- Produksi minyak berlebih menumpuk di sekitar pori sehingga membuat permukaannya tampak lebih besar dan kurang rata.
- Salicylic Acid dan Niacinamide berfungsi membersihkan minyak yang menyumbat pori serta menjaga hidrasi kulit berminyak secara optimal.
- Teknologi Supramolecular pada pelembap membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama dan memberikan efek matte hingga 48 jam.
Suara.com - Pori-pori merupakan bagian normal dari kulit. Namun, pada sebagian orang, pori dapat terlihat lebih besar, terutama ketika kulit memproduksi minyak atau sebum secara berlebih.
Kondisi tersebut cukup umum ditemukan pada pemilik kulit berminyak. Selain membuat wajah tampak mengilap, produksi sebum yang berlebih juga dapat membuat pori terlihat semakin jelas.
Lantas, mengapa produksi minyak bisa membuat pori tampak lebih besar?
Produksi Sebum Berlebih Bisa Membuat Pori Terlihat Lebih Besar
Pori merupakan bukaan kecil pada kulit yang menjadi jalur tumbuhnya rambut halus sekaligus berkaitan dengan kelenjar minyak atau sebaceous gland.
Dermatolog Dr. Stanley Setiawan, Sp. D.V.E., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa salah satu penyebab pori terlihat lebih besar adalah produksi sebum yang berlebihan dari dalam kelenjar minyak.
“Kunci dari menjawab concern ini ada pada memahami cara kerja pori-pori di kulit, yaitu bukaan kecil pada kulit yang menjadi jalur tumbuhnya rambut halus maupun kelenjar minyak (sebaceous gland),” ujar Dr. Stanley.
Ia menjelaskan, keluhan pada pemilik kulit berminyak sering kali berkaitan dengan produksi sebum berlebih dari dalam kelenjar minyak.
“Seringkali, keluhan konsumen dengan oily skin disebabkan oleh produksi sebum berlebih dari dalam kelenjar minyak yang membuat pori menjadi lebih stretched dari bawah permukaan kulit,” lanjutnya.
Karena itu, perawatan kulit tidak hanya perlu berfokus pada menghilangkan minyak yang sudah muncul di permukaan, tetapi juga membantu menjaga produksi sebum tetap terkontrol.
Bukan Berarti Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap
Ketika wajah mulai mengilap, penggunaan blotting paper atau produk dengan efek matte memang dapat membantu mengurangi minyak di permukaan kulit.
Namun, langkah tersebut hanya mengatasi minyak yang sudah muncul. Perawatan harian tetap diperlukan untuk menjaga kondisi kulit secara keseluruhan.
Salah satu yang tidak sebaiknya dilewatkan adalah pelembap. Kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi, sehingga pemilihan produk perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
“Penggunaan pelembab harian, yang mengandung Salicylic Acid dan Niacinamide misalnya, sangat penting untuk menjaga hidrasi kulit juga yang dapat menyeimbangkan produksi minyak berlebih,” kata Dr. Stanley.
Artinya, kulit berminyak tidak harus dibuat sekering mungkin. Perawatan yang tepat justru perlu menjaga keseimbangan antara hidrasi dan produksi minyak.
Salicylic Acid dan Niacinamide untuk Kulit Berminyak
Dalam perawatan kulit berminyak, Salicylic Acid dan Niacinamide merupakan dua kandungan yang dapat ditemukan dalam sejumlah produk skincare.
Salicylic Acid membantu mengeksfoliasi kulit dan membersihkan pori dari penumpukan yang dapat membuatnya terlihat semakin jelas. Sementara itu, Niacinamide atau vitamin B3 dapat membantu menenangkan kulit sekaligus menjaga kondisi skin barrier.
Kombinasi keduanya dapat digunakan dalam rutinitas perawatan kulit, termasuk melalui produk pelembap yang memang diformulasikan untuk kulit berminyak.
Namun, pemilik kulit berminyak juga perlu memperhatikan tekstur produk. Pelembap dengan tekstur yang terasa ringan dapat menjadi pilihan agar kulit tetap mendapatkan hidrasi tanpa terasa semakin berat atau berminyak.
Perawatan Pori Tak Cukup Hanya dengan Efek Matte
Tampilan kulit yang lebih matte memang dapat membuat wajah terlihat tidak terlalu mengilap. Namun, perawatan untuk kulit berminyak sebaiknya tidak hanya mengandalkan produk yang bekerja di permukaan kulit.
Menurut Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia Pandu Brodjonegoro, kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan dikembangkannya teknologi perawatan untuk kulit berminyak.
“Pelembab harian untuk kulit berminyak ini dilengkapi dengan teknologi Supramolecular yang telah dipatenkan untuk membantu memberikan 48 jam Matte Hydration, menyamarkan tampilan pori besar dan kilap, serta siap tampil #PicturePorefect sepanjang hari,” ujarnya.
Teknologi Supramolecular tersebut menggabungkan Salicylic Acid dan Niacinamide melalui mekanisme temporary bonding. Menurut pihak perusahaan, mekanisme ini dirancang agar kedua bahan aktif dapat bekerja secara sinergis dan lebih presisi pada area yang berkaitan dengan produksi sebum.
Dengan pendekatan tersebut, perawatan kulit berminyak tidak hanya diarahkan untuk mengurangi kilap setelah minyak muncul, tetapi juga menjaga hidrasi kulit sekaligus membantu menyamarkan tampilan pori.

Pelembap dengan Teknologi Supramolecular
Teknologi tersebut kemudian digunakan dalam La Roche-Posay Effaclar Supramolecular, pelembap harian yang ditujukan untuk pemilik kulit berminyak.
Produk ini diklaim membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama dan memberikan matte hydration hingga 48 jam, dengan kandungan Salicylic Acid dan Niacinamide.
“Dengan teknologi Supramolecular tersebut, La Roche-Posay Effaclar Supramolecular membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama dan memberikan 48 jam Matte Hydration, sehingga produksi minyak berlebih dapat lebih terkontrol dengan hidrasi kulit yang tetap terjaga,” kata Pandu.