Dari Laut Sulawesi untuk Dunia: Perjalanan Rumput Laut Indonesia Menuju Material Masa Depan

Dinda Rachmawati

Sabtu, 05 September 2026 | 11:48 WIB
Dari Laut Sulawesi untuk Dunia: Perjalanan Rumput Laut Indonesia Menuju Material Masa Depan
Dari Laut Sulawesi untuk Dunia: Perjalanan Rumput Laut Indonesia Menuju Material Masa Depan (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Perusahaan bioteknologi Australia, Uluu, mendirikan PT Uluu Solusi Indonesia untuk mengembangkan rantai pasok material berbasis rumput laut.
  • Uluu Indonesia mencatat asal-usul rumput laut secara digital dari Sulawesi Selatan bekerja sama dengan CV Persada Semesta dan Koltiva.
  • Uluu menjalankan Program Peningkatan Budi Daya Perairan di Luwu bersama WWF-Indonesia untuk mencapai sertifikasi ASC-MSC pertama di Indonesia.

Suara.com - Rumput laut mungkin selama ini lebih akrab sebagai bahan makanan. Dari camilan, minuman, hingga berbagai produk olahan, tanaman yang tumbuh di perairan ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik selembar rumput laut yang terlihat sederhana, terdapat perjalanan panjang yang melibatkan para pembudi daya, masyarakat pesisir, pemasok, hingga pelaku industri. 

Seiring pemanfaatannya yang semakin luas, perhatian terhadap bagaimana rumput laut dibudidayakan pun ikut berkembang. Pertanyaannya kemudian bukan hanya seberapa banyak rumput laut yang bisa dihasilkan, tetapi juga bagaimana prosesnya dilakukan secara bertanggung jawab.

Indonesia memiliki posisi penting dalam cerita tersebut. Sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia, potensi Indonesia tidak hanya terletak pada hasil budi dayanya, tetapi juga pada peluang mengembangkan rantai pasok yang memperhatikan lingkungan dan kehidupan masyarakat pembudi daya.

Hal ini menjadi bagian dari langkah perusahaan bioteknologi asal Australia, Uluu, yang kini memperluas kerja sama dengan pembudi daya rumput laut, pemasok, dan berbagai mitra di Indonesia. Perusahaan tersebut juga mendirikan PT Uluu Solusi Indonesia, yang dipimpin Dian Kurniawati sebagai Presiden Direktur.

Bagi Dian, Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan material berbasis rumput laut.

“Sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut,” ujar Dian.

Meski demikian, pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku juga membutuhkan perhatian terhadap proses yang terjadi jauh sebelum bahan tersebut sampai ke industri.

“Melalui Uluu Indonesia, kami ingin membangun kemitraan lokal yang kuat serta memastikan bahwa ketertelusuran, praktik budi daya yang bertanggung jawab, dan manfaat bagi masyarakat pembudi daya rumput laut menjadi bagian dari rantai pasok kami sejak awal,” lanjutnya.

baca juga

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengiriman perdana rumput laut yang sepenuhnya tertelusur dari CV Persada Semesta di Sulawesi Selatan. Bersama Koltiva, informasi mengenai asal-usul dan perjalanan rumput laut dicatat secara digital, mulai dari tingkat pembudi daya hingga proses pengolahan dan pengiriman.

Sistem tersebut membuat perjalanan bahan baku menjadi lebih mudah dipantau. Bagi pelaku rantai pasok, ketertelusuran juga dapat menjadi cara untuk mengetahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan mana yang masih perlu diperbaiki.

“Ketertelusuran membantu kami memahami dan meningkatkan setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pembudi daya hingga pengiriman akhir,” kata Indra Santoso, General Manager CV Persada Semesta.

Langkah lainnya dilakukan melalui Aquaculture Improvement Program (AIP) atau Program Peningkatan Budi Daya Perairan di Luwu, Sulawesi Selatan. Program tersebut dijalankan bersama Seafood Savers, platform inisiatif WWF-Indonesia, dan CV Persada Semesta.

Program ini diarahkan untuk memperkuat praktik budi daya dan sistem pengelolaan agar selaras dengan Standar Rumput Laut ASC-MSC. Selain mendukung proses pemasok menuju sertifikasi, program tersebut juga mendorong produksi yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Targetnya adalah mengembangkan rantai pasok rumput laut bersertifikat ASC-MSC pertama di Indonesia. Dengan begitu, bahan baku yang digunakan nantinya diharapkan memiliki ketertelusuran sekaligus sertifikasi independen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?

Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:55 WIB

Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan

Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan

Foto | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:00 WIB

Terkini

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Oppo ColorOS 17 Bawa AI yang Bisa Bereskan File hingga Bikin Itinerary

Oppo ColorOS 17 Bawa AI yang Bisa Bereskan File hingga Bikin Itinerary

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:09 WIB

3 Rekomendasi Sneakers Kanky Tanpa Tali, Handsfree Nyaman Buat Jalan Jauh

3 Rekomendasi Sneakers Kanky Tanpa Tali, Handsfree Nyaman Buat Jalan Jauh

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam

Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×