuat rem blong.

3. Kebocoran pada sistem

Seal piston, hose, atau sambungan yang rusak bisa menyebabkan minyak bocor perlahan. Meskipun jumlahnya sedikit, tekanan sistem tetap berkurang dan menghasilkan rasa blong pada tuas.

4. Kampas rem atau rotor yang aus berlebih

Kampas yang terlalu tipis atau rotor yang sudah menipis membuat piston harus bergerak lebih jauh. Akibatnya, volume minyak yang tersedia terasa kurang dan tuas menjadi lebih dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Groupset Shimano untuk Sepeda Gunung, dari Level Rendah hingga Tertinggi

Mengenal Groupset Shimano untuk Sepeda Gunung, dari Level Rendah hingga Tertinggi

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 14:38 WIB

Mending Groupset Shimano atau SRAM? Kenali Bedanya Sebelum Merakit Sepeda

Mending Groupset Shimano atau SRAM? Kenali Bedanya Sebelum Merakit Sepeda

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 10:40 WIB

8 Cara Mencuci Sepeda Gunung yang Benar agar Komponen Awet dan Performa Maksimal

8 Cara Mencuci Sepeda Gunung yang Benar agar Komponen Awet dan Performa Maksimal

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Keracunan Terus Terjadi, Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah Dinilai Gagal Total

Keracunan Terus Terjadi, Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah Dinilai Gagal Total

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:32 WIB

Harga New Balance 530 Termurah Berapa? Intip Perbandingannya di Berbagai Toko Resmi Ini

Harga New Balance 530 Termurah Berapa? Intip Perbandingannya di Berbagai Toko Resmi Ini

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB

Review Serial X-Men '97 Season 2: Sebuah Aksi Pertarungan Epik Lintas Waktu

Review Serial X-Men '97 Season 2: Sebuah Aksi Pertarungan Epik Lintas Waktu

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:30 WIB

Fabio Quartararo Dilarang Ikut Uji Coba Motor Yamaha, Sudah jadi Musuh?

Fabio Quartararo Dilarang Ikut Uji Coba Motor Yamaha, Sudah jadi Musuh?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:29 WIB

Semen Padang Jadi Korban Terakhir, Persija Kirim Ancaman untuk Borneo FC

Semen Padang Jadi Korban Terakhir, Persija Kirim Ancaman untuk Borneo FC

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 11:27 WIB

18 Orang Dibunuh Rudal Amerika di Pesta Pernikahan Warga Iran, 108 Lainnya Luka Parah

18 Orang Dibunuh Rudal Amerika di Pesta Pernikahan Warga Iran, 108 Lainnya Luka Parah

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:26 WIB

Mengenal Misi MMX, Wahana Antariksa Jepang yang Berburu Sampel Phobos

Mengenal Misi MMX, Wahana Antariksa Jepang yang Berburu Sampel Phobos

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 11:25 WIB

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Api Masih Nyala dan Asap Cukup Tebal

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Api Masih Nyala dan Asap Cukup Tebal

Surakarta | Kamis, 03 September 2026 | 11:25 WIB

Kembali Diperiksa Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah Cuma Nunduk Saat Digiring Pamdal

Kembali Diperiksa Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah Cuma Nunduk Saat Digiring Pamdal

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:24 WIB

×