Teknologi Cahaya dari Riset NASA Masuk Dunia Kecantikan, Bukan Sekadar Bikin Kulit Glowing!

Dinda Rachmawati

Senin, 07 September 2026 | 15:23 WIB
Teknologi Cahaya dari Riset NASA Masuk Dunia Kecantikan, Bukan Sekadar Bikin Kulit Glowing!
Teknologi Cahaya dari Riset NASA Masuk Dunia Kecantikan, Bukan Sekadar Bikin Kulit Glowing (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • PT Redo Marketing Indonesia meluncurkan perangkat terapi cahaya Celluma pada Aruna International Summit 2026.
  • Perusahaan membentuk Celluma Indonesia Advisory Board beranggotakan tiga dokter senior untuk mengintegrasikan teknologi dermatologi tersebut.
  • Teknologi berbasis cahaya ini fokus mendukung kesehatan sel kulit guna menyesuaikan tren longevity di Indonesia.

Suara.com - Dunia kecantikan perlahan mulai meninggalkan pendekatan yang hanya berfokus pada apa yang terlihat di permukaan kulit.

Jika sebelumnya kulit sehat kerap dikaitkan dengan tampilan glowing, warna kulit merata, atau berkurangnya garis halus, perkembangan teknologi dermatologi kini membawa perhatian lebih jauh, yakni pada apa yang terjadi di balik permukaan kulit.

Salah satu teknologi yang tengah diperkenalkan di Indonesia adalah Celluma, perangkat terapi cahaya yang dikembangkan dari riset biostimulasi cahaya NASA untuk membantu mendukung proses biologis pada tingkat sel. 

Teknologi ini diperkenalkan di Indonesia melalui PT Redo Marketing Indonesia dalam peluncuran yang menjadi bagian dari Aruna International Summit 2026. Yang menarik, kehadiran Celluma di Indonesia tidak hanya ditandai dengan pengenalan perangkat. 

PT Redo Marketing Indonesia juga membentuk Celluma Indonesia Advisory Board yang beranggotakan tiga dokter senior, yakni dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, IFAAD, dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, serta dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E, FINSDV.

Pembentukan forum tersebut memperlihatkan adanya upaya untuk menempatkan teknologi photobiomodulation (PBM) dalam konteks praktik dermatologi di Indonesia, termasuk memahami karakteristik kulit dan kondisi lingkungan tropis Nusantara.

“Kami tidak berhenti pada pertanyaan what the device does on the skin. Lebih jauh, kami ingin memahami what happens inside the cell,” ujar dr. Feilicia Henrica.

Menurutnya, cahaya yang digunakan dalam PBM tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang bekerja di permukaan kulit. Perhatian justru diarahkan pada bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores dan bagaimana interaksi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi respons biologis.

Di titik inilah teknologi tersebut menjadi menarik. Perawatan berbasis cahaya tidak sekadar mengejar perubahan visual dalam waktu singkat, tetapi mencoba memahami mekanisme biologis yang mendasari kondisi kulit.

baca juga

Pandangan serupa disampaikan dr. Ruri Diah Pamela. Ia melihat adanya perubahan cara masyarakat dan dunia medis memaknai kesehatan kulit. Menurutnya, selama bertahun-tahun perawatan kulit banyak berorientasi pada apa yang terlihat. Padahal, proses penuaan maupun regenerasi kulit bermula dari tingkat sel.

“Glow perlu dimaknai ulang, bukan kilau di permukaan, tetapi cerminan sel-sel kulit yang sehat dan berenergi,” kata dr. Ruri.

Pendekatan tersebut juga beririsan dengan tren longevity yang kini berkembang di dunia kecantikan dan kesehatan. Alih-alih hanya berusaha menyamarkan tanda-tanda penuaan, konsep ini lebih menekankan bagaimana mempertahankan kesehatan dan fungsi kulit selama mungkin.

Namun, perkembangan teknologi kecantikan juga membawa tantangan. dr. M. Akbar Wedyadhana menilai inovasi dalam dunia estetika dan kedokteran regeneratif perlu berjalan beriringan dengan bukti ilmiah, etika, serta keselamatan pasien.

“Sebagai advisory board, komitmen kami adalah menjembatani sains dengan realitas dermatologis di Nusantara,” ujarnya.

Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dari penerapan teknologi tersebut. Dokter tidak hanya perlu mengetahui cara mengoperasikan perangkat, tetapi juga memahami indikasi dan bagaimana penggunaannya dapat dioptimalkan dalam praktik klinis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Beauty Tools Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Warna Pink Kembali Jadi Favorit

Ketika Beauty Tools Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Warna Pink Kembali Jadi Favorit

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:59 WIB

Karhutla Kalimantan Disorot Internasional, NASA: Terus Terbakar hingga Musim Hujan

Karhutla Kalimantan Disorot Internasional, NASA: Terus Terbakar hingga Musim Hujan

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 13:03 WIB

Face Scrub untuk Apa? Kenali Bedanya dengan Sabun Cuci Muka Biasa

Face Scrub untuk Apa? Kenali Bedanya dengan Sabun Cuci Muka Biasa

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 2: Perjalanan Takdir Melintasi Dimensi Lain!

Review Dark Matter Season 2: Perjalanan Takdir Melintasi Dimensi Lain!

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kapasitas Keramik RI Tembus 672 Juta m, Industri Bidik 4 Besar Dunia

Kapasitas Keramik RI Tembus 672 Juta m, Industri Bidik 4 Besar Dunia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:58 WIB

5 Sabun Mandi Oatmeal untuk Kulit Kering Sensitif Mudah Gatal

5 Sabun Mandi Oatmeal untuk Kulit Kering Sensitif Mudah Gatal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Akademisi Gontor soal RUU Perampasan Aset: Berpotensi Langgar Pancasila

Akademisi Gontor soal RUU Perampasan Aset: Berpotensi Langgar Pancasila

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan Gibran, tapi Berpotensi Jadi Sandera Politik

Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan Gibran, tapi Berpotensi Jadi Sandera Politik

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:50 WIB

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:42 WIB

×