- Cleanipedia menyatakan area tertutup yang lembap memicu pertumbuhan jamur yang merusak pakaian dan kesehatan.
- Permukaan lemari berjamur dapat dibersihkan secara efektif menggunakan campuran air dengan cuka putih atau alkohol medis.
- Santi Mebel menyarankan pemberian jarak dinding, penggunaan penyerap kelembapan, serta pengecatan ulang untuk mencegah jamur.
Suara.com - Lemari pakaian yang lembap sering kali menjadi sarang favorit bagi jamur untuk tumbuh. Selain memicu bau apek yang mengganggu, spora jamur juga dapat merusak serat kain dan memicu masalah kesehatan bagi penghuni rumah.
Menurut panduan perawatan rumah dari platform edukasi kebersihan Cleanipedia, jamur sangat menyukai area tertutup yang minim sirkulasi udara dan memiliki tingkat kelembapan tinggi.
Berikut adalah panduan lengkap cara membersihkan sekaligus mencegah jamur di lemari pakaian secara tuntas dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat.

1. Kosongkan dan Bersihkan dengan Bahan Alami
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mengeluarkan seluruh pakaian dari dalam lemari. Periksa satu per satu untuk memastikan tidak ada pakaian yang ikut berjamur. Jika ada, cuci bersih menggunakan air hangat dan jemur di bawah sinar matahari langsung.
Untuk membersihkan badan lemari, Anda bisa menggunakan beberapa bahan alternatif berikut:
Larutan Cuka Putih: Cuka adalah pembunuh spora jamur alami yang sangat efektif. Campurkan air dan cuka putih dengan perbandingan 1:1, lalu usapkan secara merata ke bagian lemari yang berjamur.
Alkohol Medis (70%): Menurut tips perawatan dari Cleanipedia, mengusap permukaan lemari menggunakan kain microfiber yang telah dibasahi alkohol kadar 70% terbukti ampuh membunuh sisa spora jamur sekaligus mencegahnya datang kembali tanpa merusak material dalam waktu cepat.
2. Terapkan Trik Jitu Pencegahan ala Ahli Furnitur
Agar lemari tidak kembali ditumbuhi jamur, pakar interior dan produsen furnitur terkemuka seperti Santi Mebel membagikan beberapa tips penting yang wajib Anda terapkan di rumah:
Jangan Tempelkan Lemari Langsung ke Dinding: Ini adalah kesalahan paling sering terjadi. Dinding rumah, terutama pada musim hujan, menyimpan uap air yang bisa mentransfer kelembapan ke bagian belakang lemari. Berikan jarak sekitar 5 hingga 10 centimeter antara dinding dan bagian belakang lemari agar sirkulasi udara tetap lancar.
Gunakan Produk Penyerap Kelembapan: Letakkan kotak penyerap uap air (moisture absorber), silica gel, atau kapur barus di sudut-sudut bawah lemari. Produk ini berfungsi aktif menarik udara lembap di dalam ruang tertutup.
Perhatikan Kondisi Pakaian: Pastikan pakaian benar-benar kering 100% sebelum dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari. Setetes air atau pakaian yang belum kering sempurna dapat memicu kelembapan masif di ruang yang sempit.
Berikan Lapisan Pelindung (Varnish/Politur): Jika lemari kayu Anda sudah berumur dan lapisan pelindungnya mulai menipis, pertimbangkan untuk memulas ulang menggunakan vernis. Lapisan ini berfungsi menutup pori-pori kayu agar tidak mudah menyerap uap air dari udara.
Dengan rutin membersihkan lemari dan menjaga sirkulasi udaranya tetap baik, pakaian Anda akan aman dari ancaman jamur dan bau apek!