Beredar kabar yang menarasikan bahwa Atta Halilintar dan Raffi Ahmad terlibat kasus penipuan yang rugikan Rp9 triliun.
Kabar tersebut disebarkan oleh akun Youtube dengan 16 ribu pengikut bernama KABAR SELEBRITI melalui sebuah video yang diunggah pada 13 April 2023.
"RUGIKAN 9 TRILIUN RUPIAH NAMA ATTA HALILINTAR DAN RAFFI AHMAD TERSERET" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (13/4/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"TERLIBAT KASUS PENIPUAN
RAFFI AHMAD DAN ATTA HALILINTAR KINI DI RINGKUS?"
Namun begitu, apakah benar Atta Halilintar dan Raffi Ahmad terlibat kasus penipuan hingga diringkus?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, tidak ditemukan adanya keselarasan antara narasi dalam judul dan thumbnail dengan isi video.
Video tersebut sama sekali tidak menampilkan atau menunjukkan bukti bahwa Atta Halilintar dan Raffi Ahmad terlibat kasus penipuan hingga diringkus.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Atta Halilintar dan Raffi Ahmad diringkus karena terlibat kasus penipuan.
Adapun terkait perpindahannya ke PPP, Sandiaga Uno baru akan mengumumkan keputusannya setelah lebaran nanti.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Atta Halilintar dan Raffi Ahmad diringkus karena terlibat kasus penipuan merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].