-
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas hingga Jakarta dan Tangerang.
-
Menyeka abu kering dapat menggores cat dan merusak kendaraan secara permanen.
-
Cuci kendaraan dengan air mengalir dan sampo untuk menetralkan asam.
Suara.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah menyelimuti sejumlah wilayah, mulai dari pesisir Banten, Jakarta hingga merambah ke Kota Tangerang.
Sifat abu vulkanik yang asam dan abrasif seperti kristal kaca kecil membuat pemilik kendaraan harus ekstra hati-hati saat membersihkannya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayahnya, terutama yang berbatasan dengan Jakarta seperti Karang Tengah, telah terdampak paparan abu tipis.
Jangan bersihkan mobil yang kena abu vulkanik pakai lap kering karena bisa merusaak cat dan jangan tunda untuk menyuci mobil karena bisa menyebabkan karat.
"Laporan pagi ini, abu sudah sampai wilayah Karang Tengah. Artinya, sebagian besar sudah terdampak," ujar Mahdiar, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan data PVMBG dan VAAC Darwin, abu vulkanik menyebar hingga ketinggian 20.000 hingga 50.000 kaki, mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Barat.
Mengingat Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga (Level III), risiko paparan abu masih sangat tinggi.

Bagi Anda yang kendaraan bermotornya terpapar debu halus ini, jangan sekali-kali langsung mengelapnya dengan kain kering. Salah penanganan bisa membuat cat kendaraan baret permanen atau memicu karat.
Berikut ini dilansir dari laman AutoDeal, panduan lengkap cara membersihkan kendaraan dari abu vulkanik agar tetap aman, merujuk pada saran ahli:
1. Jangan Dilap, Tapi Dicuci
Abu vulkanik mengandung partikel kecil yang tajam. Menyeka mobil atau motor dalam keadaan kering menggunakan kain atau spons sama saja dengan mengampelas permukaan cat.
Segera cuci kendaraan Anda dan jangan ditunda, karena sifat asam pada abu dapat dengan cepat merusak lapisan pelindung cat dan memicu karat pada logam.
2. Gunakan Air Mengalir
Gunakan selang taman dengan aliran air yang lancar. Fokuslah pada volume air untuk mendorong dan melarutkan debu secara perlahan.
Jika menggunakan mesin cuci bertekanan (steam), gunakan pengaturan paling rendah. Jangan menyemprot terlalu keras karena tekanan tinggi justru bisa mendorong partikel tajam masuk lebih dalam ke pori-pori cat atau celah kendaraan.
3. Gunakan Sampo Mobil untuk Menetralkan Asam
Sampo khusus kendaraan sangat disarankan karena formulanya mampu menetralkan kandungan asam dari partikel abu.
Setelah pembilasan awal, gunakan alat penyemprot busa (snow wash) jika ada, atau aplikasikan sampo secara merata dengan sangat lembut.
4. Metode Dua Ember (Two-Bucket Method)
Anda juga bisa pakai dua ember, satu ember berisi air sampo dan satu ember berisi air bersih untuk
membilas alat cuci (lap/sarung tangan cuci).
Pastikan kain lap selalu bersih dari kotoran sebelum menyentuh kembali permukaan mobil.
5. Cek Lubang Pembuangan Air
Pastikan lubang-lubang drainase pada kendaraan tidak tersumbat oleh tumpukan abu. Anda bisa menggunakan tekanan air yang agak kuat khusus di area ini agar air tidak mengendap di dalam bodi kendaraan yang bisa menyebabkan pengeroposan.
6. Pengeringan dan Pemberian Lapisan Lilin (Wax)
Keringkan kendaraan dengan handuk mikrofiber tebal secara perlahan. Setelah benar-benar kering, sangat disarankan untuk memberikan lapisan wax atau lilin.
Wax akan berfungsi sebagai perisai pertama jika kendaraan kembali terpapar abu di kemudian hari.
7. Gunakan Cover Kendaraan dan Lindungi Wiper
Saat tidak digunakan, tutupi kendaraan dengan cover mobil. Jika tidak ada, minimal tutupi bagian kaca agar tidak tergores saat wiper dinyalakan.
Posisikan wiper dalam keadaan tegak (berdiri) saat parkir untuk menghindari tumpukan abu di sela karet wiper yang bisa merusak kaca.
Bagi pengendara motor, disarankan untuk selalu menyediakan jas hujan atau mantol single agar pakaian tidak kotor terkena abu saat di perjalanan.
Tetap waspada dan gunakan masker serta pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.