-
Batas efektivitas ketahanan sunscreen SPF 50 umumnya bertahan dua jam.
-
Keringat dan minyak dapat menurunkan ketahanan sunscreen SPF 50.
-
Pengaplikasian ulang menjaga ketahanan sunscreen SPF 50 secara maksimal.
Suara.com - Penggunaan tabir surya atau sunscreen sangat wajib untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari sekaligus mencegah penuaan dini.
Sekarang ini, sudah banyak jenis sunscreen dari SPF 30 sampai SPF 50 yang tersedia di pasaran.
Lantas, banyak orang beranggapan sunscreen SPF 50 adalah pilihan terbaik, karena dianggap memberikan perlindungan tertinggi.
Namun, banyak orang belum paham seberapa lama sunscreen SPF 50 bisa bertahan di kulit.

Mengenal Arti Angka pada SPF
SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor. Angka ini menjadi tolok ukur seberapa efektif tabir surya menyaring paparan radiasi sinar ultraviolet B (UVB), jenis radiasi matahari yang memicu kulit memerah, terbakar, hingga merusak DNA sel kulit.
Secara teknis, SPF berfungsi memperpanjang waktu toleransi kulit terpapar sinar matahari sebelum terbakar dibanding jika kulit dibiarkan polos tanpa pelindung.
Perbedaan persentase perlindungan antara nilai SPF sebenarnya tidak terpaut jauh.
- SPF 30: Menyaring sekitar 97% radiasi sinar UVB.
- SPF 50: Menyaring sekitar 98% radiasi sinar UVB (hanya meneruskan 2 foton radiasi ke lapisan kulit).
Meski selisihnya terkesan hanya 1%, proteksi ekstra tersebut sangat krusial bagi Anda yang kerap beraktivitas di bawah sengatan matahari langsung, seperti saat mengendarai motor di siang hari, berolahraga luar ruangan, hiking, hingga berlibur di pantai.
Tingkat Ketahanan Sunscreen SPF 50
Secara teori dan kondisi cuaca tertentu, lapisan SPF 50 bisa bertahan beberapa jam di kulit.
Namun, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) bersama American Academy of Dermatology (AAD) menegaskan satu aturan mutlak, yakni efektivitas perlindungan kimiawi sunscreen SPF 50 umumnya hanya bertahan maksimal 2 jam.
Lapisan tabir surya lambat laun juga akan terurai oleh radiasi UV, luntur karena produksi minyak wajah, keringat, maupun gesekan pakaian dan sentuhan tangan.
Studi AAD menemukan bahwa mayoritas orang hanya memakai 20% hingga 50% dari takaran sunscreen yang seharusnya.
Pemilihan SPF 50 memberi "ruang toleransi" lebih baik untuk mengompensasi kurangnya ketebalan olesan, bukan berarti membebaskan Anda dari kewajiban reapply.
Karena itu, Anda tetap harus mengoles sunscreen SPF 50 setiap 2 jam sekali supaya kulit wajah mendapat perlindungan ekstra.
Jika Anda berenang, mencuci muka, atau banyak mengeluarkan keringat, frekuensi pengaplikasian ulang bahkan harus lebih sering dari jeda 2 jam tersebut.
Pengecualian berlaku jika Anda seharian beraktivitas di dalam ruangan tertutup (indoor) dan duduk jauh dari paparan kaca jendela.
Pada kondisi ini, Anda tidak diwajibkan mengulang pemakaian secara ketat setiap dua jam, asalkan segera mengoleskannya kembali saat hendak keluar ruangan.
Bahaya Mengabaikan Perlindungan Sunscreen
Meremehkan penggunaan tabir surya berisiko fatal. Dampak terburuk dari paparan radiasi ultraviolet tanpa proteksi adalah kanker kulit kronis seperti melanoma.
Data Skin Cancer Foundation mencatat bahwa melanoma merenggut lebih dari 10.000 nyawa warga Amerika setiap tahunnya.
Sementara itu di Australia, pada 2022 saja tercatat 2.885 kasus baru diagnosis melanoma dan 262 orang di antaranya meninggal dunia.
Seluruh kasus fatal ini berakar dari kerusakan sel yang dimulai dari efek kulit terbakar (sunburn).
Dermatolog ternama dari MDSolarSciences Scientific Advisory Council, Dr. Berson, menambahkan bahwa SPF 50 memberikan tingkat perlindungan paling ideal, terutama bagi pemilik kulit cerah (fair skin) serta individu yang memiliki Riwayat keluarga dengan kanker kulit.