Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Muhamad Yasir

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:07 WIB
Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan arahan dalam acara “Penguatan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat, SIKS-NG, dan Pelaksana Perlinsos Digital” di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).
baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan baru 420 ribu dari target 3 juta kepala keluarga di Sulawesi Selatan terdaftar dalam Perlinsos Digital.
  • Secara nasional, pendaftaran mencapai hampir 15 juta kepala keluarga dengan target 48 juta pada akhir tahun 2026 mendatang.
  • Pemerintah berupaya mempercepat pendaftaran dan menambah agen perlinsos untuk memastikan data penerima bantuan sosial menjadi lebih akurat.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut baru sekitar 420 ribu kepala keluarga (KK) di Sulawesi Selatan yang terdaftar dalam sistem Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital). Padahal, jumlah keluarga yang ditargetkan terdata di provinsi tersebut mencapai 3 juta KK.

Pemerintah kini memacu sosialisasi dan memperluas keterlibatan agen perlinsos untuk mempercepat pendaftaran masyarakat. Upaya ini dilakukan agar data penerima bantuan sosial (bansos) semakin akurat dan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

“Jadi kita masih perlu sama-sama sosialisasi dan mempercepat masyarakat memahami layanan digital pemerintah,” kata Gus Ipul dalam acara “Penguatan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat, SIKS-NG, dan Pelaksana Perlinsos Digital” di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) usai menghadiri acara “Penguatan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat, SIKS-NG, dan Pelaksana Perlinsos Digital” di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) usai menghadiri acara “Penguatan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat, SIKS-NG, dan Pelaksana Perlinsos Digital” di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Gus Ipul mengatakan, jumlah keluarga yang terdaftar dalam Perlinsos Digital secara nasional kini hampir mencapai 15 juta KK. Angka tersebut terus bertambah dengan rata-rata lebih dari 600 ribu pendaftaran setiap hari.

Pemerintah menargetkan 48 juta KK di seluruh Indonesia terdaftar dalam sistem tersebut pada akhir 2026.

Untuk mendukung percepatan, jumlah agen perlinsos yang membantu masyarakat mengakses layanan digital juga terus ditingkatkan. Saat ini, jumlahnya hampir mencapai satu juta orang secara nasional.

“Sekarang sudah hampir 15 juta secara nasional. Target kita 48 juta. Setiap hari rata-rata naik di atas 600.000. Kalau agen perlinsosnya sudah hampir 1 juta secara nasional,” ujar Gus Ipul.

Ia mengakui, percepatan pendaftaran di Sulawesi Selatan masih membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai unsur masyarakat.

Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan jumlah agen perlinsos sekaligus mendorong lebih banyak calon penerima manfaat masuk ke dalam sistem.

baca juga

Menurut Gus Ipul, keberadaan agen perlinsos penting untuk membantu masyarakat memahami proses pendaftaran, terutama warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital pemerintah.

Selain memperluas partisipasi masyarakat, digitalisasi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang memahami proses pemutakhiran data. Salah satu unsur yang menjadi perhatian adalah operator data desa dan kelurahan.

Gus Ipul menjelaskan, hingga kini umumnya belum tersedia petugas khusus untuk menangani data di tingkat desa dan kelurahan. Tugas tersebut masih dibebankan kepada pegawai yang merangkap pekerjaan lain.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dan proses kerja di antara operator data, dinas sosial, pilar-pilar sosial, serta komunitas yang membantu masyarakat mengakses layanan digital.

“Dengan digitalisasi Perlinsos atau digitalisasi bansos ini diharapkan data kita makin akurat, partisipasi masyarakatnya lebih luas, akhirnya kita membantu mereka-mereka yang paling membutuhkan. Itu intinya,” tutur Gus Ipul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Seskab Teddy Sebut 45 Ribu Anak Keluarga Kurang Mampu Terbantu Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Sebut 45 Ribu Anak Keluarga Kurang Mampu Terbantu Sekolah Rakyat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

RI Baru Bisa Raih Pasokan LNG dari Masela di Tahun 2030

RI Baru Bisa Raih Pasokan LNG dari Masela di Tahun 2030

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Buka Workshop Jurnalistik, Yorrys Raweyai Tekankan Pentingnya Pemberitaan Isu Daerah

Buka Workshop Jurnalistik, Yorrys Raweyai Tekankan Pentingnya Pemberitaan Isu Daerah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta

Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Politisi Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada Kalahkan Petahana

Politisi Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada Kalahkan Petahana

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar

Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:54 WIB

BCA Raup Laba Bersih Rp45,2 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 4,2 Persen

BCA Raup Laba Bersih Rp45,2 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 4,2 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×