Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Dinda Rachmawati

Senin, 07 September 2026 | 19:01 WIB
Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah
Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk meluncurkan program transplantasi terumbu karang di Pulau Messah sejak April 2026.
  • Warga Desa Pasir Putih mendapatkan pelatihan coral nursery sebelum penanaman 500 bibit terumbu karang.
  • Program berdurasi empat tahun ini bertujuan memulihkan ekosistem laut serta melibatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Suara.com - Labuan Bajo selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia. Di balik gugusan pulau dan panorama laut biru yang menjadi daya tarik wisatawan, terdapat kehidupan bawah laut yang tak kalah memukau. 

Terumbu karang menjadi salah satu ekosistem penting yang menopang kekayaan laut sekaligus kehidupan masyarakat pesisir di kawasan tersebut. Keindahan itu pula yang dapat ditemui di perairan sekitar Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pulau yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo tersebut memiliki ekosistem laut yang berperan penting bagi keanekaragaman hayati sekaligus aktivitas masyarakat, terutama nelayan.

Namun, seperti ekosistem pesisir lainnya, terumbu karang membutuhkan perhatian dan pemulihan agar dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. 

Karena itu, upaya menjaga kawasan laut tidak hanya berbicara mengenai keindahan bawah air, tetapi juga keberlanjutan sumber daya yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melalui program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah. 

Program tersebut merupakan bagian dari MPM Green Action 2026 dan telah diawali dengan silaturahmi serta edukasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, nelayan, dan warga sejak April 2026.

Sebelum transplantasi dilakukan, masyarakat, khususnya perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih, mendapatkan pelatihan mengenai coral nursery. 

Mereka diperkenalkan dengan proses pemilihan fragmen karang, pemasangan media, perawatan, pemantauan pertumbuhan hingga teknik transplantasi di area rehabilitasi.

baca juga

Sebanyak 500 bibit terumbu karang ditargetkan ditransplantasikan menggunakan 32 spider frame. Meski demikian, upaya tersebut tidak semata-mata berhenti pada penanaman karang. 

Program ini dirancang selama empat tahun dengan perhatian pada pemulihan ekosistem sekaligus keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan laut.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan, keberlanjutan lingkungan membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten, bukan sekadar kegiatan sesaat.

“Bagi MPMX, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Peresmian program transplantasi terumbu karang ini menjadi kelanjutan dari proses yang telah kami mulai bersama masyarakat sejak April lalu,” ujar Natalia.

Menurutnya, masyarakat lokal memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan upaya pemulihan ekosistem. Karena itu, kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program.

“Kami ingin program ini tidak berhenti pada kegiatan transplantasi, tetapi berkembang menjadi upaya jangka panjang dalam membantu memulihkan dan menjaga ekosistem laut sekaligus membangun kapasitas serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dari keberlanjutan program,” lanjutnya.

Keberadaan terumbu karang yang sehat memiliki arti lebih luas daripada sekadar pemandangan indah bagi wisatawan. Ekosistem tersebut menjadi habitat berbagai biota laut dan turut mendukung sumber daya perikanan yang menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir.

Di sisi lain, kondisi laut yang terjaga juga berpotensi memperkuat wisata bahari berbasis ekowisata. Dengan demikian, menjaga terumbu karang dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan lingkungan, kehidupan masyarakat, dan aktivitas wisata.

Kepala Desa Pasir Putih Mustaming, S.Pd.I., menyambut baik keberlanjutan upaya tersebut. Menurutnya, laut memiliki hubungan erat dengan kehidupan warga Pulau Messah sehingga menjaga ekosistemnya merupakan kepentingan bersama.

“Laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat kami, sehingga upaya untuk menjaga ekosistemnya juga menjadi kepentingan bersama. Kami berharap program ini dapat terus melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat, baik bagi kelestarian lingkungan maupun pengembangan potensi ekonomi masyarakat Pulau Messah,” tutup Mustaming.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Jaga Laut, Terumbu Karang Bisa Jadi Sumber Cuan Warga Pesisir

Tak Hanya Jaga Laut, Terumbu Karang Bisa Jadi Sumber Cuan Warga Pesisir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Tiga Destinasi Wisata Flores Masih Ditutup Usai Gempa, Termasuk Waerebo dan Kelimutu

Tiga Destinasi Wisata Flores Masih Ditutup Usai Gempa, Termasuk Waerebo dan Kelimutu

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Plafon Berjatuhan, Gedung Berguncang! Turis Belanda Ungkap Momen Mengerikan Saat Gempa NTT

Plafon Berjatuhan, Gedung Berguncang! Turis Belanda Ungkap Momen Mengerikan Saat Gempa NTT

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:03 WIB

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:02 WIB

×