- Wajah kusam di siang hari dipicu oleh dehidrasi dan reaksi oksidasi.
- Polusi dan debu yang menempel pada minyak wajah mempercepat efek oksidasi.
- Dokter Erta merekomendasikan penggunaan watery sunscreen dan antioksidan untuk menjaga kelembapan.
Suara.com - Banyak orang mungkin merasa wajah terlihat lebih segar, kenyal dan glowing saat bangun tidur di pagi hari tapi mendadak kusam dan berminyak saat siang dan sore hari.
Banyak orang mengira perubahan drastic wajah yang glowing menjadi kusam ini disebabkan oleh makeup yang luntur atau sekadar ilusi pencahayaan cermin.
Namun, menurut dr. Erta Priadi, masalah utamanya bukan pada riasan wajah, melainkan sistem proteksi kulit yang belum optimal.
"Ini bukan salah makeup atau spion-nya, tapi salah proteksi kulit. Karena kulit kusam itu tanda kulit kamu lagi dehidrasi dan teroksidasi parah gara-gara efek lingkungan," terang dr. Erta Priadi lewat unggahan di akun Instagram miliknya.
Lalu, apa sebenarnya penyebab wajah cepat kusam saat beraktivitas dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Efek Oksidasi: Kulit Menghitam Bak Apel Terkupas
Menurut dr. Erta, paparan sinar matahari bukanlah satu-satunya musuh utama kulit saat siang hari.
Ada perpaduan polusi dan debu jalanan yang menempel pada lapisan minyak di permukaan wajah, sehingga memicu proses oksidasi berbahaya.
Ia menganalogikan proses oksidasi ini layaknya buah apel yang baru dikupas dan dibiarkan di ruang terbuka.
"Penyebab utamanya itu sinar matahari, tapi bukan cuman itu. Kombinasi debu jalanan sama polusi itu nempel di minyak mukamu dan bikin reaksi oksidasi," papar dr. Erta.
"Ibarat apel dikupas, terus didiemin lama-lama warnanya jadi cokelat, kan. Nah, mukamu juga begitu kalau nggak dikasih 'anti karat' alias antioksidan yang kuat," lanjutnya.
Dalam menangkal radikal bebas dari dalam tubuh, dr. Erta menyarankan masyarakat rutin mengonsumsi antioksidan berkekuatan tinggi, salah satunya astaxanthin.
Jangan Asal Pakai Sunscreen
Selain oksidasi, kesalahan dalam memilih tabir surya (sunscreen) juga menjadi pemicu wajah tampak kusam dan pengap di siang hari.
Menurutnya, banyak produk tabir surya di pasaran yang hanya fokus memblokir sinar ultraviolet tanpa memberikan nutrisi yang cukup bagi lapisan kulit.
"Banyak sunscreen di pasaran juga cuman kasih proteksi tapi nggak kasih nutrisi. Makanya, kulit itu kerasa gerah dan malah jadi kusam pas di siang hari," jelasnya.
Sebagai solusi, dr. Erta merekomendasikan pemilihan watery sunscreen atau tabir surya berbahan dasar cair yang ringan dan kaya nutrisi.
"Kamu butuh perlindungan yang cair, yang segar tapi isinya itu nutrisi semua. Istilahnya itu watery sunscreen. Kamu harus pilih watery sunscreen biar kulit tetap bisa napas dan kelembapannya terkunci," tambahnya.
Dokter Erta menjelaskan bahwa tingkat kelembapan kulit memengaruhi cara cahaya memantul di permukaan wajah.
Saat pagi hari, kulit masih dalam kondisi lembap dan terhidrasi setelah fase regenerasi saat tidur malam, sehingga cahaya terpantul sempurna dan menciptakan efek glowing.
"Kalau kulit kamu lembapnya benar, cahaya matahari itu bakal mantul di permukaan kulit dan itulah yang bikin kelihatan glowing," tutur dr. Erta.
Sebaliknya, saat kulit kehilangan hidrasi dan menjadi kasar akibat polusi seharian, pantulan cahaya tersebut tidak akan terjadi.
"Tapi kalau kulitnya kering dan kasar, cahaya itu bakal diserap dan bikin mukamu kelihatan gelap dan nggak segar," pungkasnya.