Pedangdut Ayu Ting Ting membeberkan sosok penguat dirinya dalam menghadapi omongan-omongan negatif dari orang lain.
Menurut Ayu Ting Ting sosok tersebut adalah keluarganya. Yakni kedua orangtua, putrinya Bilqis Humairah Rajak dan Syifa, adiknya. Kata Ayu Ting Ting, keluarga yang menjadikan dirinya kuat berada di dunia hiburan Tanah Air hingga saat ini.
"Penguat aku adalah keluarga dan aku sangat beruntung punya ayah, ibu, Syifa (Adik Ayu Ting Ting) dan Bilqis. Jadi mereka yang benar-benar nguatin aku sampai sekarang," ujar Ayu Ting Ting saat menjadi bintang tamu di Podcast Kiki Saputri Official yang dikutip Kamis (29/12/2022).
Ayu menuturkan kekuatan terbesar dirinya adalah keluarga. Dimana ketika Ayu Ting Ting menghadapi masalah, keluarganya yang menjadi penguat untuk dirinya.
"Makanya aku jarang main keluar. Jarang main sama teman-teman yang lain, karena keluarga bisa membuat aku bahagia. Makanya kekuatan keluarga bisa nguatin aku untuk melawan kanan kiri. Kalau kasarnya aku sudah babak belur tapi aku berusaha untuk. Yang susah itu cara mempertahankan," ucap dia
Pelantun lagu Geboy Mujair itu mengaku bersyukur memiliki keluarga yang selalu ada untuknya. Bahkan Ayu Ting Ting jarang bermain dengan teman-temannya dan lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Jadi aku bersyukur punya keluarga yang selama ini ada buat aku 24 jam. Aku mah jalan berlima aja sama keluarga bisa seru siang sampai malam ketawa sama ayah ibu ada aja orang kita ledekin, kita ejekin itu yang bikin aku ngapain toh, keluarga aku udah seru," kata Ayu Ting Ting.
Karena itu Ayu Ting Ting mengaku sudah tidak mempedulikan omongan orang. Ayu Ting Ting menceritakan dahulu ia sakit hati dan kesal jika ada omongan negatif dari warganet terhadap dirinya.
Kata Ayu Ting Ting warganet yang tak suka dirinya atau haters hanya berani di media sosial dan tak berani secara langsung saat bertemu.
"Untungnya aku termasuk tipe orang yang ibarat baja. Jadi aku kebetulan udah nggak pedulii. omongan orang karena aku sudah melewati fase yang benar-benar kalau dulu lihat komentar masih ada yang sakit, ada rasa kesal. Kalau dipikir-pikir ngapain mereka berani di media sosial di sosial, kalau mereka ketemu kita langsung 'hei minta foto atau apa', dan mereka nggak pernah tahu apa yang kita jalanin," katanya.