Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ganjar Pranowo telibat kasus korupsi E-KTP dan transaksi 349 triliun.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 7 Mei 2023.
"Tak Hanya Terlibat Korupsi E-KTP, Ganjar Juga Terimaa Transaksi 349TKarirnya Berakhir Malam Ini" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (7/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"KARIR GANJAR BENAR-BENAR BERAKHIR
TAK HANYA TERLIHAT KASUS KORUPSI E-KTP TAPI JUGA TRANSAKSI 349T ARTERIA"
Namun begitu, apakah benar Ganjar Pranowo terlibat kasus korupsi E-KTP dan transaksi 349 triliun sehingga karirnya harus berakhir malam ini?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ganjar Pranowo yang terlibat kasus korupsi E-KTP dan transaksi 349 triliun.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Ganjar Pranowo terlibat kasus korupsi E-KTP dan transaksi 349 triliun sehingga karirnya harus berakhir malam ini.
Baca Juga: Cek Fakta: Salshadilla Juwita Akui Hamil Anak Satrio Dewandono, Benarkah?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Ganjar Pranowo terlibat kasus korupsi E-KTP dan transaksi 349 triliun sehingga karirnya harus berakhir malam ini.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Ganjar Pranowo terlibat kasus korupsi E-KTP dan transaksi 349 triliun sehingga karirnya harus berakhir malam ini merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].