-
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengandung silika tajam mirip pecahan kaca.
-
Siram air mengalir saat membersihkan kaca dan bodi kendaraan Anda.
-
Gunakan masker N95 dan kacamata safety untuk mencegah iritasi pernapasan.
3. Kendaraan Wajib Dicuci, Bukan Dilap
Sama halnya seperti kaca, bodi mobil atau motor yang terkena abu vulkanik harus langsung dicuci.
Menunda mencuci kendaraan sangat berisiko karena sifat abu yang asam bisa memicu timbulnya karat pada komponen logam.
4. Jangan Kucek Mata
Jika mata terasa kelilipan abu, jangan sesekali menguceknya. Mengucek mata yang terkena abu vulkanik sama saja dengan menggesekkan pecahan beling kecil ke kornea mata.
Solusinya, basuh dengan air mengalir sampai bersih dan keringkan perlahan.
5. Tutup Ventilasi Rumah dengan Koran
Abu vulkanik sangat halus dan mudah masuk lewat celah ventilasi.
Tutup lubang angin atau ventilasi rumah menggunakan kertas koran.
Jika abu sudah telanjur masuk ke dalam rumah, pembersihannya bisa memakan waktu hingga satu minggu.
6.Pakai Masker
Menghirup abu vulkanik sama saja dengan memasukkan serpihan kaca kecil ke dalam sistem pernapasan.
Dampaknya bisa fatal, mulai dari iritasi saluran pernapasan hingga ISPA. Tetap gunakan masker meski
terasa pengap.
Gunakan masker yang memiliki filtrasi tinggi seperti jenis KN95 atau N95. Ada trik khusus agar debu tidak menembus pori-pori masker.
" Basahi masker dengan air supaya agak lembab. Supaya debunya terperangkap di luar masker, nggak beterbangan menembus masker," ujar akun Thread tersebut.
Selain itu, gunakan kacamata safety untuk perlindungan maksimal.
Gunung Anak Krakatau sendiri hingga saat ini masih berstatus Siaga (Level III).
Warga diimbau untuk terus memantau arahan dari pihak berwenang dan tetap waspada terhadap potensi sebaran abu yang lebih luas.