Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 15 Juni 2026 | 10:33 WIB
Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?
Ilustrasi Petani rumput laut (Pinterest/Paul - Antti Leino Photography)

Suara.com - Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia. Namun, di balik besarnya produksi nasional, sebagian besar komoditas tersebut masih diekspor dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang dinikmati di dalam negeri dinilai belum optimal.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan produksi rumput laut Indonesia pada 2023 mencapai sekitar 9,83 juta ton atau hampir seperempat dari total produksi rumput laut global.

Besarnya produksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok dunia. Meski demikian, pemanfaatan rumput laut di dalam negeri masih didominasi untuk kebutuhan ekspor bahan baku.

Padahal, rumput laut dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan, kosmetik, hingga bahan baku bioplastik yang lebih ramah lingkungan.

Ilustrasi budidaya rumput laut. [Ist]
Ilustrasi budidaya rumput laut. [Ist]

Potensi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam diskusi “Connect! #12: Advancing Sustainable Blue Economy Innovation for Resilient and Inclusive Growth” yang diselenggarakan KONEKSI.

Dalam forum tersebut, peneliti dari Indonesia dan Australia memaparkan hasil riset yang menunjukkan hilirisasi rumput laut dapat menjadi strategi untuk memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Penelitian kolaboratif yang melibatkan Universitas Mataram, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta South Australian Research and Development Institute menyoroti pentingnya pengembangan industri hilir agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 86 persen ekspor rumput laut Indonesia selama ini masih bergantung pada satu negara tujuan. Ketergantungan tersebut membuat posisi tawar Indonesia terhadap harga menjadi lebih lemah dan berdampak langsung pada pendapatan petani.

Menurut para peneliti, diversifikasi produk menjadi salah satu langkah yang dapat membuka pasar baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi rumput laut.

baca juga

Pengembangan industri hilir juga dinilai dapat memperluas pemanfaatan rumput laut ke sektor-sektor bernilai tinggi yang selama ini belum dimaksimalkan.

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas, Endang Sulastri, mengatakan penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi bagian penting dalam agenda transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Endang, ekonomi biru menjadi salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan menghadapi tantangan global.

“Dalam visi Indonesia Emas 2045, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi ditempatkan sebagai fondasi utama transformasi ekonomi jangka panjang. Dalam konteks tersebut, ekonomi biru menjadi salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, serta meningkatkan ketahanan terhadap berbagai tantangan global. Pengembangan rumput laut di Indonesia merupakan salah satu agenda yang sangat penting,” ujarnya.

Penguatan riset dan hilirisasi dinilai menjadi langkah untuk menggeser posisi Indonesia dari sekadar pemasok bahan baku menjadi produsen produk bernilai tambah.

Jika berhasil dikembangkan secara berkelanjutan, industri rumput laut tidak hanya berpotensi memperluas pasar ekspor, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi wilayah pesisir dan memperkuat agenda ekonomi biru nasional.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan

Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:06 WIB

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×