- Masyarakat Tionghoa menempatkan patung Chan Chu sebagai simbol keberuntungan, umur panjang, dan kemakmuran dalam tradisi feng shui.
- Pengikut tradisi menempatkan patung menghadap ke dalam ruangan atau di area usaha untuk melambangkan masuknya rezeki.
- Kajian akademik menunjukkan Chan Chu adalah simbol budaya dan dekorasi, bukan jaminan ilmiah untuk mendatangkan uang secara otomatis.
Suara.com - Patung katak berkaki tiga atau Chan Chu kerap ditemukan di rumah maupun tempat usaha masyarakat yang mengikuti tradisi feng shui. Dalam kepercayaan populer Tionghoa, sosok yang juga dikenal sebagai Jin Chan atau katak emas ini dipercaya berkaitan dengan keberuntungan dan kemakmuran.
Namun, penempatan patung Chan Chu sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi dan simbol budaya, bukan sebagai jaminan bahwa seseorang akan mendapatkan uang secara otomatis.
Dalam kajian akademik mengenai simbol katak berkaki tiga dalam budaya China, sosok tersebut telah dikaitkan dengan umur panjang, keberuntungan, kekayaan, dan kemakmuran.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sinology juga mencatat adanya perkembangan kepercayaan terhadap katak berkaki tiga sebagai simbol kekayaan dalam budaya China.
Mengenal Chan Chu dan Maknanya
![Chan Chu atau patung kodok feng shui atau kaki katak kaki tiga [Shopee]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/47586-chan-chu-atau-patung-kodok-feng-shui-atau-kaki-katak-kaki-tiga-shopee.jpg)
Chan Chu atau katak berkaki tiga memiliki akar dalam cerita dan ikonografi China kuno. Penelitian Chang Hyunjoo dari Korea National University of Education menyebut kemunculan sosok katak berkaki tiga dalam literatur dan representasi visual China sejak periode Song.
Dalam perkembangannya, katak berkaki tiga dikaitkan dengan simbol umur panjang, keberuntungan dan kekayaan. Hubungannya dengan tokoh Taois Liu Haichan atau Liu Hai kemudian melahirkan gambaran populer Liu Hai xi chan, yakni Liu Hai yang bermain bersama katak berkaki tiga.
Makna tersebut juga memiliki bukti dalam koleksi museum. The Metropolitan Museum of Art mencatat sebuah benda berbentuk katak berkaki tiga dari China pada abad ke-14 sebagai simbol keberuntungan untuk kemakmuran dan kesuksesan.
Cara Menempatkan Patung Chan Chu di Rumah
Dalam praktik feng shui populer, posisi patung menjadi bagian penting karena berkaitan dengan simbol arah masuknya rezeki.
1. Hadapkan ke bagian dalam ruangan
Salah satu aturan yang banyak ditemukan dalam praktik feng shui populer adalah menempatkan katak berkaki tiga dengan posisi menghadap ke dalam rumah atau ruangan.
Maknanya bersifat simbolis, yakni menggambarkan kekayaan atau keberuntungan yang masuk ke dalam rumah. Praktik serupa juga ditemukan dalam kajian mengenai kepercayaan terhadap katak berkaki tiga di Thailand, yang mencatat penggunaan patung tersebut bersama metode feng shui untuk membangun keyakinan dan kepercayaan dalam urusan bisnis serta perdagangan.
Karena itu, jika patung Chan Chu diletakkan di dekat pintu masuk, pengikut tradisi tersebut umumnya memilih posisi menghadap ke arah dalam, bukan membelakangi ruangan.
2. Bisa ditempatkan di ruang usaha
Patung katak berkaki tiga juga sering diasosiasikan dengan aktivitas perdagangan dan bisnis.
Dalam praktik feng shui populer, Chan Chu dapat ditempatkan di area kerja, meja pengelola usaha, dekat kasir atau area yang berkaitan dengan aktivitas keuangan. Penempatan ini lebih tepat dipahami sebagai simbol harapan terhadap kelancaran usaha dan kemakmuran.
Kajian akademik tentang kepercayaan terhadap katak berkaki tiga juga menemukan bahwa simbol tersebut mengalami penyebaran budaya dan kemudian digunakan dalam konteks bisnis serta perdagangan.
3. Perhatikan arah mulut dan posisi koin
Chan Chu umumnya digambarkan dengan koin di mulut atau duduk di atas tumpukan harta. Unsur tersebut memperkuat makna simbolisnya sebagai lambang kekayaan.
Dalam tradisi visual China, hubungan antara katak berkaki tiga, Liu Haichan dan uang berkembang menjadi simbol keberuntungan serta kekayaan. Penelitian Chang Hyunjoo menjelaskan bahwa setelah era Ming, representasi Liu Hai dan katak berkaki tiga semakin populer sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan di masyarakat.
Karena itu, bagi orang yang mengikuti tradisi tersebut, arah koin dan posisi katak biasanya ikut diperhatikan ketika menentukan tempat pajangan.
Apakah Harus Diletakkan di Sudut Kekayaan?
Salah satu anjuran feng shui populer adalah menempatkan katak berkaki tiga di area yang disebut sebagai sektor kekayaan, termasuk sudut tertentu dari ruang utama.
Namun, penting untuk membedakan antara ajaran feng shui kontemporer yang populer dengan bukti sejarah mengenai Chan Chu.
Tidak ada bukti ilmiah bahwa patung katak berkaki tiga secara fisik dapat mendatangkan uang atau mengubah kondisi finansial seseorang. Bahkan, pembacaan terhadap sejarah simbol tersebut menunjukkan bahwa hubungan Chan Chu dengan kekayaan terutama berkembang melalui legenda, ikonografi dan kepercayaan masyarakat.
Dengan demikian, menempatkan Chan Chu dapat dipandang sebagai bagian dari praktik budaya atau simbolisasi harapan terhadap rezeki, bukan sebagai metode yang terbukti secara ilmiah untuk meningkatkan penghasilan.
Hindari Menempatkan Sembarangan
Jika ingin mengikuti tradisi feng shui populer, patung Chan Chu sebaiknya ditempatkan pada area yang bersih, rapi dan tidak terkesan sebagai barang yang dibuang begitu saja.
Patung juga tidak harus memenuhi rumah dalam jumlah banyak. Satu benda yang ditempatkan secara teratur sudah cukup untuk menjadi elemen dekorasi sekaligus simbol budaya.
Hal terpenting adalah tidak menjadikan patung tersebut sebagai pengganti tindakan nyata dalam mengelola keuangan. Simbol keberuntungan dapat menjadi bagian dari budaya dan dekorasi, sementara pemasukan tetap bergantung pada pekerjaan, usaha, pengelolaan uang dan keputusan finansial yang dilakukan sehari-hari.