- Gel moisturizer memiliki tekstur yang lebih ringan dan banyak digunakan untuk memberikan hidrasi.
- Cream moisturizer memiliki tekstur lebih rich dan cenderung lebih occlusive.
- Kandungan dalam formula juga menentukan seberapa baik moisturizer menjaga kelembapan kulit.
Suara.com - Gel moisturizer dan cream moisturizer sama-sama digunakan untuk menjaga kelembapan kulit.
Meski berada dalam kategori yang sama, yakni pelembap, keduanya memiliki tekstur dan komposisi yang berbeda sehingga cara memberikan rasa lembap pada kulit juga bisa berbeda.
Pemilihan antara gel moisturizer dan cream moisturizer pun bisa disesuaikan dengan kondisi kulit dan tingkat kelembapan yang dibutuhkan.
Moisturizer yang terasa paling ringan belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kelembapan kulit.
Lantas, apa bedanya gel moisturizer dengan cream moisturizer dalam mengunci kelembapan?

Gel Moisturizer
Gel moisturizer dikenal dengan teksturnya yang ringan dan kandungan air yang tinggi. Formulanya biasanya mudah diratakan serta cepat menyerap sehingga kulit terasa lembap.
Melansir dari DermNet, moisturizer dapat mengandung humektan, emolien, dan occlusive yang bekerja dengan cara berbeda dalam menjaga kelembapan kulit.
Humektan seperti glycerin dan urea membantu menarik serta mempertahankan air pada lapisan terluar kulit, sementara occlusive membantu mengurangi penguapan air dari permukaan kulit.
Pada gel moisturizer, kandungan yang memberikan hidrasi biasanya lebih terasa karena formulanya ringan dan berbasis air.
Oleh karena itu, gel sering terasa nyaman digunakan ketika kulit membutuhkan kelembapan tanpa rasa greasy.
Cream Moisturizer
Berbeda dari gel, cream moisturizer memiliki tekstur yang lebih tebal dan biasanya terasa lebih rich ketika diaplikasikan.
Formulanya dapat mengandung lebih banyak bahan berminyak yang membantu melembutkan sekaligus memberikan lapisan perlindungan pada kulit.
Bahan occlusive bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit sehingga penguapan air dapat dikurangi.