- Dr. Vipada Sae-Lao dari Herbalife menjelaskan pentingnya nutrisi bagi profesional untuk mengatasi kesibukan kerja modern.
- Pekerja disarankan menerapkan kebiasaan sarapan bergizi, tidak melewatkan makan, serta melakukan mindful eating untuk menjaga energi.
- Peningkatan produktivitas juga didukung oleh konsistensi dalam menjaga hidrasi, aktivitas fisik, tidur berkualitas, dan perubahan kecil.
Suara.com - Kesibukan pekerjaan kerap membuat seseorang mengabaikan kebutuhan tubuh. Mulai dari melewatkan sarapan, makan siang di sela rapat, hingga bekerja sampai malam, rutinitas tersebut dapat memengaruhi energi, konsentrasi, dan kondisi fisik jika berlangsung terus-menerus.
Dr. Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific Herbalife, menjelaskan bahwa tuntutan pekerjaan modern, mulai dari kolaborasi lintas negara hingga budaya digital selama 24 jam, membuat profesional perlu lebih memperhatikan kesehatan.
Menurutnya, pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh menghadapi aktivitas sehari-hari.
“Sebagai seorang profesional dengan jadwal yang padat, saya meyakini ada lima kebiasaan yang dapat membantu mengembalikan fokus, ketahanan tubuh, dan energi yang mungkin selama ini tanpa disadari telah berkurang,” ujar Dr. Vipada.
Lima Kebiasaan Nutrisi untuk Menunjang Produktivitas
Kebiasaan pertama adalah memulai hari dengan sarapan bergizi seimbang. Setelah berpuasa sepanjang malam, tubuh membutuhkan asupan untuk menunjang aktivitas.
Dr. Vipada menyarankan konsumsi protein berkualitas sekitar 20–30 gram, misalnya dari telur, yoghurt, atau ikan, yang dipadukan dengan buah, sayuran, dan biji-bijian utuh.
Protein membantu menjaga rasa kenyang dan kesehatan otot, sedangkan karbohidrat berserat menyediakan energi untuk beraktivitas. Kombinasi tersebut dapat menjadi pilihan untuk mengawali hari sebelum menghadapi jadwal pekerjaan yang padat.
Kedua, jangan melewatkan waktu makan demi menyelesaikan pekerjaan. Asupan yang tidak teratur dapat membuat seseorang merasa lemas dan sulit berkonsentrasi.
Pilih menu dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, seperti nasi merah dengan ayam panggang, ikan dengan sayuran, atau roti gandum utuh dengan alpukat.
Jika tidak sempat makan besar, camilan kaya protein dan serat atau smoothie bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Meski begitu, pilihan tersebut sebaiknya tidak terus-menerus menggantikan makanan utama yang seimbang.
Kebiasaan ketiga adalah menerapkan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran. Caranya dengan menikmati makanan secara perlahan, mengunyah dengan baik, serta memperhatikan sinyal lapar dan kenyang.
Dengan begitu, seseorang dapat lebih mengenali kebutuhan tubuh dan mengatur pola makan dengan lebih baik.
Selanjutnya, Dr. Vipada mengingatkan pentingnya menggabungkan nutrisi dengan aktivitas fisik, hidrasi, dan tidur berkualitas. Olahraga teratur membantu menjaga kebugaran, sementara air berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pengaturan suhu dan kerja otak.
Membiasakan minum air putih sejak pagi serta mengonsumsi makanan kaya air dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan. Tidur juga tidak kalah penting karena berkaitan dengan konsentrasi, pengelolaan emosi, kekebalan tubuh, dan pemulihan fisik.