7 Cara Membersihkan Mobil dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Waspada Cat Baret dan Karat!

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 06 September 2026 | 13:04 WIB
7 Cara Membersihkan Mobil dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau,  Waspada Cat Baret dan Karat!
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menutup kendaraan di Desa Nagrak, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ahmad Fikri.
baca 10 detik
  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas hingga Jakarta dan Tangerang.

  • Menyeka abu kering dapat menggores cat dan merusak kendaraan secara permanen.

  • Cuci kendaraan dengan air mengalir dan sampo untuk menetralkan asam.

Suara.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah menyelimuti sejumlah wilayah, mulai dari pesisir Banten, Jakarta hingga merambah ke Kota Tangerang.

Sifat abu vulkanik yang asam dan abrasif seperti kristal kaca kecil membuat pemilik kendaraan harus ekstra hati-hati saat membersihkannya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayahnya, terutama yang berbatasan dengan Jakarta seperti Karang Tengah, telah terdampak paparan abu tipis.

Jangan bersihkan mobil yang kena abu vulkanik pakai lap kering karena bisa merusaak cat dan jangan tunda untuk menyuci mobil karena bisa menyebabkan karat.

"Laporan pagi ini, abu sudah sampai wilayah Karang Tengah. Artinya, sebagian besar sudah terdampak," ujar Mahdiar, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan data PVMBG dan VAAC Darwin, abu vulkanik menyebar hingga ketinggian 20.000 hingga 50.000 kaki, mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Barat.

Mengingat Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga (Level III), risiko paparan abu masih sangat tinggi.

Material abu vulkanik menempel di lantai teras dan mobilnya di Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.
Material abu vulkanik menempel di lantai teras dan mobilnya di Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.

Bagi Anda yang kendaraan bermotornya terpapar debu halus ini, jangan sekali-kali langsung mengelapnya dengan kain kering. Salah penanganan bisa membuat cat kendaraan baret permanen atau memicu karat.

Berikut ini dilansir dari laman AutoDeal, panduan lengkap cara membersihkan kendaraan dari abu vulkanik agar tetap aman, merujuk pada saran ahli:

baca juga

1. Jangan Dilap, Tapi Dicuci

Abu vulkanik mengandung partikel kecil yang tajam. Menyeka mobil atau motor dalam keadaan kering menggunakan kain atau spons sama saja dengan mengampelas permukaan cat.

Segera cuci kendaraan Anda dan jangan ditunda, karena sifat asam pada abu dapat dengan cepat merusak lapisan pelindung cat dan memicu karat pada logam.

2. Gunakan Air Mengalir

Gunakan selang taman dengan aliran air yang lancar. Fokuslah pada volume air untuk mendorong dan melarutkan debu secara perlahan.

Jika menggunakan mesin cuci bertekanan (steam), gunakan pengaturan paling rendah. Jangan menyemprot terlalu keras karena tekanan tinggi justru bisa mendorong partikel tajam masuk lebih dalam ke pori-pori cat atau celah kendaraan.

3. Gunakan Sampo Mobil untuk Menetralkan Asam

Sampo khusus kendaraan sangat disarankan karena formulanya mampu menetralkan kandungan asam dari partikel abu.

Setelah pembilasan awal, gunakan alat penyemprot busa (snow wash) jika ada, atau aplikasikan sampo secara merata dengan sangat lembut.

4. Metode Dua Ember (Two-Bucket Method)

Anda juga bisa pakai dua ember, satu ember berisi air sampo dan satu ember berisi air bersih untuk
membilas alat cuci (lap/sarung tangan cuci).

Pastikan kain lap selalu bersih dari kotoran sebelum menyentuh kembali permukaan mobil.

5. Cek Lubang Pembuangan Air

Pastikan lubang-lubang drainase pada kendaraan tidak tersumbat oleh tumpukan abu. Anda bisa menggunakan tekanan air yang agak kuat khusus di area ini agar air tidak mengendap di dalam bodi kendaraan yang bisa menyebabkan pengeroposan.

6. Pengeringan dan Pemberian Lapisan Lilin (Wax)

Keringkan kendaraan dengan handuk mikrofiber tebal secara perlahan. Setelah benar-benar kering, sangat disarankan untuk memberikan lapisan wax atau lilin.

Wax akan berfungsi sebagai perisai pertama jika kendaraan kembali terpapar abu di kemudian hari.

7. Gunakan Cover Kendaraan dan Lindungi Wiper

Saat tidak digunakan, tutupi kendaraan dengan cover mobil. Jika tidak ada, minimal tutupi bagian kaca agar tidak tergores saat wiper dinyalakan.

Posisikan wiper dalam keadaan tegak (berdiri) saat parkir untuk menghindari tumpukan abu di sela karet wiper yang bisa merusak kaca.

Bagi pengendara motor, disarankan untuk selalu menyediakan jas hujan atau mantol single agar pakaian tidak kotor terkena abu saat di perjalanan.

Tetap waspada dan gunakan masker serta pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:36 WIB

Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Kondisi Terkini Kota Lampung

Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Kondisi Terkini Kota Lampung

Video | Minggu, 06 September 2026 | 11:51 WIB

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

News | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

5 Rekomendasi Aplikasi Catatan Kuliah Terbaik di Tablet Android, Praktis dan Rapi

5 Rekomendasi Aplikasi Catatan Kuliah Terbaik di Tablet Android, Praktis dan Rapi

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 15:48 WIB

4 Rekomendasi Gentle Cleanser Low pH untuk Jaga Skin Barrier, Kulit Lembap Tanpa Sensasi Ketarik

4 Rekomendasi Gentle Cleanser Low pH untuk Jaga Skin Barrier, Kulit Lembap Tanpa Sensasi Ketarik

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 17:12 WIB

Lawan Kerontokan! Ini 5 Rekomendasi Sampo agar Rambut Kuat dan Lebat

Lawan Kerontokan! Ini 5 Rekomendasi Sampo agar Rambut Kuat dan Lebat

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×