-
Otoritas Irak menyita uang tunai, 35 properti, dan enam kendaraan milik Alaa Mohsen Khalaf.
-
Kasus ini menyeret mantan Wakil Menteri Minyak Adnan al-Jumaili atas tuduhan pemborosan anggaran negara.
-
Operasi pembersihan korupsi sejak Juni telah menangkap puluhan pejabat dan pengusaha sektor minyak.
Suara.com - Otoritas peradilan Irak berhasil menyita uang tunai, 35 unit properti, serta enam kendaraan bernilai sekitar 10 juta dolar AS dari tangan mantan kepala kantor pejabat senior kementerian minyak. Penindakan tegas ini menjadi langkah terbaru Baghdad dalam membongkar jaringan korupsi di sektor energi negara tersebut.
Hakim pemeriksa di Pengadilan Kriminal Pusat untuk Pemberantasan Korupsi Baghdad mengonfirmasi penyitaan dana 7 miliar dinar Irak atau setara 5,3 juta dolar AS dan uang tunai senilai 5,5 juta dolar AS dari terdakwa Alaa Mohsen Khalaf. Pengadilan memastikan seluruh aset properti dan armada kendaraan milik terdakwa kini berada dalam penguasaan negara seiring proses hukum yang terus berjalan.
"Pihak berwenang menyita 7 miliar dinar Irak (sekitar 5,3 juta dolar AS) dan 5,5 juta dolar AS lainnya dalam mata uang AS dari terdakwa Alaa Mohsen Khalaf," kata pernyataan resmi dari Dewan Peradilan Tertinggi Irak, dikutip dari Anadolu, Jumat (4/9/2026).
Khalaf tercatat pernah menjabat sebagai kepala staf untuk Adnan al-Jumaili, mantan wakil menteri minyak urusan penyulingan. Al-Jumaili sendiri telah ditahan atas tuduhan penyelewengan keuangan negara dan penyalahgunaan wewenang.
Pemerintah Irak melancarkan operasi pembersihan korupsi skala besar sejak 28 Juni lalu bekerja sama dengan Dewan Peradilan Tertinggi. Operasi gabungan ini bertujuan memburu para pelaku kejahatan finansial sekaligus mengembalikan kerugian negara.
Penyidikan mendalam berfokus pada pengakuan al-Jumaili setelah dirinya dipecat resmi pada bulan Juni. Mantan pejabat tinggi tersebut terbukti membuang-buang anggaran negara dan membagikan proyek kontrak secara ilegal.
Gebrakan hukum ini telah menjaring puluhan pejabat aktif, mantan birokrat, anggota parlemen, hingga pengusaha papan atas di sektor minyak. Serangkaian penggeledahan di Baghdad dan berbagai provinsi berhasil mengamankan tumpukan uang tunai, sertifikat tanah, serta aset mewah lainnya.
Sektor minyak Irak selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional sekaligus arena yang rentan terhadap praktik korupsi birokrasi. Keterlibatan pejabat tingkat tinggi dalam penyelewengan anggaran publik telah memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan negara.
Pemerintah Irak bersama lembaga peradilan memperketat pengawasan terhadap distribusi proyek dan pengisian jabatan strategis. Penangkapan para aktor kunci di kementerian minyak menjadi komitmen nyata negara dalam menghentikan kebocoran pendapatan sektor energi.