Merawat Laut Lewat Egek, Kearifan Lokal Suku Moi di Papua Barat Daya

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:27 WIB
Merawat Laut Lewat Egek, Kearifan Lokal Suku Moi di Papua Barat Daya
Ritual Egek oleh Masyarakat Moi, Malaumkarta, Papua Barat Daya. (dok.web/YKAN)
baca 10 detik
  • Masyarakat adat Moi di Malaumkarta, Papua Barat Daya, menerapkan tradisi Egek untuk mengendalikan pemanfaatan laut.
  • Tradisi Egek mengatur pembatasan waktu pengambilan hasil laut guna mencegah praktik eksploitasi berlebihan oleh masyarakat.
  • Penelitian menunjukkan aturan adat ini melibatkan tokoh dan warga setempat sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Dalam prosesnya, ritual menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan mengenai aturan dan tanggung jawab masyarakat terhadap alam.

Keberadaan hukum adat membuat Egek tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Tradisi ini juga berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan batasan pemanfaatan sumber daya alam yang perlu dipatuhi bersama.

Nilai-nilai spiritual dan adat menjadi bagian dari cara masyarakat dalam memahami relasi manusia dengan lingkungan. Karena itu, menjaga laut tidak semata-mata dipandang sebagai urusan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga berhubungan dengan kepatuhan terhadap aturan dan nilai yang diwariskan masyarakat.

Demikian, Egek menonjolkan bagaimana kearifan lokal ini dapat bekerja sebagai bagian dari tata kelola lingkungan. Masyarakat tidak hanya memanfaatkan sumber daya yang tersedia, tetapi juga memiliki aturan tersendiri untuk membatasi pemanfaatannya.

Kearifan Lokal di Tengah Ancaman Eksploitasi Alam

Keberadaan Egek ini membuktikan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak melulu harus dimulai dari pendekatan teknologi modern. 

Bisa jadi dengan aturan yang tumbuh dari pengetahuan dan kesepakatan masyarakat setempat juga berperan penting dalam mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam.

Meskipun begitu, penelitian ini hanya berfokus pada bagaimana pengemasan pesan adat dan praktiknya dalam masyarakat, sehingga tidak dapat dipastikan keberhasilan pemulihan populasi itu dari penerapan Egek.

Karena itu, Egek tetap dapat dipahami sebagai mekanisme adat yang didesain untuk mencegah eksploitasi berlebihan, bukan sebagai bukti kuantitatif bahwa seluruh sumber daya laut telah pulih.

baca juga

Mungkin dengan memberi jeda bagi sumber daya alam, menaati aturan masyarakat setempat, dan melibatkan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan merupakan bagian terpenting dari upaya mempertahankan keberlanjutan alam.

Prinsip itulah yang melekat pada masyarakat Moi di Malaumkarta, Papua Barat Daya. Tradisi yang mengingatkan bahwa laut bukan hanya tempat mengambil hasil, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang perlu dijaga sepanjang hayat.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan

Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Dua Laga Tandang Timnas Indonesia Terancam Berubah, Erick Thohir Siapkan Skenario Cadangan

Dua Laga Tandang Timnas Indonesia Terancam Berubah, Erick Thohir Siapkan Skenario Cadangan

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Borong 6 Emas, Jakarta Kembali Jadi Juara Umum Kejurnas Catur

Borong 6 Emas, Jakarta Kembali Jadi Juara Umum Kejurnas Catur

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:22 WIB

Viral Loker Sekretaris Pribadi, Syaratnya Siap Melayani Hubungan Intim, Gajinya Bikin Kaget

Viral Loker Sekretaris Pribadi, Syaratnya Siap Melayani Hubungan Intim, Gajinya Bikin Kaget

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern

Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern

Bali | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:16 WIB

Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI

Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z

Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×