Rocky Gerung Bandingkan Pembangunan Infrastruktur Masa Jokowi dan SBY: Ibarat Punggung Tak Punya Rusuk

Mamagini

Jum'at, 26 Mei 2023 | 12:24 WIB
Rocky Gerung Bandingkan Pembangunan Infrastruktur Masa Jokowi dan SBY: Ibarat Punggung Tak Punya Rusuk
Rocky Gerung dalam acara Q&A Rocky Gerung. (YouTube/Geolive) ((YouTube/Geolive))

Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi kritikan Anies Baswedan tentang kurangnya upaya Presiden Jokowi memperbaiki infrastruktur.

Menurut Rocky, tidak ada gunanya mengkritik akhir masa pemerintahan Jokowi.

“Saya kira di akhir-akhir (masa jabatan) ini kita anggap mau kritik Pak Jokowi juga sudah enggak ada gunanya, mau memperbaiki juga sudah enggak ada gunanya. Jadi, kita masuk dalam perspektif humanistiknya saja, sebagai manusia tentu Jokowi merasa kok tekanannya besar betul, banyak janji yang dia ucapkan ke publik ternyata gagal, hobi dia masuk ke gorong-gorong juga akhirnya enggak ada gunanya lagi,” kata Rocky Gerung, dikutip dari kanal Youtube-nya via wartaekonomi pada Jumat (26/05/23).

Namun meskipun Rocky menyebut begitu, ia tetap mengkritik Presiden Jokowi yang terlalu membangga-banggakan hasil pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinannya selama dua periode.

“Jokowi mendesain dirinya sendiri untuk menjadi semacam pembisik peradaban. Bukan dengan maksud sangat mulia, tetapi justru dengan maksud untuk mencegah ketidakmuliaan masih berlangsung di Istana. Apalagi Jokowi sering membandingkan prestasi dia di jalan tol dan infrastruktur, mau dibandingkan dengan siapa, mau dibandingkan dengan Soeharto ya enggak mungkin, Soeharto yang lebih awal bangun itu,” paparnya.

Rocky juga membandingkan jalan tol yang dibangun oleh SBY yang dinilainya lebih tepat sasaran.

Sementara Jokowi hanya berfokus dalam membangun jalan tol, tetapi tidak memperhatikan jalan di tingkat kabupaten/kota sampai tingkat kecamatan.

“Mau dibandingkan dengan SBY, dia melakukan pembangunan walaupun tidak sepanjang yang dibuat Jokowi, tetapi ini lebih berguna daripada yang dibuat Jokowi. Karena SBY memperhatikan hal yang langsung masuk ke dalam upaya untuk menghubungkan HAP (Harga Acuan Pembelian) ekonomi itu. Jokowi bangun jalan tol, tetapi jalan tolnya tidak terhubung dengan jalan kecamatan. Jadi buat apa ada jalan tol kalau jalan menuju desa itu bolong seperti di Lampung,” jelasnya.

Ia kemudian menganalogikan pembangunan infrastruktur di era Jokowi sama seperti membangun punggung, tetapi rusuknya tidak ada. 

baca juga

“Sekali lagi, Pak Jokowi sudah bagus pada akhirnya mengevaluasi sendiri apa yang dia buat. Ternyata punggung Indonesia itu dibuat tetapi rusuknya enggak ada. Orang yang ada punggung tanpa rusuk itu pasti lunglai tidak bisa berdiri. Ada jalan tol, tetapi jalan-jalan kabupaten itu enggak diperbaiki, ya sama aja,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disindir Anies, Benar Tidak Pembangunan Era SBY Lebih Baik Daripada Era Jokowi?

Disindir Anies, Benar Tidak Pembangunan Era SBY Lebih Baik Daripada Era Jokowi?

News | Jum'at, 26 Mei 2023 | 10:38 WIB

Analis: Jokowi-Surya Paloh Sudah Tak Seranjang, Tapi Ogah Ajukan Talak

Analis: Jokowi-Surya Paloh Sudah Tak Seranjang, Tapi Ogah Ajukan Talak

News | Jum'at, 26 Mei 2023 | 09:51 WIB

Alamat Fiktif Pemenang Tender Perbaikan Jalan di Lampung, Menteri PUPR Buka Suara

Alamat Fiktif Pemenang Tender Perbaikan Jalan di Lampung, Menteri PUPR Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2023 | 08:43 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

News | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:34 WIB

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

News | Senin, 14 September 2026 | 14:33 WIB

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

×