Keracunan Terus Terjadi, Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah Dinilai Gagal Total

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Kamis, 03 September 2026 | 11:32 WIB
Keracunan Terus Terjadi, Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah Dinilai Gagal Total
Keluarga korban saat mencari tahu data santri yang keracunan di depan IGD RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Dimas Angga]
baca 10 detik
  • JPPI merekomendasikan pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan MBG secara nasional setelah kembali terjadi kasus keracunan pada Kamis (3/9/2026).
  • Catatan JPPI menunjukkan jumlah korban keracunan program MBG mencapai 15.735 orang sepanjang Januari hingga akhir Agustus 2026.
  • Organisasi tersebut meminta penghentian praktik guru mencicipi makanan serta mendesak pemrosesan hukum bagi pihak yang lalai.

Suara.com - Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah aktivitas sekolah kembali berjalan usai libur panjang.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mempertanyakan hasil evaluasi yang disebut dilakukan pemerintah selama masa libur sekolah.

JPPI menilai, kembali maraknya kasus keracunan setelah libur sekolah menunjukkan evaluasi yang dilakukan belum menghasilkan perubahan dalam pelaksanaan program MBG.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menyampaikan bahwa evaluasi yang dilakukan pemerintah selama libur sekolah semestinya berdampak pada perbaikan layanan ketika program kembali berjalan.

“Kalau setelah libur panjang, setelah evaluasi, setelah dapur ditutup, kasus keracunan justru kembali marak, maka kita harus berani mengatakan evaluasinya gagal. Pemerintah jangan terus menjual kata ‘evaluasi’ sementara anak-anak terus masuk puskesmas dan rumah sakit. Evaluasi yang tidak mengubah tata kelola hanya menjadi ritual birokrasi setelah korban berjatuhan,” kritiknya, Kamis (3/9/2026).

Catatan JPPI, sepanjang Januari hingga akhir Agustus 2026 terdapat 15.735 korban keracunan MBG. Khusus pada Agustus 2026, jumlah korban yang dicatat mencapai 3.079 orang.

Ubaid menegaskan, persoalan keracunan MBG tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah administratif seperti menutup sementara dapur atau memberikan teguran kepada pengelola.

Organisasi tersebut juga menyoroti praktik sejumlah pihak yang meminta guru mencicipi makanan MBG sebelum makanan tersebut didistribusikan kepada siswa.

Ubaid menyesalkan adanya pihak yang menyalahkan guru karena dianggap gagal mendeteksi makanan basi. Menurut JPPI, guru bukan pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap keamanan pangan dalam program tersebut.

“Jangan jadikan lidah guru sebagai alat detektor racun. Guru bukan petugas laboratorium, bukan ahli keamanan pangan, dan bukan tameng bagi kegagalan SPPG. Kalau keamanan makanan bergantung pada guru mencicipi satu sendok sebelum makanan dibagikan, itu justru bukti bahwa sistem pengawasan MBG sangat rapuh," jelas Ubaid.

baca juga

Ia menilai persoalan MBG tidak semata-mata berkaitan dengan makanan basi yang sudah sampai di sekolah. Menurutnya, persoalan yang perlu diperbaiki berada pada seluruh rantai keamanan pangan, mulai dari dapur hingga makanan diterima siswa.

JPPI kemudian merekomendasikan pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan MBG secara nasional sampai keamanan pangan dapat dijamin dan kasus keracunan berulang dapat dihentikan.

Selain itu, praktik guru sebagai pencicip makanan juga diminta untuk dihentikan serta pihak yang dinilai lalai hingga menyebabkan orang sakit diproses secara hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Keracunan MBG Mencapai 43.838 Orang, JPPI Heran Tak Ada SPPG yang Diproses Hukum

Korban Keracunan MBG Mencapai 43.838 Orang, JPPI Heran Tak Ada SPPG yang Diproses Hukum

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:25 WIB

Media Internasional Soroti Keracunan Massal MBG, Singgung Reformasi Program Pemerintah

Media Internasional Soroti Keracunan Massal MBG, Singgung Reformasi Program Pemerintah

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:15 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

Kemenag Buka Suara Soal Ratusan Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Kemenag Buka Suara Soal Ratusan Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

News | Rabu, 02 September 2026 | 17:52 WIB

Cegah Keracunan Massal, BPOM Fokuskan Anggaran Rp509 Miliar untuk Kawal MBG

Cegah Keracunan Massal, BPOM Fokuskan Anggaran Rp509 Miliar untuk Kawal MBG

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:59 WIB

Geger 512 Orang Keracunan MBG Sidoarjo, BGN Suspend SPPG Tanggulangin dan Usul Copot Kepala

Geger 512 Orang Keracunan MBG Sidoarjo, BGN Suspend SPPG Tanggulangin dan Usul Copot Kepala

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:26 WIB

Angka Korban Keracunan MBG Sidoarjo Melonjak Jadi 512 Orang, BGN Fokus Penyelamatan

Angka Korban Keracunan MBG Sidoarjo Melonjak Jadi 512 Orang, BGN Fokus Penyelamatan

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:17 WIB

Terkini

Cuaca Lagi Terik-teriknya? Ini 3 Sunblock Badan Bagus Mulai Rp40 Ribuan

Cuaca Lagi Terik-teriknya? Ini 3 Sunblock Badan Bagus Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Bisakah Hak Angket DPR Berujung Pemakzulan Gibran? Ini Batasan Hukumnya Menurut UU MD3

Bisakah Hak Angket DPR Berujung Pemakzulan Gibran? Ini Batasan Hukumnya Menurut UU MD3

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Jumpa Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang & Ekonomi Bilateral

Jumpa Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang & Ekonomi Bilateral

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Masih Curcol Kantor: Tawa dan Drama di Balik Kehidupan Pegawai

Masih Curcol Kantor: Tawa dan Drama di Balik Kehidupan Pegawai

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Abu Keserakahan di Lembah Purwoasri

Abu Keserakahan di Lembah Purwoasri

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Arti Mimpi Menangkap Ikan Besar Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki Nomplok?

Arti Mimpi Menangkap Ikan Besar Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki Nomplok?

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Antnio Guterres akan Bertemu Presiden Prabowo

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Antnio Guterres akan Bertemu Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya

Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya

Kaltim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Review MobLand Season 1: Ketegangan Maksimal dalam Kisah Mafia Modern!

Review MobLand Season 1: Ketegangan Maksimal dalam Kisah Mafia Modern!

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kenapa Kulkas Dingin tapi Tidak Beku? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Kulkas Dingin tapi Tidak Beku? Begini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:47 WIB

×