300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

Muhamad Yasir

Jum'at, 04 September 2026 | 07:55 WIB
300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!
Perwakilan SETAPOL, Khariq Anhar saat mengikuti Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/9/2026). [Suara.com/Alif Bintang]
baca 10 detik
  • SETAPOL mengungkapkan penangkapan sewenang-wenang terhadap lebih dari 300 orang menjelang dan pascaaksi demo 27 Agustus 2026.
  • Aparat kepolisian diduga melakukan kekerasan serta menangkap admin media sosial kritis tanpa surat pemanggilan resmi di Jakarta.
  • SETAPOL membentuk Tim Kawal Tapol untuk mengadvokasi para korban dan mengawal proses hukum secara transparan.

Suara.com - Serikat Tahanan Politik (SETAPOL) mengungkap dugaan penangkapan sewenang-wenang dan kekerasan oleh aparat terhadap massa aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

Perwakilan SETAPOL, Khariq Anhar, mengatakan pihaknya mencatat lebih dari 300 orang ditangkap sejak menjelang hingga pascaaksi tersebut. Menurut dia, penangkapan bahkan telah dilakukan polisi sejak sekitar dua pekan sebelum puncak aksi.

Khariq menyebut sebagian orang yang ditangkap sebelum aksi merupakan admin akun media sosial yang bersikap kritis terhadap pemerintah. Mereka disebut dituduh melakukan penghasutan melalui unggahan di media sosial.

"Teman-teman admin terutama yang sebelum demo bahkan, itu ditangkap tanpa surat pemanggilan," kata Khariq saat ditemui Suara.com di Jakarta pada Kamis, (3/9/2026).

Tak hanya penangkapan sebelum aksi, Khariq mengaku menerima laporan mengenai dugaan kekerasan terhadap sejumlah massa yang ditahan setelah mengikuti unjuk rasa 27 Agustus.

"Jadi kondisi (massa yang ditahan) di Polda itu, yang dari pengamatan kami, ya, itu miris. Sulit, sih, untuk diceritain," tambahnya.

Khariq juga menceritakan dugaan penangkapan terhadap seorang pengunjuk rasa yang terpisah dari rekan-rekannya. Menurut dia, orang tersebut sempat mendatangi pos polisi terdekat untuk meminta bantuan, tetapi justru ditangkap.

Atas sejumlah dugaan tersebut, SETAPOL mengecam tindakan penangkapan yang dinilai sewenang-wenang terhadap massa aksi yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

SETAPOL saat ini juga masih mengadvokasi massa yang menjadi korban dugaan tindakan penangkapan aparat secara serampangan.

baca juga

Mereka membentuk Tim Kawal Tapol untuk mengawal proses hukum dan memastikan penanganan perkara berlangsung transparan.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!

Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:22 WIB

Ada Aktor Intelektual Kerusuhan Jakarta? Polisi Cium Aroma Mobilisasi Terorganisir

Ada Aktor Intelektual Kerusuhan Jakarta? Polisi Cium Aroma Mobilisasi Terorganisir

News | Rabu, 02 September 2026 | 18:00 WIB

Sketsa Wajah Rampung, Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Pengeroyokan di Pejompongan

Sketsa Wajah Rampung, Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Pengeroyokan di Pejompongan

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

×