- Pemilik kucing perlu memeriksa komposisi nutrisi dan sertifikasi keamanan produk sebelum membeli makanan basah.
- Tiga merek pakan lokal mencetak rekor dunia dan MURI karena ludes terjual dalam delapan jam.
- Penjualan massal tersebut terjadi pada ajang Indonesia International Pet Expo 2026 di Indonesia.
Suara.com - Wet food atau makanan basah semakin banyak dipilih pemilik anabul sebagai bagian dari menu harian kucing.
Pilihannya pun kini tidak hanya datang dari produk impor. Beragam wet food buatan lokal mulai hadir dengan formulasi dan klaim nutrisi yang semakin beragam.
Sebelum membeli, pemilik kucing sebaiknya tidak hanya melihat harga, kemasan, atau rasa yang paling disukai anabul. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar makanan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan kucing.
1. Cek Komposisi dan Formulasi Nutrisi
Hal pertama yang perlu dilihat adalah komposisi serta kandungan nutrisi pada kemasan. Kucing membutuhkan asupan nutrisi yang sesuai dengan karakteristik dan tahap kehidupannya.
Perhatikan sumber protein serta nutrisi lain yang ditawarkan dalam produk. Beberapa wet food juga diformulasikan untuk mendukung kesehatan pencernaan, imunitas, kulit, dan bulu.
Kebutuhan anak kucing, kucing dewasa, dan kucing senior tentunya dapat berbeda. Karena itu, pilih produk yang sesuai dengan usia, kondisi, dan kebutuhan anabul.
Kandungan air juga menjadi salah satu keunggulan wet food. Teksturnya yang basah dapat membantu menambah asupan cairan kucing, meski kebutuhan air tetap perlu diperhatikan secara keseluruhan.
2. Perhatikan Sertifikasi Produk
Selain kandungan nutrisi, aspek keamanan juga penting. Pemilik sebaiknya memilih produk yang mencantumkan informasi bahan, produsen, serta sertifikasi yang dimiliki secara jelas.
Bagi pemilik anabul Muslim, sertifikasi halal bisa menjadi pertimbangan tambahan. Sertifikasi memberikan kepastian mengenai status kehalalan produk berdasarkan standar dan proses yang berlaku.
Kini, sejumlah produsen lokal mulai menghadirkan pakan kucing yang telah tersertifikasi halal. Perkembangan ini menunjukkan bahwa produk pet food dalam negeri semakin memperhatikan kebutuhan konsumen sekaligus standar keamanan produk.
3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Anabul
Jangan langsung mengganti makanan hanya karena kucing terlihat menyukai suatu produk. Perubahan makanan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar kucing dapat beradaptasi.
Jika anabul memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu pilihan makanan dengan dokter hewan. Dengan begitu, wet food yang diberikan tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan kucing.
Produk Lokal Cetak Rekor
Perkembangan wet food lokal juga terlihat dari pencapaian industri pet food Indonesia di kancah internasional.

Pada Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, tiga merek pakan kucing lokal, Evopet, Life Cat, dan Bio Cat, mencatat penjualan massal yang diklaim memecahkan rekor dunia. Produk tersebut disebut ludes terjual dalam waktu delapan jam.
Pencapaian itu mendapat pengakuan Guinness World Records™ dengan penyerahan sertifikat kepada CEO sekaligus pendiri EVO Group, Hendry.
Tak hanya itu, pencapaian penjualan tersebut juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
CMO Evopet Dimas Baskoro mengatakan pihaknya bangga dengan antusiasme masyarakat terhadap produk pet food lokal.
“Kami bangga dengan antusiasme masyarakat Indonesia yang hadir di event IIPE 2026. Besar harapan kami semua pecinta kucing dapat memberikan makanan yang paling baik untuk kucing dan hewan peliharaan lainnya. Kami bahagia bisa mewakili nama Indonesia dalam hal industri pet food yang tersertifikasi halal sehingga layak dikonsumsi,” pungkas Dimas.