BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB
BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat konferensi pers usai dilantik di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (2/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • BI telah kembalikan sekitar Rp440 triliun GWM ke perbankan.
  • Dana diarahkan untuk kredit sektor strategis dan UMKM.
  • BI minta bank prioritaskan kredit daripada surat berharga.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menyiapkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada perbankan melalui pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM).

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan kebijakan moneter akan tetap berorientasi pada stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi. Menurutnya, stabilitas menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Kami akan menggunakan bauran kebijakan kita untuk menjaga stabilitas perekonomian, ketahanan nasional, dan tentunya juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di mana untuk kebijakan moneter, kami akan fokus kepada pro-stability,” kata Destry saat rapat dengan anggota DPD, Senin (14/9/2026).

Destry menjelaskan, pengurangan GWM yang diberikan BI dapat mencapai 6% dari total GWM perbankan. Dengan kebijakan tersebut, dana yang sebelumnya ditempatkan sebagai GWM dapat kembali digunakan oleh bank untuk menyalurkan kredit.

“Jadi in real-nya, walaupun GWM 9 persen, tapi dia bisa 6 persen. Jadi artinya, ada sekitar Rp500 triliun yang uang akan kembali kepada bank, sehingga bank bisa menyalurkan kreditnya,” jelasnya.

Hingga saat ini, sekitar Rp440 triliun dana telah dikembalikan kepada perbankan. Dana tersebut diberikan kepada bank yang memenuhi persyaratan penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis.

“Nah saat ini, bank itu sudah menerima sekitar Rp440 triliun dana dari pengembalian GWM-nya, karena bank memenuhi persyaratan bahwa kredit dialokasikan kepada sektor strategis,” kata Destry.

BI mengarahkan tambahan likuiditas tersebut agar mengalir ke sektor yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian, termasuk sektor penciptaan lapangan kerja, pangan, perumahan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena bank memenuhi persyaratan bahwa kredit dialokasikan kepada sektor strategis, termasuk sektor yang penciptaan lapangan pekerjaan, sektor pangan, kemudian perumahan, kemudian juga kepada sektor-sektor UMKM, sektor kecil,” ujarnya.

baca juga

Selain memberikan insentif GWM, BI juga mendorong perbankan mengoptimalkan fungsi intermediasi. Bank diminta lebih aktif menyalurkan kredit ke sektor riil dan tidak terlalu banyak menempatkan dana pada instrumen surat berharga.

“Dan juga terakhir optimalisasi dari bank dalam menyalurkan kreditnya, instead of uangnya yang ditaruh di surat berharga seperti di SRBI. Nah, itu yang sudah dilakukan,” tegas Destry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Terkini

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

Emil Audero Bikin 3 Penyelamatan Bawa Rayo Vallecano Menang, Benat San Jose Belum Puas

Emil Audero Bikin 3 Penyelamatan Bawa Rayo Vallecano Menang, Benat San Jose Belum Puas

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas

Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 14:38 WIB

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:37 WIB

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

×