- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah belum menghitung total kerugian akibat penutupan enam bandara pada Minggu.
- Pemerintah dan maskapai penerbangan saat ini masih memfokuskan perhatian penuh untuk melayani seluruh penumpang terdampak.
- Enam bandara ditutup sementara karena terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau demi keselamatan penerbangan.
Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum menghitung total kerugian yang ditimbulkan dari penutupan enam bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Menurut Dudy, penghitungan kerugian yang dialami maskapai maupun pemangku kepentingan di sektor penerbangan belum dapat dilakukan lantaran penutupan sejumlah bandara baru diberlakukan sejak Minggu dini hari.
"Berkaitan dengan perhitungan, sampai sejauh ini kami belum mendapatkan perhitungan, karena pemberlakuan penutupan bandara ini baru kami mulai adalah sejak dini hari tadi pagi," kata Menhub dalam jumpa pers update situasi terkini pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau secara daring di Jakarta, Minggu.
Dudy menjelaskan, saat ini perhatian pemerintah bersama maskapai dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan masih diarahkan pada penanganan penumpang yang terdampak penghentian sementara operasional bandara.
"Dari masing-masing airline masih memfokuskan atau dari seluruh stakeholder memfokuskan bagaimana kita melayani penumpang dulu. Kami belum melakukan perhitungan dampak keuangan atau dampak lain yang dialami oleh para airlines maupun stakeholder lainnya," tegas Menhub.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi apabila penutupan bandara harus berlangsung lebih lama. Perkembangan erupsi dan dampak abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan operasional bandara.
Dudy menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama. Karena itu, operasional penerbangan tidak akan dipaksakan apabila kondisi di lapangan belum memungkinkan.
Sebanyak enam bandara diketahui terdampak abu vulkanik erupsi GAK sehingga operasionalnya ditutup sementara.
Lima bandara yang lebih dahulu ditutup yakni Bandara Radin Inten Lampung, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe, serta Bandara Budiarto Curug Tangerang.
Kemudian, berdasarkan pengujian lanjutan yang dilakukan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung turut dinyatakan terdampak abu vulkanik. Operasional penerbangan di bandara tersebut kemudian dihentikan sementara.