Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Dicky Prastya

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB
Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan pemerintah memberikan insentif pajak Rp576,4 triliun pada 2026 di Jakarta.
  • Insentif berupa pembebasan pajak dan relaksasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap perekonomian Indonesia.
  • Pemerintah mengestimasi pembebasan pajak akan bertambah hingga sekitar Rp630 triliun pada tahun 2027 mendatang.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kalau Pemerintah memberikan insentif pajak sebesar Rp 576,4 triliun selama 2026. Pembebasan pajak di 2027 juga akan bertambah hingga sekitar Rp 630 triliun.

Menkeu Suahasil menyebut kalau insentif pajak sengaja tidak ditarik Pemerintah untuk membuat relaksasi terhadap perekonomian Indonesia.

"Insentif perpajakan itu adalah sebenarnya secara aturan pajak seharusnya dikumpulkan oleh pemerintah, dikenakan pajak tersebut, tetapi dengan sengaja kita membuat relaksasi tidak memungut atau dengan sengaja kita buat pembebasan," katanya dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Suahasil menjelaskan kalau insentif pajak ini diberikan lewat berbagai kebijakan relaksasi yang sudah dilakukan Pemerintah. Untuk pengusaha UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar dan di atas Rp 500 juta setahun, Pemerintah memberikan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5 persen dari omzet bruto.

"Kalau dunia usaha, kalau bayar PPh badan tarif normalnya adalah 22% dari laba, Ibu Bapak membayar itu semua. Tapi ada sekelompok perusahaan yang bisa membayar dengan hanya 0,5% dari omset, namanya PPh final untuk usaha kecil dan mikro dengan peredaran bruto di bawah Rp 4,8 miliar, di atas Rp 500 juta setahun," papar dia.

Selain itu, insentif pajak juga diberikan untuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke kendaraan bermotor, PPN rumah, masyarakat berpenghasilan rendah, dan lainnya.

Bendahara Negara mengakui kalau insentif pajak Rp 576,4 triliun itu setara dengan 2,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika relaksasi itu tidak ada, Suahasil menyebut bahwa rasio pajak (tax ratio) RI sebenarnya lebih dari 13 persen.

"Sebenarnya kita bisa mengumpulkan 13 persen lebih. Tetapi 2,24 persen kita tidak collect. Dan 2027 estimasi kita adalah di sekitar 2,26 persen," imbuhnya.

Jika dilihat menurut sektor, Suahasil memaparkan Belanja Perpajakan ini paling banyak diterima oleh sektor manufaktur. Kebijakan lainnya yakni pembebasan PPh atas dividen, PPN tidak dikenakan atas jasa transportasi umum, jasa pendidikan, kesehatan, konstruksi yang menerima PPh final pengalihan tanah dan bangunan.

baca juga

"Ini adalah bentuk dari dukungan pajak. Jadi pajak bukan hanya menarik uang, tetapi juga memberikan insentif kepada perekonomian, dan ini kita data terus setiap dari waktu ke waktu," jelas Suahasil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:47 WIB

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

×