- Dikutip dari Transfermarkt, di kolom kebangsaaan atau nationality, Ataa Jaber yang berlaga untuk Neftchi Baku membubuhkan dua bendera: Palestinian dan Israel, sehingga kata "berkhianat" tidak tepat. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berkhianat adalah perbuatan tidak setia; tipu daya; perbuatan yang bertentangan dengan janji. Sedangkan yang dilakukan Ataa Jaber adalah membela negara, baik saat menjadi kapten Timnas Israel U-21 dan kini atas nama Palestina.
- Melansir dari Football Palestine yang diunggah pada Minggu (4/6/2023), disebutkan (terjemahan dari bahasa Inggris), "Asosiasi sepak bola Palestina konfirmasi mantan kapten Israel U-21, Ataa Jaber kini mewakili Palestina. Pemain gelandang ini sudah resmi mendapatkan dokumen penggantian kewarganegaraan satu kali, yang diterima FIFA dan ia sudah mengantongi travel document dari Palestinian Authority, yang memungkinkannya ikut debut tim nasional mulai bulan ini."
- Kembali kepada tayangan video di menit 0:26, di mana narator menyebutkan "tak ada angin tak ada hujan secara tiba-tiba kapten Timnas Israel tiba-tiba berkhianat dan membela Palestina untuk hadapi Indonesia dalam FIFA Matchday 2023. Alasannya pun cukup mengejutkan", istilah "tak ada angin tak ada hujan" salah.
Fakta: dikutip dari Football Palestine yang diunggah pada 4 Juni 2023 disebutkan, "Asosiasi Sepak Bola Palestina pertama kali mengetahui keinginan Ataa Jaber untuk peralihan kewarganegaraan pada Januari. Artinya, tidak ada kejadian "secara tiba-tiba". Ataa Jaber telah memikirkannya secara matang, demikian pula pihak asosiasi sepak bola Palestina.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video yang menarasikan kapten Timnas Israel gabung Palestina untuk menghadapi Indonesia di laga FIFA Matchday 2023, merupakan konten menyesatkan alias hoaks.