- Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan timbal merupakan cemaran logam berat pada kosmetik yang dibatasi maksimal 20 mg/kg.
- Keberadaan timbal dalam lipstik tidak dapat dideteksi menggunakan ciri fisik maupun metode menggosok produk dengan cincin emas.
- Kepastian kandungan timbal dalam lipstik harus diukur secara kuantitatif melalui pengujian laboratorium menggunakan metode khusus yang akurat.

4. Jangan percaya tes lipstik menggunakan cincin emas
Tes dengan cara mengoleskan lipstik pada kulit kemudian menggosoknya menggunakan cincin emas sering beredar di media sosial.
Jika warna lipstik berubah menjadi hitam atau gelap, perubahan tersebut kemudian dianggap sebagai tanda adanya timbal.
Anggapan tersebut tidak dapat dijadikan metode untuk mendeteksi timbal. BPOM telah menjelaskan bahwa keberadaan cemaran logam berat pada kosmetik tidak bisa ditentukan melalui metode gosok dengan cincin emas.
Artinya, lipstik yang tidak berubah warna ketika digosok cincin juga belum tentu bebas timbal. Sebaliknya, perubahan warna tidak membuktikan adanya timbal.
5. Waspadai lipstik dengan kondisi produk yang tidak wajar
Meski tidak ada ciri fisik spesifik untuk mendeteksi timbal, konsumen tetap dapat memperhatikan kondisi produk sebagai bagian dari pemeriksaan awal.
Beberapa tanda yang patut membuat konsumen lebih berhati-hati antara lain:
- Kemasan tidak mencantumkan identitas produsen.
- Tidak terdapat daftar komposisi.
- Nomor notifikasi BPOM tidak ditemukan atau tidak sesuai.
- Produk dijual tanpa kemasan asli.
- Tulisan pada kemasan buram, mudah terhapus, atau banyak kesalahan informasi.
- Produk memiliki bau yang sangat menyengat atau berbeda dari karakter produk yang seharusnya.
- Tekstur berubah, terpisah, atau terlihat tidak homogen.
- Produk menyebabkan iritasi seperti rasa terbakar, gatal, kemerahan, atau bibir membengkak.
Namun, tanda-tanda tersebut juga bukan bukti bahwa lipstik mengandung timbal. Iritasi, misalnya, dapat disebabkan berbagai bahan kosmetik dan tidak secara khusus menunjukkan keracunan timbal.
6. Pengujian laboratorium adalah cara untuk memastikannya
Jika ingin mengetahui secara pasti apakah lipstik mengandung timbal, produk harus diuji di laboratorium.
BPOM menyebut pengujian cemaran logam berat dapat menggunakan metode seperti AAS atau ICP. Dengan pengujian tersebut, kandungan timbal dapat diukur secara kuantitatif.
Hal ini juga sejalan dengan pengujian yang dilakukan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. FDA melakukan analisis terhadap ratusan produk lipstik dan kosmetik untuk mengetahui kandungan timbal serta logam lainnya.
7. Mengapa timbal dalam kosmetik perlu diperhatikan?
Timbal merupakan logam berat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. BPOM menyatakan adanya timbal dalam kosmetik dapat merusak fungsi organ dan sistem tubuh.
Karena lipstik digunakan pada bibir, perhatian terhadap cemaran juga penting. FDA menjelaskan bahwa paparan timbal dari produk kosmetik bibir terutama dapat terjadi melalui tertelannya produk, misalnya ketika seseorang menjilat bibir.
Meski demikian, konsumen tidak perlu langsung menganggap semua lipstik mengandung timbal. FDA dalam surveinya menemukan kadar timbal pada produk lipstik yang diuji berada dari di bawah batas deteksi hingga sekitar 7 ppm.