- Air fryer menggunakan teknologi sirkulasi udara panas untuk mengolah makanan porsi kecil secara cepat tanpa banyak minyak.
- Oven listrik memanfaatkan elemen pemanas dengan kapasitas lebih besar untuk memanggang kue dan daging dalam jumlah banyak.
- Air fryer lebih hemat listrik untuk porsi kecil karena durasinya singkat, sedangkan oven listrik efisien untuk porsi besar.
Suara.com - Memiliki peralatan dapur yang praktis dan efisien kini menjadi prioritas banyak rumah tangga. Dua alat memasak berbasis listrik yang paling sering dibandingkan adalah air fryer dan oven listrik.
Meski sama-sama menggunakan panas untuk mengolah makanan, kedua alat tersebut memiliki cara kerja, kapasitas, dan kebutuhan energi yang berbeda.
Saat dihadapkan pada pilihan antara air fryer dan oven listrik, tak sedikit orang bingung menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan harian, terutama soal konsumsi listrik.
Sebelum memutuskan untuk membeli, penting untuk memahami perbedaan mendasar dari kedua peralatan dapur populer ini.
Fungsi Air Fryer dan Oven Listrik
Air fryer dirancang khusus untuk menggoreng makanan tanpa minyak atau dengan sedikit minyak (oil-free frying).
Alat ini menggunakan teknologi sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi (rapid air technology) di dalam ruang berukuran ringkas.
Sirkulasi udara tersebut membantu menghasilkan tekstur makanan yang krispi di luar namun tetap lembut di dalam.
Karena ruang memasaknya relatif kecil, air fryer cocok digunakan untuk memasak makanan seperti kentang goreng, ayam, nugget, ikan, sayuran, atau sekadar memanaskan makanan.
Sirkulasi udara panas yang intens juga membuat proses memasak umumnya lebih cepat dibandingkan oven konvensional.
Sementara itu, oven listrik memanfaatkan elemen pemanas (atas dan bawah) untuk memancarkan panas secara merata ke seluruh ruang oven yang relatif lebih besar.
Kapasitasnya biasanya lebih besar sehingga dapat digunakan untuk memasak makanan dengan kapasitas banyak sekaligus.
Oven listrik sangat ideal untuk kebutuhan baking (membuat kue, roti, pie), memanggang daging ukuran besar (seperti ayam utuh atau roast beef), hingga mengolah hidangan berkuah kental seperti casserole.
Dari sini bisa dilihat bahwa perbedaan kapasitas menjadi salah satu hal penting. Air fryer unggul untuk porsi kecil dan memasak dengan cepat, sedangkan oven listrik lebih fleksibel ketika harus memasak banyak makanan dalam satu waktu.
Mana yang Lebih Hemat Daya?
Untuk menentukan alat mana yang lebih hemat listrik, perbandingan tidak hanya dilihat dari besar watt pada spesifikasi alat, tetapi juga dari durasi penggunaannya saat memasak.
Secara spesifikasi awal, air fryer umumnya membutuhkan daya sekitar 800 hingga 1.500 Watt.
Di sisi lain, oven listrik ukuran standar rumah tangga membutuhkan daya berkisar antara 400 hingga 1.200 Watt (tergantung apakah elemen pemanas atas dan bawah dinyalakan bersamaan).
Meskipun air fryer memiliki angka watt yang cenderung lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk mematangkan makanan jauh lebih singkat.
Hal ini dikarenakan kapasitas wadah yang lebih kecil sehingga udara panas berkumpul dan bersirkulasi secara optimal tanpa memerlukan waktu pre-heat (pemanasan awal) yang lama.
Sebagai contoh, memasak ayam goreng pada air fryer hanya butuh waktu 15–20 menit, sedangkan pada oven listrik bisa memakan waktu 30–45 menit.
Konsumsi listrik dihitung dari daya (Watt) dikali durasi pemakaian (Jam). Karena air fryer menyelesaikan proses memasak jauh lebih cepat, total konsumsi listrik bulanan untuk pengolahan harian porsi kecil hingga sedang menjadi lebih hemat daya dibandingkan oven listrik.
Namun, jika perlu memasak dalam jumlah atau volume yang sangat besar dalam satu kali proses, oven listrik justru bisa lebih efisien daripada harus memakai air fryer secara berulang kali (batching).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, jika tujuan utamanya adalah memasak porsi kecil hingga sedang dengan durasi cepat serta konsumsi listrik yang minim, maka air fryer adalah pilihan yang lebih hemat daya.
Namun, jika sering memasak dalam porsi besar untuk keluarga atau rutin membuat kue, oven listrik tetap menjadi investasi yang tidak tergantikan dari segi kapasitas dan fleksibilitas fungsi.