Apa Bedanya Telur Bebas Sangkar dan Telur Biasa?

Vania Rossa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:08 WIB
Apa Bedanya Telur Bebas Sangkar dan Telur Biasa?
Ilustrasi telur bebas sangkar. [Unsplash/Morgane Perraud]
baca 10 detik
  • Animal Friends Jogja mengadakan diskusi mengenai tantangan penerapan telur bebas sangkar di Yogyakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Kendala utama telur bebas sangkar meliputi terbatasnya pasokan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta harga jual yang lebih tinggi.
  • Penerapan telur bebas sangkar memerlukan kerja sama berbagai pihak untuk mengatasi tantangan rantai pasok dan meningkatkan kesejahteraan hewan.

Suara.com - Saat memilih telur untuk kebutuhan sehari-hari, kita mungkin lebih sering mempertimbangkan harga, ukuran, dan kesegarannya. Namun, ada hal lain yang mulai menjadi perhatian, yaitu bagaimana ayam petelur dipelihara. Salah satunya melalui sistem cage-free atau bebas sangkar.

Sesuai namanya, telur cage-free berasal dari ayam yang dipelihara tanpa kandang baterai. Sistem ini memungkinkan ayam bergerak lebih leluasa dan mengekspresikan perilaku alaminya dibandingkan dengan pemeliharaan dalam kandang baterai.

Meski begitu, cage-free bukan berarti ayam selalu berkeliaran di alam terbuka. Istilah ini merujuk pada sistem pemeliharaan tanpa kandang baterai, bukan jaminan ayam memiliki akses ke luar ruangan.

Perbedaan sistem pemeliharaan ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan ayam petelur. Namun, penerapannya secara luas masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketersediaan pasokan hingga harga.

Kenapa telur bebas sangkar belum mudah ditemukan?

Dalam diskusi yang diselenggarakan Animal Friends Jogja (AFJ) di Yogyakarta, Kamis (22/10/2026), pelaku usaha, produsen telur, pemerintah, dan organisasi kesejahteraan hewan membahas tantangan penerapan telur cage-free di Indonesia.

Hasil diskusi mengidentifikasi tiga kendala utama, yakni keterbatasan pasokan dan informasi mengenai peternakan cage-free, rendahnya kesadaran masyarakat, serta harga telur bebas sangkar yang lebih tinggi dibandingkan telur dari kandang baterai.

Bagi industri makanan dan perhotelan, ketersediaan pasokan yang konsisten menjadi pertimbangan penting. Kebutuhan telur harus terpenuhi dari segi jumlah, kualitas, hingga distribusinya.

Syamim Shihab dari PT Mega Berlian Utama, mitra eksklusif Widodo Makmur Group, menjelaskan bahwa kesiapan rantai pasok mencakup kapasitas produksi, harga, kualitas, kontinuitas pasokan, serta ketertelusuran dan verifikasi produk.

baca juga

Sejumlah perusahaan yang telah berkomitmen menggunakan telur bebas sangkar menyebut kerja sama dengan lebih dari satu peternak sebagai salah satu cara mengatasi keterbatasan pasokan. Sementara itu, penerapan komitmen penggunaan 100 persen telur cage-free dapat dilakukan secara bertahap untuk menghadapi tantangan harga.

Pilihan pangan yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan

Sejumlah perusahaan turut membagikan pengalaman dalam menerapkan pengadaan telur bebas sangkar, mulai dari kemitraan dengan peternak lokal hingga verifikasi pemasok dan standardisasi kualitas.

Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan AFJ, Elly Mangunsong, menekankan bahwa komitmen perusahaan perlu disertai target yang jelas dan perkembangan yang dapat dipantau.

“Komitmen terhadap telur bebas sangkar merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut benar-benar diterapkan dalam praktik, dengan target yang jelas dan perkembangan yang dapat dipantau,” ujar Elly.

Menurut AFJ, kolaborasi antara perusahaan, pemasok, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar penggunaan telur bebas sangkar dapat diterapkan secara konkret dan terukur.

Bagi konsumen, mengenali asal dan cara produksi bahan pangan bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih produk sehari-hari. Dengan informasi yang memadai, pilihan pangan tak hanya dilihat dari harga dan kebutuhan, tetapi juga dari proses di balik produksinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wong Cilik Mulai Rasakan Dampak Lemahnya Rupiah: Harga Sembako Naik, Dana Sekolah Ikut Terpakai

Wong Cilik Mulai Rasakan Dampak Lemahnya Rupiah: Harga Sembako Naik, Dana Sekolah Ikut Terpakai

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

RI Baru Bisa Raih Pasokan LNG dari Masela di Tahun 2030

RI Baru Bisa Raih Pasokan LNG dari Masela di Tahun 2030

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Buka Workshop Jurnalistik, Yorrys Raweyai Tekankan Pentingnya Pemberitaan Isu Daerah

Buka Workshop Jurnalistik, Yorrys Raweyai Tekankan Pentingnya Pemberitaan Isu Daerah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta

Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Politisi Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada Kalahkan Petahana

Politisi Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada Kalahkan Petahana

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar

Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:54 WIB

BCA Raup Laba Bersih Rp45,2 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 4,2 Persen

BCA Raup Laba Bersih Rp45,2 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 4,2 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×