Pengacara saksi N, Muannas Alaidid membantah jika Agnes disebut sempat menolong David, usai jadi korban penganiayaan oleh Mario Dandy.
Adapun menurut Muannas Alaidid, saksi N lah yang segera menolong David dengan berteriak saat melihat kejadian tersebut.
"Kami memastikan, teriakan itu berasan dari saksi N yang melihat dari balkon lantai dua rumahnya," kata Muannas Alaidid, dikutip lewat unggahan akun instagram @lambe_turah, Senin (6/2/2023).
Saai itu, kata Muannas, saksi N melihat ada seseorang tergeletak di jalan dan satu orang lainnya berdiri tegap.
"Dimana ada satu orang yang tergeletak di jalan dan satu orang lainnya berdiri tegap. Reflek kemudian langsung berteriak 'woi stop', Kata Muannas Alaidid.
Selain itu, kata Muannas, saksi juga memastikan bahwa ada dua orang lainnya yang berada di lokasi yakni Shane Lukas dan Agnes.
"Saksi N memastikan, selain pelaku MDS yang berada di lokasi kejadia yaitu S dan anak AGH," terangnya.
"Ketika saksi N tiba TKP, posisi mereka tidak sedang menolong korban anak D, tidak ada teriakan minta tolong dan tidak ada air muka sedih," lanjutnya.
Sebelumnya pihak kepolisian menyebut bahwa AG justru sempat membantu ibu rekan korban, yakni saksi N untuk menolong David.
"Saksi N, yakni ibu dari rekan korban meminta tolong ke saksi AG untuk mengangkat kepala korban supaya aliran pendarahannya tidak masuk ke hidung usai dianiaya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers di Jakarta, melansir Antara Minggu (26/2/2023).
Bahkan menurut keterangan Polisi, AG diketahui memiliki niat baik untuk benar-benar mengembalikan barang korban yang masih disimpannya.
Sebelum kejadian, polisi menyebut bahwa Agnes sempat menyampaikan kepada Mario agar menyelesaikan permasalahan dengan korban secara baik-baik.
"Sampai dengan hari ini faktanya AG memang membawa kartu pelajar korban untuk dikembalikan berdasarkan hasil pemeriksaan," katanya.