-
Sepeda gunung cross country Polygon dirancang ringan untuk rute tanjakan.
-
Pilihan hardtail hingga full suspension tersedia untuk berbagai medan trail.
-
Sepeda gunung cross country Polygon menawarkan efisiensi kayuhan jalur jauh.
Suara.com - Buat pesepeda yang gemar jalur panjang, tanjakan, dan trek off-road ringan hingga menengah, sepeda Mountain Bike (MTB) Cross Country (XC) bisa menjadi pilihan menarik.
Sepeda jenis ini dirancang untuk menghasilkan kayuhan yang efisien sehingga tenaga tidak banyak terbuang ketika melintasi jalur menanjak maupun perjalanan jarak jauh.
Polygon memiliki sejumlah pilihan MTB yang cocok untuk karakter tersebut, mulai dari hardtail untuk pemula hingga sepeda berbahan karbon dan full suspension.
Berikut empat sepeda MTB Polygon yang bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan XC mulai harga Rp6 jutaan.
1. Polygon Xtrada 5
![Polygon Xtrada 5. [Polygon]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/38929-polygon-xtrada-5.jpg)
Polygon Xtrada 5 termasuk seri paling terjangkau utnk pesepeda yang baru ingin lebih serius menjajal jalur off-road.
Sepeda ini menggunakan rangka ALX Alloy XC Trail yang dirancang untuk memberikan perpaduan antara bobot, kekuatan, dan respons kayuhan. Sistem penggeraknya menggunakan konfigurasi 1x10 speed dengan kaset 11-48T.
Tanpa chainring depan, pengoperasian gigi menjadi lebih sederhana. Rentang kaset yang lebar juga membantu menyediakan pilihan gigi ringan ketika menghadapi tanjakan.
Pada bagian depan terdapat SR Suntour XCM 32 dengan travel 120 mm dan lockout. Suspensi ini membantu meredam benturan di trek tidak rata, sementara fitur lockout dapat digunakan ketika membutuhkan kayuhan yang lebih efisien di permukaan yang lebih mulus.
Dukungan rem cakram hidrolik dan ban WTB Trail Boss 29 inci membuat Xtrada 5 cukup siap untuk jalur tanah dan trail ringan.
Harga: Rp6,6 juta di laman resmi Polygon.
2. Polygon Xtrada 7 2023
![Polygon Xtrada 7 2023. [Polygon]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/67213-polygon-xtrada-7-2023.jpg)
Jika Xtrada 5 terasa kurang untuk kebutuhan trail yang lebih serius, Xtrada 7 2023 menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi. Sepeda hardtail ini dibekali Shimano Deore 1x12 speed dengan kaset 11-51T.
Rentang gigi tersebut menjadi salah satu keunggulannya karena memberikan pilihan rasio yang luas. Gigi ringan pada kaset membantu saat menanjak, sedangkan gigi lainnya dapat digunakan untuk menjaga kayuhan ketika melaju di jalur datar.
Suspensi SR Suntour XCR32 Air 120 mm menjadi nilai tambah lainnya. Sistem udara memungkinkan pengaturan suspensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengendara dibandingkan fork pegas sederhana.
Dengan rangka aluminium ALX, Xtrada 7 cocok untuk pesepeda yang menginginkan hardtail dengan kemampuan lebih baik untuk XC dan trail.
Harga: sekitar Rp10,6 juta
3. Polygon Siskiu D6
![Polygon Siskiu D6. [Polygon]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/83816-polygon-siskiu-d6.jpg)
Berbeda dari dua Xtrada sebelumnya, Polygon Siskiu D6 mengusung sistem full suspension. Artinya, sepeda memiliki suspensi di bagian depan dan belakang sehingga lebih nyaman ketika melewati permukaan yang tidak rata.
Siskiu D6 menggunakan fork Suntour 120 mm dan rear shock udara Suntour Raidon Air dengan fitur lockout. Kombinasi tersebut membantu menjaga kenyamanan sekaligus efisiensi ketika menghadapi trek berbatu atau bergelombang.
Sepeda ini juga menggunakan Shimano Deore 1x10 speed. Sementara itu, handlebar Entity Sport 760 mm memberikan kontrol yang baik ketika melewati jalur trail.
Menariknya, pilihan ukuran roda menyesuaikan ukuran frame. Ukuran S menggunakan roda 27,5 inci, sedangkan ukuran M hingga XL menggunakan roda 29 inci.
Harga: Rp14,5 juta
4. Polygon Syncline C2
![Polygon Syncline C2. [Polygon]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/82816-polygon-syncline-c2.jpg)
Bagi pemburu hardtail yang mengutamakan bobot ringan dan respons kayuhan, Polygon Syncline C2 menjadi pilihan menarik.
Sepeda ini menggunakan frame karbon ACX XC Performance, yang membantu menghasilkan karakter sepeda lebih ringan dan kaku dibandingkan frame aluminium pada umumnya.
Karakter frame tersebut mendukung akselerasi dan efisiensi kayuhan, terutama ketika sepeda digunakan untuk XC. Teknologi Boost Thru-Axle pada frame juga membantu meningkatkan kekakuan dan kestabilan roda.
Untuk drivetrain, Syncline C2 menggunakan Shimano Deore M5100 11-speed dengan kaset 11-51T dan crankset Hollowtech II.
Suspensi SR Suntour XCR32 120 mm serta rem hidrolik Shimano MT200 melengkapi kemampuannya menghadapi jalur off-road.
Harga: sekitar Rp13,35 juta